SEPOTONG NISTA DI LEMBAH CARDWOOD
Wajar saja hatinya keluh. Bila sepanjang hidupnya hanya di isi dengan berjuta rintih. Irene (28) hanya bisa duduk memandang redupnya malam yang tak diikhlasi bulan untuk seberkas sinarnya. Di lembah Cardwood, sila terlahir sebagai yatim piatu sejak berusia 5 tahun. Dengan didikan dari nenek Rose, irene menjadi gadis yang santun dan serba tertuntun. Tak ada satupun langkah yang asli darinya. Semua murni dari mulut neneknya. Irene hanya pelaksana. Dan sepertinya akan tetap seperti itu selamanya. Irene tak mengeluh dengan kesah neneknya. Janji irene mungkin satu, sebuah pengabdian penuh, layaknya balas jasa masa kecilnya dulu.
Nenek rose merapuh di kursi roda. Irene masih saja mendo’a atas segala kesepian yang menderanya. Berharap datang siapapun yang akan menyelamatkan hidupnya. Do’a irene tak digubris nenek rose, meski tangis tak lagi berteteskan air mata. Nenek hanya menerima do’a irene akan kekekalannya. benar saja. Hanya kepada nenek rose-lah irene harus berdo’a dan memohon. Benar-benar tidak ada pilihan. Kehidupan yang tertutup itu semakin menambah kesunyiannya.
Irene mencoba berdo’a agar suara lolongan sang nenek tidak menggema lagi ditelinganya. Akhir-akhir ini bebunyian itu sudah tidak terdengar jelas. Bahkan tersamar oleh rintihan. Irene malah semakin bingung dengan apa yang terjadi pada nenek rose.
satu hari……
dua hari..
empat hari…………….
Dan beberapa hari berikutnya.
Hingga di suatu malam di beberapa hari berikutnya setelah hari demi hari terlewati. Irene tidur tanpa nyenyak. Suara mendengus dari hidung nenek rose, seakan membimbing jalan nafas Irene menyambung hidup. Diatas ranjang dengan sprei yang tebal, berdua berbalap mengatur laju kebebasan masing-masing. Tak ada yang menang dan yang kalah.
Hingga akhirnya irene mengalahkan diri dengan bangkit dari tidurnya. Sesaat setelah suara alam di lembah itu mendadak senyap. Irene pergi ke dapur untuk segelas air. Dinikmatinya seteguk demi seteguk air dalam gelas itu, tak sadar sekelebat bayangan hitam lewat di belakangnya.
Irene kembali ke kamar tidur. Dan mendapati seorang perampok membongkar-bongkar semua isi lemari baju. Irene tidak panik. Dia hanya mengawasi gerik dan gerak maling tersebut. Dengan diam-diam, irene menuju ke ruang tamu. Mendekati sebuah lukisan bergambar laut dengan ukuran lumayan besar. Digesernya lukisan itu dan terdapat sebuah lemari rahasia kecil, semacam brankas yang tertanam di dalam dinding kayu. Di bukanya tempat penyimpanan itu. Berbagai macam perhiasan menggunung menjadi satu dalam brankas tersebut. Anting-anting dengan gandul motif bunga, kemudian ada gelang menyerupai rantai kapal. Dan bisa ditaksir semuanya ada sekitar 2 KG emas murni. Dan belum lagi berlian dan beberapa mutiara asli.
Irene mengambil semua perhiasan itu dan ditadahi dengan menggunakan bajunya. Ia kembali menuju ke kamar. Dan menghampiri perampok itu.
“apakah yang kamu cari adalah ini?”, tanya irene polos kepada perampok yang sedang mengacak-acak seluruh isi lemari pakaiannya.
Sang perampok terdiam dan kaget melihat apa yang dilakukan irene kepadanya. Ia berdiri sambil menatap mata irene dalam-dalam. Seakan-akan ia bertanya apakah ini mimpi atau bukan.
“ambil ini!”, ucap irene sambil mengambil kain putih yang kemudian digunakannya untuk membungkus semua perhiasan itu. Perampok tadi masih terdiam. Entah karena kecantikan paras irene atau sesuatu hal dari diri irene. Setelah itu irene mendekat dan membisikkan sesuatu pada sang perampok itu.
…
Sebuah surat kabar terbit pagi itu. Nampaknya warga di lembah cardwood gempar. Irene dinyatakan hilang oleh pihak kepolisian setempat. Dan tidak ditemukan bekas-bekas penculikan atau tindak kejahatan lainnya. Banyak yang beranggapan bahwa irene adalah salah satu pengikut aliran sesat yang akan dijadikan tumbal persembahan. Namun ada juga yang mendekati logika bahwa sebenarnya irene adalah dalam keadaan tidak sehat mental yang melarikan diri, mengingat akhir-akhir ini, sebelum ia menghilang, irene sering terdengar ngomong sendiri di teras dan kebun belakang.
…
Beberapa hari kemudian seorang pelayar menemukan sosok mayat wanita lengkap dengan banyak perhiasan lengkap menempel di tubuhnya mengambang di lautan. Laut yang pemandangannya sama persis dengan lukisan di dinding kayu rumah irene di lembah cardwood.
23 Agustus ‘07
Ditulis oleh Imam Ocean
Ditulis oleh Imam Ocean
Ditulis oleh Imam Ocean 