Maret 8, 2008

SUMPAH SERAPAH

Di tahun 2259 yang serba Hi-Tech. Tiga mahasiswa dari universitas Oxvard, melakukan teleportasi ruang dan waktu ke masa lampau. Untuk membuktikan bahwa mereka tidak bersalah. Karena mereka dituduh dinas Intelejensi Maju Mundur (IMM) telah melakukan pembunuhan pada seorang jendral.

Wonder 991Z (19), Kina 76X (20) dan Lessel 31CS (20) tanpa sepengetahuan pihak laboratorium kampus, mencoba membuka portal mesin waktu yang kebetulan sudah tidak terpakai. Lantaran sudah ada keluaran generasi kedua, dimana cara kerjanya berprinsip pada emulsi gerak dan neurobrain lalat.

Berhubung ada yang harus menjaga dan mengoperasikan benda itu, maka lessel yang bertugas. Kebetulan lessel pernah mengambil kelas abnormal teleportation. Kina dan wonder menuju ke masa depan untuk mencari tahu, kapan mereka melakukan pembunuhan tersebut. Padahal ada UU yang melarang untuk tidak melakukan teleportasi ke masa depan.

Kembali dari masa depan, wonder membawa sebuah sobekan kertas yang tertulis surabaya, 10 november 1945 vw kodok. Kina 76X tertangkap. Wonder pun segera memerintahkan lessel untuk mengirimnya ke waktu dan tempat yang tertera dalam sobekan kertas tadi.

10 November 1945, ternyata terjadi perang. Wonder mendarat di sebuah hotel. Wajahnya yang eurasia, tidak membuat penghuni hotel lain curiga. Kebetulan Wonder menemukan sepasang kemeja coklat mirip seragam perang. Wonder menyusup ke garasi. Disana ia melihat mobil yang mirip dengan apa yang ia bayangkan. Wonder masuk ke mobil setelah melihat rombongan yang bergegas menuju ke garasi.

Dengan spontan, Wonder duduk di bangku sopir. Secara kebetulan kunci kontak sudah menempel. Seorang pria dengan seragam berpangkat jendral masuk ke mobil itu dan memerintahkannya untuk berjalan.

Dengan kecepatan 10 Km/jam, sang jendral itu memantau perang yang sedang berlangsung. Namun sebuah peristiwa tak terduga terjadi, sebuah granat masuk dari celah jendela yang sedikit terbuka. Rupanya Wonder tidak menyadari hal itu. Begitu juga dengan sang jendral.

0.01 detik sebelum meledak, dengan refleknya, Wonder mengisyaratkan kepada lessel untuk segera menteleportasikan dirinya. Dan berhasil.

Lessel berhasil membawa Wonder kembali ke masanya. Namun kemudian mendadak lenyap tak berbekas. Dan akhirnya aksi lessel diketahui pihak IMM. Lessel dan Kina baru menyadari bahwa sebenarnya Wonder adalah keturunan ke 17 dari seorang jendral yang bersama Wonder beberapa waktu lalu. Dan sebenarnya tuduhan IMM bukan mengarah pada kematian sang jendral, namun terlebih pada penegasan pada sejarah itu sendiri. Ditangkapnya Kina karena memang seperti itu prosedur yang harus terjadi. Lessel dan kina bebas bersyarat. Terciptalah wonder crime, dimana sebuah aksi kejahatan tanpa dijatuhi hukuman, karena terdakwa sudah dinyatakan “tidak pernah ada”.

Sejarah hanya untuk dipelajari bukan untuk dirubah.

 

6 September ‘07