Maaf, saya tidak akan menghamilimu lagi!
Sebuah skenario film pendek
FADE IN
Sc.01 INT. HUTAN – SIANG
BARGOWO (45) melihat ke atas mencari-cari monyet yang diinginkannya. Sementara WITO (48), sang anak buah membuntutuinya dari belakang sambil membawa kerangkeng kecil yang masih kosong.
Muncul tulisan (SUBTITLE):
Hutan Merawan, Jember.
Senin, 13 Maret 2000.
13.13 WIB
BARGOWO
(memandang ke atas)
Wit!! Kalo begini ceritanya, sampai kiamatpun kita nggak bakalan dapat-dapat.
WITO
(gugup)
lha bagaimana lagi bos! Lha wong nyari monyet pinter saja mesti harus telaten, apalagi ini!
wito memungut sebatang ranting kecil di sampingnya.
BARGOWO
Ya lihat saja wit, mungkin kelakuannya berbeda dari monyet yang biasanya.
WITO
(menggigit ujung ranting)
Kelakuan yang bagaimana bos?!
BARGOWO
Ya…..yang ga biasanya. Mungkin kalo yang normal makannya daun ato biji-bijian, bisa jadi yang idiot ini makannya kayu ato bisa jadi batu.
WITO
Tahu dari mana bos, kalo monyet idiot makannya kayu?
Bargowo memandang wito yang mulai asyik menemukan ranting kayu yang mulai di kunyahnya. Kemudian wito sadar kalau dirinya terlihat seperti memakan kayu.
Bargowo melihat-lihat atas pepohonan yang sepi tidak ada monyetnya sama sekali. Wito turut mengamati dan tampak serius.
WITO
(serius)
Bukannya saya nggak yakin, cuman koq nggak sreeg aja ya bos!
BARGOWO
Sudahlah!!! Monyet bukan tuhan, dan kamu nggak perlu repot-repot untuk meyakininya.
WITO
Tapi bos?!
FADE TO BLACK
Sc.02 INT. HUTAN – SIANG
MONTAGE – seisi hutan, semut berbaris, rusa memamah rumput, ular bergelantungan di dahan besar, burung-burung berkicau bersahutan hingga monyet-monyet yang bergelayutan. (suara tabuhan genderang seperti di film tarzan) Yang melatar-belakangi CREDIT TITLE. Sampai penyebutan nama sutradara
FADE OUT / FADE IN
Sc.03 INT. HUTAN – SIANG
Bargowo dan wito duduk-duduk di bawah pohon besar. Keduanya tampak kelelahan.
WITO
Kayaknya nggak ada bos!
Bargowo mengangguk pelan.
WITO
(Cont’d)
tapi apa nggak bisa diakali bos?!
Bargowo menatap wito seakan menunggu keterangan selanjutnya dari wito.
WITO
(Cont’d)
begini bos. Bos kan tau sendiri, nyonya tuh orangnya kayak gimana.
BARGOWO
Maksudmu wit?!!
WITO
Sorry ya bos, bukannya menghina nyonya, apa benar, nyonya bisa membedakan mana monyet yang normal dan yang idiot?
Bargowo mengernyitkan dahi
(Cont.d)
Lha wong bos yang sarjana bingung, apalagi nyonya yang….
Wito menggaruk-garuk kepalanya sambil tersenyum nyindir.
Bargowo memegang kerangkeng lalu mengangkatnya.
BARGOWO
Wit! Kalau caranya begitu, kenapa juga saya mesti jauh-jauh datang kemari, lebih baik berburu di pasar gelap. Pasti dapatnya. Yang idiot mungkin banyak. Kayak kamu.
WITO
Bos bisa saja!
Bargowo melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 2. wito ikut melihatnya.
WITO
Ada apa bos?
BARGOWO
Nggak ada cara lain wit! Kalo begini terus, ntar kita yang dianggapnya monyet idiot. Kalo kamu sih nggak masalah.
WITO
(sedikit kesal)
sekarang kita kemana?
Bargowo menyerahkan kerangkeng pada wito. Keduanya beranjak berdiri dan meninggalkan hutan itu.
(Point of View BURUNG YANG BERTENGGER DI POHON YANG TINGGI) – ZOOM OUT: bargowo dan wito berjalan meninggalkan hutan.
BARGOWO (VO)
Kita makan dulu.
WITO (VO)
Memangnya disini ada yang buka warung bos?
Bargowo diam tak menjawab. Wito membuntuti bargowo yang berjalan cepat sambil tergopoh-gopoh karena membawa beban yang cukup banyak.
WITO (VO)
kita kemana sih bos?
Bargowo tetap diam tak memberi respon.
WITO (VO)
Bos marah ya??
Wito mencoba untuk membalap laju jalannya bargowo untuk bisa melihat wajahnya bargowo, namun tidak bisa karena kalah cepat.
Hingga tak sadar wito jatuh tersungkur. Barang-barang yang di bawanya berhamburan ke udara.
Bargowo semakin mempercepat langkahnya.
Wito memungut kembali barang bawaannya.
WITO (VO)
Bos tunggu bos!!
Bargowo menoleh ke arah wito sepintas. Kemudian ia menghilang di balik semak-semak.
WITO (VO)
(berteriak)
BOOOOOOSSS!!!!!!!!!
FADE TO
Sc.04 EXT. TERAS RUMAH BARGOWO – SORE
ASTRID (30) memandangi seekor makhluk berbulu di dalam sangkar. Sesekali monyet itu menjerit-jerit. Hingga lama kelamaan diam dengan sendirinya. Astrid semakin tajam menatap mata monyet itu. Sangat dekat
(CU. Mata astrid yang terperangah heran)
bargowo hanya bisa melihat ulah istrinya dari belakang. Sementara si wito hanya bisa melongo.
Astrid melambaikan tangannya ke bargowo seraya untuk segera mendekatinya.
Bargowo berdiri di samping astrid
BARGOWO
(berbisik)
ada apa?
ASTRID
(berbisik dan tetap fokus pada monyet)
Kamu yakin?
BARGOWO
(berbisik dan setengah gugup)
iya.. aku yakin. Kenapa?!
Dari jauh wito menyorongkan kepalanya kepingin tahu apa yang dibicarakan.
ASTRID
(berbisik sambil mengernyitkan dahi)
Aku koq nggak begitu yakin!
Wito menutup mulutnya. Seakan-akan dia pernah mengucapkan kalimat itu.
BARGOWO
(berbisik+meremas-remas tangannya)
bener koq, ini sama seperti yang kamu mau.
Astrid mundur perlahan kebelakang. Di ikuti bargowo.
BARGOWO
Apa kamu nggak takut ada apa-apa dengan bayimu nanti?
Bargowo memeluk astrid dari belakang sambil mengelus perut astrid yang membuncit.
Astrid geleng-geleng kepala.
ASTRID
Justru kalo ini nggak kamu turuti, mungkin aku takut terjadi apa-apa pada bayiku.
Astrid mengelus perutnya bersama dengan bargowo.
WITO
Ehem!! Kayaknya semua urusan sudah selesai. Jadi saya pergi dulu. Kalo ada apa-apa…
BARGOWO
(tersinggung)
ya sudah, pergi sana.
Bargowo mengusir wito
BARGOWO
(Cont’d)
sekalian kamu suruh Aji untuk kirim barang secepatnya. Stok-nya sudah hampir habis.
Wito tak menjawab. Hanya berlalu begitu saja dan menuju ke mobil sedan yang diparkir di garasi.
BARGOWO
Setelah ini monyetnya diapakan?
ASTRID
Terserahlah. Dilepas juga nggak apa-apa. Tapi jangan dilepas di sini.
BARGOWO
Kalo boleh tahu, maksudnya kamu menyuruh aku nyari monyet idiot ini sebenarnya untuk apa?
Astrid mengangkat bahunya. Dengan kemudian bargowo melepas pelukannya dan membalikkan badan astrid.
BARGOWO
(heran+meniru mengangkat bahu)
maksudnya apa begini?
Bargowo menirukan astrid yang mengangkat bahunya.
ASTRID
Ya nggak tahu.
BARGOWO
Setidaknya kan ada alasannya?!!
ASTRID
Tapi kalo aku nggak tahu, masak di paksa harus tahu!
BARGOWO
(sedikit keras)
Bukan gitu. Maksud aku, dari mana kamu bisa-bisanya kepikiran untuk menyuruh aku mencari monyet! Harus idiot pula!!
Astrid menunduk.
Bargowo lantas memeluk astrid tak tega karena telah berbicara keras padanya.
BARGOWO
(lirih)
maafkan aku!
ASTRID
Sebenarnya semua ini terlintas begitu saja. tidak ada maksud apa-apa.
Bargowo semakin erat memeluk astrid sambil membelai rambut astrid yang panjang.
ASTRID
Tapi ada satu hal yang membuat aku bingung sampai detik ini. Dari mana kamu tahu kalau monyet itu idiot?
Bargowo kebingungan menjawabnya. Hanya bisa memandangi monyet idiot yang lompat-lompat di dalam sangkar.
FADE OUT.
Sc. 05 EXT. TEMPAT PARKIR SUATU MALL – DAWN
Muncul tulisan (Subtitle):
2 tahun kemudian
CUT / DISSOLVE TO:
Sc. 06 INT. MOBIL SEDAN – DAWN
(point of view bargowo) Wito berjalan terburu-buru keluar dari mall sambil membawa bungkusan tas belanjaan. Dan segera masuk ke dalam mobil.
WITO
(nafas tersengal-sengal)
semuanya beres! Tapi…saya nggak bisa membayangkan, seperti apa tampang bos nantinya?
Wito merasa sangsi. Sementara bargowo melihat-lihat isi bungkusan.
BARGOWO
CD lagunya?
WITO
(menepuk keningnya)
waduh bos!! Saya lupa!
Wito keluar mobil. Belum sempat keluar, bargowo sudah memeganginya.
BARGOWO
Nggak perlu wit! Kayaknya CD ini sudah cukup.
Bargowo memilah-milah CD koleksi wito di laci dashboard, dan mengambil CD album disko dangdut.
Wito masuk ke mobil dan menutup pintu.
WITO
Ya sudah bos kalau begitu.
Wito mulai menjalankan mobilnya.
WITO
Bos! Saya jadi penasaran kepingin melihatnya.
Bargowo hanya menatap tajam wito penuh ancaman.
(Ext. Tempat Parkir Suatu Mall). ZOOM OUT: Mobil bargowo melaju dan meninggalkan tempat itu. Di selingi tawa dari Wito yang menggoda bos-nya.
FADE TO
Sc. 07 EXT. TERAS RUMAH BARGOWO – DAWN
Mobil terparkir di pinggir jalan. Wito mengusung barang belanjaan ke dalam rumah. Selesai mengusung, wito keluar rumah sambil menggendong MITHA (2)(yang diketahui anak dari bargowo dan astrid) yang menempel erat. Sementara bargowo dan astrid membuntutinya dari belakang.
Astrid mencium kening mitha saat berada di depan pagar rumah. Namun saat bargowo hendak mencium, tangan mitha langsung menonjok wajah ayahnya keras. Hingga sontak Bargowo kaget kesakitan. Mitha tertawa. Di sambung wito. Di tambahi astrid. Dengan kesal bargowo “mengusir” tangan kanan dan anaknya.
Wito menuju ke mobil dan segera berlalu. Bargowo dan astrid masuk kedalam rumah.
CUT TO
Sc. 08 EXT/INT. RUMAH BARGOWO – MALAM
CAMERA MOVEMENT FOLLOWING SUBJECT - Bargowo memasang gembok pada pagar rumah. Kemudian masuk rumah mengunci pintu serta jendela dan menutup semua tirai. Sehingga jalan keluar-masuk rumah dalam keadaan terkunci.
MOVE TO: Astrid berpapasan dengan bargowo lantas menyerahkan bungkusan padanya.
CLOSE SHOT: Astrid mengelus perutnya.
MOVE TO: bargowo kesal dan segera masuk ke dalam kamar. Diikuti astrid dari belakang. Dan belum sempat masuk, pintu kamar sudah ditutup.
ASTRID
Ya sudah! Kutunggu di ruang tamu!!
Bargowo tidak menjawab.
FADE TO BLACK.
Sc. 09 INT. RUANG TENGAH – MALAM
Alunan lagu disko dangdut menghiasi seisi ruangan (melatari selama scene ini). Astrid meletakkan segelas es jus jeruk di meja tamu. Kemudian duduk di Sebuah sofa yang panjang. Sesekali mencoba mencari posisi yang nyaman.
Astrid beranjak dari duduknya dan menuju ke alat pemutar cd untuk mengeraskan volume-nya. Dirasa pas, astrid kembali ke duduk di sofa. Mencoba meraih majalah yang ada di meja. Namun segera-nya di kembalikan lagi.
Hendak mengambil gelas, tiba-tiba astrid menjerit setelah melihat seseorang berdiri di sudut ruang.
MOVE TO: Bargowo menggunakan kostum dari kulit berwarna hitam mengkilat. Seperti yang biasa dijumpai di film-film porno bergenre hardcore. Bargowo tampak malu-malu namun sedikit percaya diri. Bargowo lantas menuju meja tempat astrid menaruh gelas.
Dengan refleks astrid langsung mengambil gelas jus-nya dan kemudian menyapu semua benda yang berada di atas meja hingga berserakan ke lantai.
Bargowo berdiri di atas meja sambil sesekali meringis malu.
ASTRID
Goyangnya mana?
Bargowo pelan-pelan menggoyangkan pinggulnya. Tampak kaku dan dipaksakan.
MOVE TO: Astrid menyiul dengan menggunakan tangan kanan, sementara tangan kirinya mengelus perutnya yang buncit.
ASTRID
(berteriak)
I LOVE YOU!!!
CUT TO:
Sc. 10 EXT. RUMAH BARGOWO – MALAM
Siluet seseorang (yang pada akhirnya diketahui sebagai PATREM(60) mertua bargowo) berdiri di luar depan pagar.
EXTREME CLOSE UP: sebuah tangan yang mengeluarkan beberapa kunci yang ditali menjadi satu. Memilah-milah kunci dan mendapatkan satu kunci. Kemudian tangan itu meraba-raba gembok pagar dan memasukkan kunci.
CUT TO:
Sc. 11 INT. RUANG TENGAH – MALAM
Masih dengan sound-latar musik disko dangdut. Bargowo sudah tidak risih dan malu. Astrid menyoraki suaminya. Bargowo sudah tidak terlihat kaku lagi.
ASTRID
(keras)
Mana janjinya?!!
Bargowo memberi isyarat jempol pada astrid tanda menyetujuinya.
CUT TO:
Sc. 12 EXT. RUMAH BARGOWO – MALAM
Siluet seseorang berjalan setapak menuju ke pintu rumah.
EXTREME CLOSE UP: langkah kaki yang rapuh tapi tegas.
CUT TO:
Sc. 13 INT. RUANG TENGAH – MALAM
Masih dengan sound-latar musik disko dangdut. Bargowo melepaskan rangkaian kulit hitam yang membalut badannya. Hingga tersisa celana dalam kulit serta asesoris yang membungkus lutut serta kedua kakinya. Sesekali astrid menepuk bokong bargowo. Bargowo membalas dengan mimik wajah kaget yang dibuat-buat hingga terkesan binal.
Sc. 14 EXT. RUMAH BARGOWO – MALAM
EXTREME CLOSE UP: langkah kaki yang rapuh tapi tegas itu akhirnya sampai didepan pintu.
EXTREME CLOSE UP: tangan yang mencoba membuka pintu, namun tidak bisa. Lantas hendak mengambil kunci dari dalam tas, namun tidak jadi.
CLOSE UP: kali ini hanya kepalanya saja yang tidak terlihat, sehingga jelas bahwa seseorang itu adalah seorang wanita yang kemungkinan di atas 50 tahun. Wanita itu berjalan mengitari rumah dan menuju ke halaman belakang. Maksudnya lewat pintu belakang.
CUT TO:
Sc. 15 INT. RUANG TENGAH – MALAM
Masih dengan sound-latar musik disko dangdut. Bargowo meminta gelas yang dibawa astrid kemudian menyiramkannya ke tubuhnya. Astrid melihatnya gemas sambil teriak-teriak.
CUT TO:
Sc. 16 EXT/INT. RUMAH BARGOWO – MALAM
CAMERA MOVEMENT FOLLOWING SUBJECT – sekarang seseorang itu tampak keseluruhan namun dari punggungnya saja. seorang wanita tua yang kelihatannya masih mengikuti mode dan modern look-like. Menuju ke pintu. Mengeluarkan kunci pintu belakang. Kemudian membuka pintunya.
EXTREME CLOSE UP: tangan wanita itu membuka gagang pintu.
CUT TO:
Sc. 17 INT. RUANG TENGAH – MALAM
Masih dengan sound-latar musik disko dangdut. Angle-camera di belakang astrid, sehingga bagian vital bargowo terhalang. Tampak bargowo melepas celana dalamnya. Astrid berteriak histeris.
MOVE TO: Angle-camera di belakang bargowo, tampak punggung bargowo yang basah meliuk-liuk dangdut dengan disaksikan astrid didepannya. Bargowo memutar-mutarkan celana dalamnya ke atas seperti cowboy.
CUT TO:
Sc. 18 INT. RUMAH BARGOWO – MALAM
CAMERA MOVEMENT FOLLOWING SUBJECT – wanita itu menutup pintu kemudian menyusuri lorong di dalam rumah. Sesekali menutup telinganya(samar-samar bunyi suara lagu disko dangdut mulai terdengar). Wanita itu dengan tanpa beban langsung ngelonyor ke ruang tengah ke sumber suara berasal.
CUT TO:
Sc. 19 INT. RUANG TENGAH – MALAM
Masih dengan sound-latar musik disko dangdut. Badan bargowo terhalang sofa tempat astrid duduk. Hanya tampak bagian pusar keatas.
MOVE TO:
CLOSE UP: wajah astrid yang tertawa girang.
dan tanpa sengaja dia menoleh ke arah kiri dan langsung terdiam
MOVE TO: Bargowo yang heran melihat astrid, spontan ikut melihat apa yang di lihat astrid. Dan akhirnya secara perlahan bargowo menghentikan goyangannya.
MOVE TO: Di sudut ruangan. Patrem berdiri terdiam. Dan melongo. Tas yang sedari tadi di bawanya terjatuh.
CAMERA MOVEMENT FOLLOWING OBJECT langkah patrem yang lunglai ke belakang camera BLURRED yang akhirnya roboh ke belakang pingsan.
FADE TO BLACK
BLACK FRAME masih dengan sound-latar musik disko dangdut. 30 detik kemudian berhenti.
DISSOLVED TO: astrid dan bargowo membangunkan patrem di atas sofa.
BARGOWO
(Pada astrid)
Ibumu nggak apa-apa??
ASTRID
Nggak tahu.
BARGOWO
Terus bagaimana?
ASTRID
(menggoyangkan wajah patrem)
Bu, bangun bu!!!
BARGOWO
(memotong)
bu, sadar bu!
Tampak patrem sedikit tersadar.
ASTRID
Bu! Jangan diam saja bu. Katakan sesuatu!
Patrem mulai sadar.
ASTRID(Cont’d)
Katakan sesuatu bu!
PATREM
(lemas)
Sesuatu.
Astrid dan bargowo saling memandang, dan tersenyum. Saat itu juga patrem menatap bargowo dan segera mencakar-cakar wajahnya.
PATREM
(brutal+membentak)
Lain kali kalau ibu ngelihat kamu gondal-gandul lagi, tak iris-iris.
Bargowo kesulitan menahan aksi mertuanya yang kalap. Sementara astrid mencoba menenangkan ibunya.
FADE TO BLACK:
Sc. 20 INT/EXT. TK TUNAS BANGSA – PAGI
Di dalam kelas, tampak keributan normalnya anak TK. SALMA(37) bu guru yang menjadi wali kelas itu tampak sibuk menulis di papan tulis, seakan sudah kebal dengan murid-muridnya yang rame.
Muncul tulisan (SUBTITLE):
TK TUNAS BANGSA, SURABAYA.
KAMIS, 20 September 2007.
09.45 WIB.
Beberapa detik kemudian ada WATI(30),guru lain yang menghampirinya dengan tergesa-gesa dan sepertinya mengabarkan salma untuk segera meninggalkan kelas karena ada semacam rapat dadakan yang dibicarakan dengan kepala sekolah. Dan wati yang menggantikan posisinya.
Selama percakapan kedua guru(hanya adegan dialog tanpa suara) terdengar jeritan-jeritan dan tangisan dari anak-anak perempuan. Sementara yang laki-laki ada yang tertawa
CLOSE UP: wati menoleh ke arah sumber suara dan seketika juga ekspresi wajahnya berubah kaget.
WATI
(gugup berusaha tenang)
Ya sudah bu! Ibu sebaiknya segera menuju ke ruang kepala sekolah saja. sudah ditunggu dari tadi.
SALMA
Baiklah.
Salma tampak menuding seseorang.
SALMA(Cont’d)
Amankan biang keroknya bu!
Wati mengangguk dan membiarkan salma meninggalkan ruang itu.
CAMERA MOVEMENT FOLLOWING SUBJECT – wati menghampiri sumber suara jerit dan tangis itu.
MOVE TO: BUGI(5)(yang akhirnya diketahui anak dari bargowo dan astrid)memelorotkan celananya dan memamerkan “isi”nya kepada semua murid wanita. Yang mengakibatkan semua murid perempuan bergerombol di sudut ruang dengan jerit dan tangis ketakutan.
Sesaat sebelum wati mengamankan bugi, ada seorang pria(yang ternyata bargowo) yang tiba-tiba nyelonong masuk
(Selama dialog jerit dan tangis masih menggema)
BARGOWO
Permisi bu!
Wati sempat kaget, dan segera berbalik.
WATI
Ada apa pak?
BARGOWO
Anu bu! Mau…!!
WATI
(mencuri pandangan ke arah bugi)
Iya pak! Ada apa?
Bargowo menatap bugi seakan-akan gemas dan malu.
BARGOWO
(menunjuk bugi)
itu…..
wati bingung dengan sikap bargowo.
WATI
Kenapa pak dengan dia?
Bargowo pelan-pelan menghampiri bugi yang masih asyik dengan atraksinya. Sambil menunjuk-nunjuk bugi.
Wati ikut menghampiri bugi.
WATI
(keras+pada bugi)
hei! Anak nakal!
Bugi tidak mempedulikannya bahkan malah tertawa.
BARGOWO
Bugi!!
Bugi lantas menoleh ke arah bapaknya.
WATI
Jadi ini anak bapak?
Bargowo menangkap bugi dan dengan segera membenarkan posisi celana bugi.
BARGOWO
Iya bu! Maaf!
WATI
Jadi anda bapaknya?!!
BARGOWO
(mengangguk+malu)
iya.
Dengan insting guru, Wati lantas segera memerintahkan anak-anak perempuan untuk kembali ke tempat duduknya masing-masing.
BARGOWO
Maaf bu, sebenarnya saya kesini mau menjemput dia, karena ada keperluan keluarga.
Wati mengatur kursi dan bangku.
BARGOWO(Cont’d)
Jadi saya minta izin untuk membawa bugi pulang
Wati kembali fokus pada bargowo.
WATI
Ooh. Baik pak. Silahkan. Nanti saya sampaikan pada bu salma.
Bargowo menggandeng tangan bugi.
BARGOWO
Terima kasih bu! Permisi.
Wati mengangguk dan kemudian bargowo meninggalkan kelas.
CAMERA MOVEMENT FOLLOWING SUBJECTS – bargowo yang menggandeng bugi berjalan dengan tergesa-gesa. Menyusuri koridor-koridor hingga akhirnya sampai keluar sekolah dan menujupinggir jalan hendak menyeberang. Bargowo kemudian menggendong bugi.
(Point of View MOBIL) bargowo menyeberang jalan menuju ke tempat sebuah mobil yang di parkir di seberang.
Bargowo membuka pintu mobil untuk bugi dan kemudian dia sendiri masuk ke mobil dan segera meninggalkan tempat itu dengan tancap gas.
CUT TO:
Sc. 21 EXT: SLB HARAPAN ANDA – PAGI
Wito berdiri didepan pagar dengan menggandeng tangan Mitha(7). Mitha menyingkap-nyingkap roknya, melompat-lompat, geleng-geleng kepala. Dan menyanyikan lagu aneh.
MITHA
(nada tidak jelas)
Ting-ting pa-pa
Selama scene ini, mitha terus bernyanyi ting-ting pa-pa
Wito berdiri menunggu seseorang tampak badannya bergerak akibat hentakan mitha yang asyik melompat-lompat sambil “bernyanyi”.
(POV wito) sebuah mobil berhenti tak jauh dari tempat wito berdiri.
Wito dan mitha segera menghampiri mobil itu. Bargowo keluar dari mobil dan segera menggandeng tangan mitha lalu menuntunnya masuk ke mobil di kursi tengah. Secara bersamaan, wito mengambil alih posisi mengemudi.
(POV seseorang)Kemudian mobil berjalan meninggalkan sekolah itu.
FADE TO
Sc. 22 EXT.ROOFTOP RUMAH BARGOWO – PAGI
CAMERA MOVEMENT Tampak jemuran yang menghiasi tempat itu melambai-lambai tertiup angin. Menyibak-nyibak pakaian yang dijemur, ada pakaian anak, selimut, sprei putih, baju dewasa dll…. hingga pada sibakan terakhir…
EXTREME CLOSE UP: mata astrid yang terpejam, rambutnya sudah tidak panjang lagi, model demi moore di film ghost.
ZOOM OUT
osisi duduk mengangkang dikursi dengan perutnya yang sekali lagi membuncit. Di tangan kanan memegang sebilah pisau dapur sementara tangan kirinya memegang henfon.
Sesekali astrid melihat henfon-nya. Jam menunjukkan pukul 11.00, dan tak ada reaksi nada panggil ataupun SMS, astrid memejamkan matanya lagi.
CUT TO:
Sc. 23 INT. MOBIL BERJALAN DI JALAN RAYA – SIANG
Bargowo dan wito tampak tegang. Sementara mitha masih asyik menyanyikan “ting-ting Pa-pa”, dan bugi berdiri di atas kursi sambil menelanjangi diri dan menempelkan kemaluannya ke jendela yang tertutup.
Bargowo tidak mempedulikan anak-anaknya.
BARGOWO
Wit! Bisa lebih cepat.
WITO
(gugup)
lebih cepat ke kuburan atao ke rumah sakit?!
BARGOWO
(tegas)
OJO GUYON!!
WITO
Maaf bos!
Bargowo menelpon seseorang di henfon-nya.
BARGOWO
Halloo!
Bagaimana, sudah jadi?
FADE TO
Sc. 24 EXT.ROOFTOP RUMAH BARGOWO – PAGI
Astrid berkeringat. Sesekali dia mengusapnya. Matanya masih dalam keadaan terpejam.
Di lihat henfon-nya. Tak ada reaksi apapun.
FADE TO
Sc. 25 EXT.ROOFTOP RUMAH BARGOWO – SIANG
Astrid memakai penutup kepala sprei putih dari jemuran yang sudah kering. Kemudian ia melihat jam di henfon
EXTREME CLOSE UP: henfon yang layarnya menunjukkan jam digital pukul 12.30
Astrid hendak menghubungi nomor seseorang lewat henfon namun tidak jadi.
MOVE TO: sinar matahari yang silau.
CUT TO:
Sc. 26 EXT. RUMAH MAKAN WONG JOWO – SIANG
Sinar matahari yang silau.
MOVE TO: wito yang keluar tergesa-gesa dari rumah makan sambil membawa bungkusan kresek warna hitam. Langsung menuju ke mobil yang terparkir di seberang jalan.
(POV Wito) bargowo sedang bercakap-cakap serius dengan seseorang lewat henfon
(POV seseorang dari seberang jalan) bargowo menutup henfon-nya dan berbicara dengan wito singkat. Kemudian langsung segera meninggalkan tempat itu.
FADE OUT.
Sc. 27 EXT.ROOFTOP RUMAH BARGOWO – SIANG
Astrid membuka penutup kepalanya. Kemudian berdiri dari duduknya. Berjalan ke tepi atap. Melihat-lihat di bawah.
(POV Astrid) tampak dari jauh mobil bargowo berjalan menuju ke rumah)
astrid langsung segera duduk di kursinya semula. Memasukkan henfon kedalam kantong bajunya. Kemudian memposisikan dirinya seolah-olah hendak menusuk perutnya dengan kedua tangannya dengan sebilah pisau dapur yang bersilau oleh pantulan sinar matahari.
CUT TO:
Sc. 28 EXT/INT. RUMAH BARGOWO – SIANG
Keluar dari mobil, Bargowo menggendong bugi, wito menggendong mitha. keduanya berlarian masuk ke rumah. Menyusuri ruang, menaiki tangga dan sampai akhirnya hendak menuju ke rooftop.
Sc. 29 EXT.ROOFTOP RUMAH BARGOWO – SIANG
(POV astrid) pintu terbuka tampak bargowo yang ngos-ngosan begitu juga dengan wito yang lebih ngos-ngosan karena perut gendutnya. Keluar dari pintu. Keduanya menurunkan gendongannya.
Kedua anak itu tampak tak acuh dengan sikap mamanya.
Bargowo mendekat ke astrid, sementara wito mendekap mitha dan bugi agar tidak lari atau melakukan hal-hal yang tidak perlu.
(POV astrid) bargowo mendekati astrid
BARGOWO
(menyodorkan bungkusan kresek)
ini. sesuai yang kamu minta.
MOVE TO: bungkusan kresek
(POV astrid) bargowo menyerahkan bungkusan itu ke astrid. Astrid mencium bungkusan kresek itu
(POV bargowo) astrid menempelkan kresek itu ke hidungnya dan membaui-nya. Astrid ragu-ragu.
ASTRID
(menempelkan pisaunya ke perut)
kamu mundur dulu!!
Bargowo mundur ke belakang. Hingga mendekati tempat wito berlutut.
Astrid membuka kresek itu dan mengeluarkan sebuah buntalan daun pisang mirip pepes yang dipanggang.
MOVE TO: wito yang terus memegangi mitha dan bugi.
ASTRID(OS)
Jangan coba-coba menipuku.
Wito dan bargowo menggelengkan kepalanya tanpa disengaja secara bersamaan.
Astrid melempar kresek itu dan membuka pepes.
CLOSE UP: tangan astrid membuka benda yang memang ternyata pepes. tampak sebuah pepes ikan gurami yang berbalur daun dan bumbu. Astrid menempelkan pepes itu ke hidungnya. Sedikit tersenyum wajah astrid. Namun kembali tegang. Tangannya kemudian memilah daun-daun yang menjadi campuran pepes itu. Diperiksanya daun-daun itu. Di telitinya dengan seksama. Di dekatkan pas didepan matanya. Dengan sedikit penasaran. Di cicipnya daun itu. Di jilat tidak terasa apa-apa.
MOVE TO: wito memejamkan matanya tidak tahan melihat pemandangan itu.
ASTRID
Ini asli dari aceh kan?!
Bargowo mengangguk.
BARGOWO
(tegas)
mungkin bila polisi datang kemari menggeledah rumah ini…
astrid masih penasaran dengan daun itu.
BARGOWO(OS)
(Cont’d)
kamu semestinya harus percaya.
(Cont’d)
tapi jangan harap mereka datang kemari
MOVE TO: Astrid memakan daun itu. SLOW MOTION – Dikunyahnya perlahan. Perlahan.
Dan tiba-tiba diludahkan.
CLOSE UP: bargowo kaget dan sedikit gugup.
BARGOWO
Kenapa??
(POV bargowo) astrid terdiam. Kemudian membuang pepes itu hingga berhamburan ke lantai.
Wito bingung ketakutan melihat astrid dan bingung menatap bargowo.
WITO
(takut)
Bos!
(POV bargowo)astrid tersenyum, bargowo mendekati astrid pelan-pelan.
BARGOWO(OS)
(bingung)
Ada apa?
Senyum astrid makin mengembang. Astrid berdiri dan kemudian langsung beranjak berdiri dan merangkul bargowo.
Bargowo bingung tapi menerima pelukan istrinya dengan bahagia. Bargowo mendekap astrid erat.
MOVE TO: wito takut-takut untuk tersenyum, namun pada akhirnya bisa tertawa dan mengelus kedua anak disampingnya.
ASTRID
Ngidam kali ini sangat berkesan!
Masih berpelukan, tampak bargowo kesal tapi ditahan dengan tersenyum.
ASTRID(Cont’d)
Aku harap lain kali ngidamnya lebih dari ini.
Di balik pelukannya, bargowo kaget dengan ucapan astrid
EXTREME CLOSE UP: mata bargowo yang membelalak kaget seakan-akan tidak terima dengan keinginan astrid.
PULL BACK
FADE TO BLACK
BLACK FRAME
Muncul tulisan (SUBTITLE):
Beberapa tahun kemudian
ASTRID(OS)
Aku tadi habis belanja baju sama sepatu buat anak-anak. Sekalian mampir ke dokter Ryan.
(Cont’d)
katanya aku POSITIF!
Tidak ada bunyi apa-apa selang waktu 11 detik.
Lalu terdengar bunyi laci dibuka dan kemudian terdengar bunyi suara tembakan “DORR!”
Muncul rolling title
Gresik, 20 September 2007(1ST draft)
Imam Wahyudi
Ditulis oleh Imam Ocean 