MISTERI RITUAL “HIHIHIHIHII”

Mei 24, 2009

Entah kenapa, malam-malam terakhir ini selalu saja diterpa mimpi buruk. Walaupun gak seberbahaya resikonya, yang namanya mimpi buruk pastinya tidak enak. Apalagi kalu itu terjadi berulang-ulang. Jadi malas rasanya untuk tidur. Lagi pula, ada orang bilang, kalau seseorang itu bermimpi, pastinya tidur orang tersebut nyenyak. Tapi kenyataannya gimana bisa nyenyak jika mimpinya mimpi ketemu setan atau hal-hal buruk lainnya yang dimenurutkan menakutkan.

GUE
Mak! Semalam koq gue ngimpi serem lagi ya?

EMAK GUE
Serem bagaimana?

GUE
Ya serem…..kayak ketemu sesuatu yang mirip manusia tapi gede banget.

EMAK GUE
Itu cuman bayanganmu saja, itu sih biasanya sekarang kamu dalam masalah.

GUE
Jadi ceritanya sekarang gue bermasalah gitu?

EMAK GUE
Bisa jadi.

GUE
Masalah gimana maksudnya?

EMAK GUE
Apa kamu pernah jalan-jalan kekuburan atau tempat serem laen gak?

GUE
*!@#$%^&??????

EMAK GUE
Iya….ketempat-tempat serem??

GUE
Emang ada hubungannya?

EMAK GUE
Siapa tau, ada emaknya gendruwo yang kebelet
pengen ngawinkan anaknya sama kamu.

Percakapan terhenti sekitar 7 menit.

EMAK GUE
Oh iya, emak punya cara jitu agar kamu gak mimpi buruk lagi.

GUE
Emang bisa gitu mengontrol mimpi?

EMAK GUE
Sudahlah…itu sudah terbukti.

GUE
Emang bukti yang bagaimana?

EMAK GUE
Kamu ada sekarang, itu sudah menjadi bukti.

GUE
Maksudnya????

Emak hanya tersenyum misterius…..

GUE
Apa karena cara yang dimaksud emak,
gue lahir gitu?

EMAK GUE
Kayaknya sih begitu.

Dan keesokan harinya……

GUE
Maaak!!!
Semalem gak mimpi buruk, malahan mimpi ehem-ehem.

EMAK GUE
Bener kaaan?

GUE
Waduh maak, kayaknya ini penemuan besar.
Kenapa baru sekarang ngasih rahasianya?

EMAK GUE
Ya karena waktunya emang sekarang.

GUE
Ayo mak, bilang…..caranya bagaimana?

EMAK GUE
Hanya satu yang membuat semuanya berhasil.

GUE
Apa itu mak?

EMAK GUE
Benda penting yang gak penting.

GUE
???????

Dan emak gue menuntun gue ke kamar. Diambilnya bantal gue dan dikeluarkannya seonggok benda yang kalo gue masih inget, udah pernah gue pake dua hari yang lalu. Dan gue yakin benda itu memang dalam keadaan “kotor”. Dan ternyata system otakku bekerja dengan benar, mereka mengidentifikasikan bahwa benda itu adalah sebuah CD (Baca: Celana Dalam) yang seharusnya punya gue yang layak buat di recycle jadi bersih. Dengan bangganya, emak gue menyombongkan CD gue di depan muka gue.

EMAK GUE
Inilah yang membuat mimpi mu semalam sukses.

GUE
Whatz????

EMAK GUE
Iya…cuman ini.

GUE
I can’t believe it.

EMAK GUE
You must believe  it!!!!

GUE
Jadi, apa hubungannya ritual ini dengan bukti keberadaan gue sekarang?

EMAK GUE
Ooh….yang itu.

GUE
Gak ada hubungannya kan?

EMAK GUE
Ya ada lah!!!

Dengan bijaksana-nya emak gue langsung bercerita.

EMAK GUE
Dulu sewaktu kamu masih di dalam perut.
Apalagi pas hamil tua….kamu tuh banyak tingkah.

Nendang-nendang gitu.
Apalagi saat itu kebarengan sama bulan puasa.
Jadi suasananya gimana gitu.

GUE
Emang susananya gimana?

EMAK GUE
Iya….bawaanya tuh nyesel ngelahirin kamu!!!

GUE
!@#$%^&*???!!!!

EMAK GUE
Tapi tak bawa santai aja…

GUE
(dalam hati)
Gila nih nenek!!!!! Bisa bikin gue darah tinggi dalam sekejap!!!!

EMAK GUE
Dan hari-hari menjelang kelahiranmu, emak tuh sering gak bisa tidur.
Gak tau kenapa. Ya mungkin Karena ada kamu kali.
Pokoknya insomnia banget.

Gue hanya bisa merasa bersalah didalam amarah yang terpendam selalu.

EMAK GUE
Sampai pada akhirnya, nenekmu bilang,
kalo kamu gak bisa tidur, copot “anu”mu dan selipkan dibawah bantal.
Usahakan sih yang sudah kamu gunakan seharian.

GUE
(dalam hati gue)
Gak nyangka resep turun temurun…..

EMAK GUE
Intinya sih sugesti, bahwa kamu bisa tidur nyanyak dan bermimpi indah.

Gue hanya manggut-manggut

EMAK GUE
Pokoknya gitu deh, nenek kamu pernah bilang.
Jadi setiap malam, gue pakai alat pancing agar bisa tidur nyenyak.
Dan ajaibnya emang berhasil.
Sampai kamu hendak nongol ke dunia pun,
embahmu masih sempet-sempetnya naruh “perabotan” emak
di bantal tempat emak mbrojolin kamu.

GUE
(sedikit bersedih)
Jadi???

EMAK GUE
Iya. Jadi kamu mesti berterima kasih sama almarhumah embahmu.

GUE
Berterima kasih karena bisa lahir ke dunia dengan di Bantu kolor emak yang kotor?

EMAK GUE
(tersenyum bangga menerawang awan-awan)
Tentu saja.

GUE
(dalam hati gue yang terdalam)
NAJISSSSSSSSSSSSS!!!!!!

Dan hari-hari itu menjadi hari perenungan terbesar dalam hidupku. Semoga saja emak gue masih dalam pengaruh obat asam uratnya saat bercerita tentang hal yang aneh ini. Bisa jadi kenapa gue merasa fetish banget. Tapi emang ada benarnya juga. Kalo soal sugesti emang gak bisa dipungkiri. Well sampai saat tulisan ini dilansir, jikalau gue dalam keadaan “lelah”. Pastinya ada ritual yang tak lupa untuk terlaksana. Pesan gue hari ini adalah, “sekotor-kotornya pemikiran orang pasti terkandung niat yang mulia”. Idih gak ngeh banget pesan gue hari ini…….

Together we make the world "save"Together we make the world “save”


Sepotong Nista di Lembah Cardwood

Maret 8, 2008

SEPOTONG NISTA DI LEMBAH CARDWOOD

Wajar saja hatinya keluh. Bila sepanjang hidupnya hanya di isi dengan berjuta rintih. Irene (28) hanya bisa duduk memandang redupnya malam yang tak diikhlasi bulan untuk seberkas sinarnya. Di lembah Cardwood, sila terlahir sebagai yatim piatu sejak berusia 5 tahun. Dengan didikan dari nenek Rose, irene menjadi gadis yang santun dan serba tertuntun. Tak ada satupun langkah yang asli darinya. Semua murni dari mulut neneknya. Irene hanya pelaksana. Dan sepertinya akan tetap seperti itu selamanya. Irene tak mengeluh dengan kesah neneknya. Janji irene mungkin satu, sebuah pengabdian penuh, layaknya balas jasa masa kecilnya dulu.

Nenek rose merapuh di kursi roda. Irene masih saja mendo’a atas segala kesepian yang menderanya. Berharap datang siapapun yang akan menyelamatkan hidupnya. Do’a irene tak digubris nenek rose, meski tangis tak lagi berteteskan air mata. Nenek hanya menerima do’a irene akan kekekalannya. benar saja. Hanya kepada nenek rose-lah irene harus berdo’a dan memohon. Benar-benar tidak ada pilihan. Kehidupan yang tertutup itu semakin menambah kesunyiannya.

Irene mencoba berdo’a agar suara lolongan sang nenek tidak menggema lagi ditelinganya. Akhir-akhir ini bebunyian itu sudah tidak terdengar jelas. Bahkan tersamar oleh rintihan. Irene malah semakin bingung dengan apa yang terjadi pada nenek rose.

satu hari……

dua hari..

empat hari…………….

Dan beberapa hari berikutnya.

Hingga di suatu malam di beberapa hari berikutnya setelah hari demi hari terlewati. Irene tidur tanpa nyenyak. Suara mendengus dari hidung nenek rose, seakan membimbing jalan nafas Irene menyambung hidup. Diatas ranjang dengan sprei yang tebal, berdua berbalap mengatur laju kebebasan masing-masing. Tak ada yang menang dan yang kalah.

Hingga akhirnya irene mengalahkan diri dengan bangkit dari tidurnya. Sesaat setelah suara alam di lembah itu mendadak senyap. Irene pergi ke dapur untuk segelas air. Dinikmatinya seteguk demi seteguk air dalam gelas itu, tak sadar sekelebat bayangan hitam lewat di belakangnya.

Irene kembali ke kamar tidur. Dan mendapati seorang perampok membongkar-bongkar semua isi lemari baju. Irene tidak panik. Dia hanya mengawasi gerik dan gerak maling tersebut. Dengan diam-diam, irene menuju ke ruang tamu. Mendekati sebuah lukisan bergambar laut dengan ukuran lumayan besar. Digesernya lukisan itu dan terdapat sebuah lemari rahasia kecil, semacam brankas yang tertanam di dalam dinding kayu. Di bukanya tempat penyimpanan itu. Berbagai macam perhiasan menggunung menjadi satu dalam brankas tersebut. Anting-anting dengan gandul motif bunga, kemudian ada gelang menyerupai rantai kapal. Dan bisa ditaksir semuanya ada sekitar 2 KG emas murni. Dan belum lagi berlian dan beberapa mutiara asli.

Irene mengambil semua perhiasan itu dan ditadahi dengan menggunakan bajunya. Ia kembali menuju ke kamar. Dan menghampiri perampok itu.

“apakah yang kamu cari adalah ini?”, tanya irene polos kepada perampok yang sedang mengacak-acak seluruh isi lemari pakaiannya.

Sang perampok terdiam dan kaget melihat apa yang dilakukan irene kepadanya. Ia berdiri sambil menatap mata irene dalam-dalam. Seakan-akan ia bertanya apakah ini mimpi atau bukan.

“ambil ini!”, ucap irene sambil mengambil kain putih yang kemudian digunakannya untuk membungkus semua perhiasan itu. Perampok tadi masih terdiam. Entah karena kecantikan paras irene atau sesuatu hal dari diri irene. Setelah itu irene mendekat dan membisikkan sesuatu pada sang perampok itu.

Sebuah surat kabar terbit pagi itu. Nampaknya warga di lembah cardwood gempar. Irene dinyatakan hilang oleh pihak kepolisian setempat. Dan tidak ditemukan bekas-bekas penculikan atau tindak kejahatan lainnya. Banyak yang beranggapan bahwa irene adalah salah satu pengikut aliran sesat yang akan dijadikan tumbal persembahan. Namun ada juga yang mendekati logika bahwa sebenarnya irene adalah dalam keadaan tidak sehat mental yang melarikan diri, mengingat akhir-akhir ini, sebelum ia menghilang, irene sering terdengar ngomong sendiri di teras dan kebun belakang.

Beberapa hari kemudian seorang pelayar menemukan sosok mayat wanita lengkap dengan banyak perhiasan lengkap menempel di tubuhnya mengambang di lautan. Laut yang pemandangannya sama persis dengan lukisan di dinding kayu rumah irene di lembah cardwood.

 

23 Agustus ‘07


Salam/Masalah

Maret 8, 2008

SALAM/MASALAH

Salam(24) menghadapi dilema yang tidak seperti biasanya. Antara menerima pesanan bikin kue pastel atau menjadi pembawa acara di sebuah acara perkawinan. Apapun yang di minta orang adalah uang bagi salam. Asal ada uang, salam mau melakukan apa saja. Itupun juga sebatas kemampuannya.

Dua tahun bekerja di sebuah pabrik roti mini. Yang akhirnya berhenti karena terlibat pertengkaran dengan sesama pekerja yang lain. Menjadi petugas cleaning service di rumah sakit swasta selama 6 bulan, karena memang kontrakannya sebatas 6 bulan saja tanpa perpanjangan waktu. Satu bulan kurang menjadi operator telepon di perusahaan milik orang asing. Tidak genap sebulan beranjak hengkang lantaran tampang dan suara sangat bertolak belakang. dan keluar masuk keluar masuk lainnya yang akhirnya menjadi bagian dari curriculum vitae salam, yang tak tertulis dalam suratan.

Salam berpikir keras. Pekerjaan macam apa yang cocok untuknya. Pekerjaan yang nyaman, namun hasilnya menguntungkan. Survey punya usut, salam pada akhirnya memilih menjadi MC untuk acara perkawinan, karena kebetulan juga musim kawin sedang gencar-gencarnya. Sungguh di luar dugaan, salam menjadi MC kondang di tempat tinggalnya.

Suatu malam, sebuah mimpi menghampirinya. Diceritakan bahwa salam dikerubuti oleh sekumpulan kue pastel bersayap. Taburan tepung terigu ke badan salam ditambah air sedingin es dengan cairan telur serta gumpalan lemak kuning berbau gurih dan bubuk-bubuk kristal tak ayal menggelinjangkan raga salam hingga terbangun ke alam nyata.

“isi!!!”, desah salam. Seakan-akan bertanya isi apa nantinya yang akan menjadi isian untuk kue pastel itu.

Sebuah hal yang tidak biasa, kini dilakukan salam. Berjalan-jalan ke luar rumah untuk mencari inspirasi atas jawaban dari sebuah isi.

Di sebuah pasar tradisional, ia sibuk mencari pemandangan yang pas untuk disimak. Dilihatnya penjual stroberi dan apel menawarkan barang dagangannya. Sementara seorang pedagang sayur, sibuk menimbang tumpukan wortel yang segar-segar. Sang penjagal sedang asyik memotong daging paha sapi yang memerah. Dan masih banyak lagi pemandangan lainnya yang terpatut menjadi bagian dari jawaban itu.

Di pelabuhan, salam mencoba mencari jawaban lain di kedalaman laut. Di sebuah taman, adakah bunga-bunga yang bisa memberi jawaban?

Semua bosan dengan yang biasa, semua ingin yang tidak biasa. Karena salam sudah terbiasa untuk hal yang tak biasa, maka sedikit demi sedikit jawaban itu akhirnya terjawab.

Salam sukses dengan bisnisnya. Bisnis kue pastel aneka rasa. Di amerika ada apel pai, di indonesia ada pastel kesemek.

Beberapa bulan kemudian salam menjadi badut di sebuah acara ulang tahun anak di salah satu restoran waralaba. Tentunya, setelah ia bermimpi bertemu dengan balon warna-warni yang bernyanyi selamat ulang tahun. Di selingi dengan suara cekikikan tawa.