CANCER

Maret 8, 2008

CANCER

Salam(24), dua tahun bekerja di sebuah pabrik roti mini. Yang akhirnya berhenti karena terlibat pertengkaran dengan sesama pekerja yang lain. Menjadi petugas cleaning servise di rumah sakit swasta hanya sebatas 6 bulan saja, karena memang kontrakannya sebatas 6 bulan tanpa perpanjangan waktu. Lantas sebulan kurang kemudian menjadi operator telepon di perusahaan milik orang asing. Belum genap sebulan dia hengkang lantaran tampang dan suara sangat bertolak belakang. dan keluar masuk keluar masuk lainnya yang akhirnya menjadi bagian dari curriculum vitae salam, yang tak tertulis dalam suratan.

Salam berpikir keras. Pekerjaan macam apa yang cocok untuknya. Pekerjaan yang nyaman, namun hasilnya menguntungkan. Survey punya usut, salam pada akhirnya memilih menjadi MC untuk acara perkawinan, karena kebetulan juga musim kawin sedang gencar-gencarnya. Sungguh di luar dugaan, salam menjadi MC kondang di tempat tinggalnya.

Suatu malam, dia bermimpi. Digambarkan bahwa salam dikerubuti oleh sekumpulan kue pastel bersayap. Taburan tepung terigu ke badan salam ditambah air sedingin es dengan cairan semacam kuning telur serta gumpalan lemak kuning berbau gurih dan bubuk-bubuk kristal tak ayal menggelinjangkan raga salam hingga terbangun ke alam nyata.

“isinya??!!!”, desah salam. Seakan-akan bertanya isi apa nantinya yang akan menjadi isian untuk kue pastel itu.

Sebuah hal yang tidak biasa, kini dilakukan salam. Berjalan-jalan ke luar rumah untuk mencari inspirasi atas jawaban dari sebuah isi.

Di sebuah pasar tradisional, ia sibuk mencari pemandangan yang pas untuk disimak. Dilihatnya penjual stroberi dan apel menawarkan barang dagangannya. Sementara seorang pedagang sayur, sibuk menimbang tumpukan wortel yang segar-segar. Sang penjagal sedang asyik memotong daging paha sapi yang memerah. Seorang wanita paruh baya membungkus rumput laut dengan takaran seperempat kilo-an. Dan masih banyak lagi pemandangan lainnya yang terpatut menjadi bagian dari jawaban itu.

Semua bosan dengan yang biasa, semua ingin yang tidak biasa. Karena salam sudah terbiasa untuk hal yang tak biasa, maka sedikit demi sedikit jawaban itu akhirnya terjawab.

Salam sukses dengan bisnisnya. Bisnis kue pastel aneka rasa. Di amerika ada apel pai, di indonesia ada pastel tornado. Tanpa makaroni apalagi bihun.

Beberapa bulan kemudian salam menjadi badut di sebuah acara ulang tahun anak di salah satu restoran waralaba. Tentunya, setelah ia bermimpi bertemu dengan balon warna-warni yang bernyanyi selamat ulang tahun. Di selingi dengan suara cekikikan tawa. Lawakan dan permainan sulapnya digemari anak-anak. Salam kebanjiran job dimana-mana.

lima tahun kemudian di sebuah rumah sakit. Tepatnya di ruang terapi. Salam duduk sendirian di pojokan. Kepalanya terbungkus perban. Matanya menerawang kosong.

Seorang pasien laki-laki bertanya kepada perawat yang berdiri di dekatnya.

Mas! Kalau nggak salah, itu kan bintang film ngetop salam mankan?! Koq dia ada disini?”

Dia terkena amnesia. Gara-garanya, pada saat dia syuting, ada balok kayu besar yang menimpa kepalanya. Kasihan sekali dia. Padahal akting-nya bagus sekali. Tapi tiba-tiba aja nasibnya kayak begitu”, terang perawat itu sambil mendorong kursi roda kosong untuk dibawanya keluar dari ruangan.


Menjelang Amnesia

Maret 8, 2008

Menjelang Amnesia

Seorang berjenis kelamin pria, sebut saja namanya perdana. Tinggal di dalam sebuah goa yang cukup dalam. Bahkan penduduk sekitarnya mengamini kalau-kalau goa yang di tinggalinya tersebut sangat angker. Konon katanya ada sebangsa Djin yang mendiami tempat itu. Tetapi itu semua hanya apa kata orang saja. Padahal dalam kenyataannya, perdana hidup nyaman dan tentram bersama seorang pelayan.

Di dalam goa yang gelap gulita itu (tanpa ada penerangan buatan), perdana yakin dengan hidup di dalam kegelapan akan menjadikan obat awet muda. Keyakinan itu pula-lah yang menjadikan pelayannya tidak mengenali wajah majikannya. Hanya mengandalkan suara dan bunyi gerakan yang di keluarkan majikan. Mereka hanya dibatasi dinding dari terali besi. Untuk segala kebutuhan dengan dunia luar, sang pelayan sangat membantu. Mulai dari mendapatkan makanan dan minuman, hingga berita-berita terbaru. Serta kebutuhan hidup lainnya. Tentu saja yang tidak menghasilkan cahaya.

Biaya hidup mereka layaknya sebuah sihir. Kerap kali sang pelayan meminta uang pada majikannya, namun yang didapatnya malahan sebongkah emas batangan yang nilainya setara untuk biaya hidup sampai tujuh turunan. Namun hal itu tidak sampai terjadi, karena pada setiap memberikan emas, majikan itu berpesan untuk menyumbangkan sisanya, yaitu 60%nya untuk anak-anak yatim yang ada di seluruh dunia.

Entah ada hubungan batin macam apa, keduanya saling mempercayai satu sama lain. Majikan percaya kalau pelayannya tidak akan meninggalkannya. Begitu juga sebaliknya. Walaupun sifat dan kepribadian kedua orang itu berlawanan, namun rasa saling melengkapi seakan-akan sangat terasa.

Ada satu hal yang menjadi harapan sang pelayan sebelum ajalnya menjelang nanti, yaitu melihat sosok dan tentu saja wajah sang majikannya. Dan harapan itu bertolak dengan majikannya. Majikan itu pernah berpesan, bila suatu saat nanti apabila ia meninggal dunia, maka sang pelayan harus meninggalkan goa. Karena dalam waktu sehari setelah meninggal, goa akan meledak secara otomatis. Sehingga tidak ada sisa-sisa peninggalan sedikitpun.

Suatu ketika si majikan seolah-olah mendapatkan wangsit. Dan segera menceritakannya kepada sang pelayan. Tanpa ba bi bu, pelayan tadi segera melaksanakan titah majikannya. Dengan modal kecerdasan yang dimilikinya, sang pelayan mencoba menafsirkan isi semua wangsit itu dari awal.

Dikatakan bahwa ada sebuah benda yang akan membawa malapetaka bagi dunia. Benda antik itu berada jauh dari tempat kediamannya sekarang. Dalam bentuk apa malapetaka itu terjadi, belum bisa diketahui. Namun sebelum benar-benar terjadi itulah, sang majikan menyuruh si pelayannya supaya bergegas. Dengan mempersiapkan segala kebutuhan sang majikan terlebih dahulu, si pelayan barulah bisa memulai pencariannya. Dengan cara apapun sang pelayan harus bisa mendapatkan benda itu. Termasuk membunuh. Ia berpikir, dengan langkah waspada dan teliti, dia yakin bisa mendapatkan benda itu tanpa ketahuan media. Termasuk bertemu dengan wanita pemilik benda antik itu. Dugaan si pelayan ternyata benar. Dengan jalan membunuh orang lain, dia bisa mendapatkan benda itu. Walaupun akses untuk menemui wanita milyarder itu sangat susah, berhadapan dengan bodyguard-bodyguard tangguh, si pelayan berhasil melewatinya.

Transaksi pun dimulai, dan pembunuhan itu akhirnya terjadi. Semuanya berakhir di laut mati. Benda antik sudah didapat. Pelayan kembali ke tempat singgahnya. Semoga perjalanannya kali ini berjalan mulus. Tak ada ganjalan yang berarti. Jejak sudah terhapus. Dan siap kembali ke dalam goa menemui sang majikan dan menyerahkan benda itu.

Majikan terdengar bahagia. Dua karung berisi emas diserahkan ke pelayannya. Namun sang pelayan bingung dengan apa yang dilakukan majikan tersebut. Timbul tanda tanya besar dalam benak pelayan itu. Sang majikan menjelaskan bahwa umurnya sudah tidak lama lagi. Walaupun si pelayan juga tidak mengetahui berapa umur si majikan sebenarnya, namun puluhan tahun suara yang didengarnya selalu terdengar sama hingga saat itu. Sang majikan bersyukur karena pelayannya telah melayani dengan setia. Apalagi sampai mendapatkan benda terakhir yang ia inginkan. Dedikasinya begitu luar biasa.

Pada kesempatan terakhir, si majikan memberikan sebuah dua pilihan pada pelayannya. Memilih sebuah kunci atau pil. Di ambilnya sebutir pil itu. Dan langsung ditelannya. Setelah itu sang pelayan bertanya pada majikannya, “setelah ini, apa yang akan terjadi?”.

Walaupun seandainya kau tadi mengambil kunci ini, kau harus segera keluar dari goa ini, begitu juga dengan pil itu. Tinggalkan semua barang-barangmu disini, dan kau hanya bisa membawa dua karung itu saja”

kamu pasti berpikir bahwa dengan memilih pil itu, kamu akan mati bersama ku kan? Kamu salah, itu adalah pil yang sudah aku siapkan sejak kedatanganmu kemari. Sebuah pil amnesia. Dalam jangka waktu 8 jam sejak kau menelannya, ingatanmu tentang semuanya yang terjadi bersamaku akan hilang”, tegas majikan itu.

Dan dengan kesedihan yang mendalam sang pelayan menyalahkan si majikannya. Dia menangis ingin bertemu dengan majikannya untuk yang ke terakhir kalinya. Dengan perasaan kehilangan yang sama, sang majikan hanya mengizinkan meraba wajahnya tanpa harus melihatnya. Kontak fisik terakhir itu terjadi begitu lambat.

Sudah saatnya mereka berpisah. Waktu tujuh jam itu di manfaatkan keduanya dengan akhir bahagia. Sang majikan mati dalam pelukan, si pelayan hanya bisa menjalankan apa yang pernah dipesankan majikannya. Dia meninggalkan goa itu dengan segera.

sebuah surat kabar menyorot berita tentang adanya fenomena angin tornado di lembah Cardwood. Tempat dimana goa yang pernah ditinggali pelayan itu. Kemungkinan besar ledakan yang terjadi di dalam goa itu, tertutup oleh bisingnya suara angin ribut yang sedang memporak porandakan lembah itu. Sehingga tak ada yang tahu bahwa sebelumnya pernah ada sebuah kehidupan di dalam goa itu.

Imam membuang surat kabar itu dan mengamati sebuah kunci yang menggandul di kalungnya.


BARA HARUS MENDENDAM

Maret 8, 2008

Bara Harus Mendendam

Awan mendung memayungi langkah pertamanya keluar dari pintu jeruji. Kini Ali (40) dinyatakan bebas tanpa syarat. Siap untuk menebus kekosongan, bagian dari kesempurnaan hidupnya yang hilang. Menuju ke rumah tinggalnya, dimana dia dulu pernah membina mahligai rumah tangga dengan seorang wanita cantik yang di karuniai 2 orang anak lelaki dan perempuan.

Sudah jelas di awal dugaannya. Pasti ada hal yang sedang tidak diinginkan terjadi. Dan memang itu benar dan sungguh-sungguh telah terjadi.

Rumah itu tetap sama, seperti ketika ia digerebek polisi dulu. Masih dengan warna cat yang sama, putih kusam. Namun sebuah pemandangan lain tampak dihadapan Ali. Sepasang suami istri sedang duduk-duduk di teras rumah sambil memperbincangkan sesuatu. Ali gusar. Dimanakah istri dan anaknya kini.

Ali hanya bisa terdiam mencoba untuk berputus asa agar tak timbul rindu dendam. Melangkah senada dengan hembusan angin. Mencari dunia baru. Dunia yang bisa menerima tubuh kekar dan wajah sangarnya.

Tidak butuh waktu lama, kini ali mendapatkan pekerjaan baru yaitu menjadi bodyguard seorang pesohor yang sangat mendunia. Tentunya setelah melewati beberapa audisi pencarian bakat menjadi seorang bodyguard yang di tayangkan dalam acara reality show di salah satu jaringan televisi terkemuka. Ali lolos menjadi pemenang bersama ke dua belas peserta lainnya. Karena memang hanya dibutuhkan 13 bodyguard. Mereka berhasil lolos setelah mengalahkan 8 juta pendaftar dari seluruh dunia. Benar-benar pekerjaan yang menguras energi dan waktu. Namun ali berusaha untuk melewati semua itu dengan semangat.

Banyak sekali tantangan dan cobaan yang dihadapinya. Termasuk saat-saat dimana majikannya bercerai. Disaat seperti itu, yang dibutuhkan hanyalah sebuah loyalitas tinggi. Ali dan kawan-kawan mencoba untuk setia. Walaupun pada kenyataannya, sikap sang majikan begitu sangat memuakkan. Dan di luar batas. Ali merasakan benar perubahan sikap majikannya pasca perceraian itu. Banyak sekali rahasia yang disembunyikan oleh majikannya itu. Termasuk rencana pembunuhan terhadap seseorang.

Ali sempat goyah dengan pekerjaannya. Karena resiko yang di hadapi kelak mau tidak mau pasti akan membawanya lagi ke liang lahat berjeruji besi.

Ali memilih menghindar dari tugas beratnya. Beruntung sang majikan sudah memilih orang lain yang mampu melakukan rencananya dengan sukses. Sehingga ali tak perlu pekerjaan yang bisa memberatkannya kelak.

Setelah rencana berjalan dengan lancar. Sang majikan menyuruh ali mencari beberapa barang berharga yang raib. Sebuah kepura-puraan dari sang majikan untuk menutupi pembunuhan itu. Hati nurani ali yang telah sembuh menolak atas semuanya. Kebenaran harus ditegakkan sebelum terlambat.

Seorang penyelidik dari kepolisian melakukan investigasi ke kediaman majikannya. Setelah beredar berita tentang seorang nelayan yang menemukan mayat lelaki mengambang di tengah laut. Termasuk menggali informasi ke semua orang yang ada hubungannya dengan sang korban. Ternyata yang menjadi target pembunuhan itu adalah mantan suami majikannya.

Tanpa sepengetahuan majikannya, ali membeberkan semua informasi yang ada sangkut pautnya dengan peristiwa pembunuhan ini. Semua di paparkan ali secara blak-blakan. Akhirnya pihak kepolisian mendapatkan titik terang. Dan sang majikan itupun akhirnya ditahan oleh pihak yang berwenang.

5 tahun kemudian…

pria yang bernama lengkap Ali Bara itu sukses dengan novel-novel yang telah ditulisnya. Diantaranya yang menjadi best-seller adalah TORNADO DI UFUK BARAT, MENJELANG AMNESIA, MATI DI LAUT MATI dan BARA HARUS MENDENDAM.


Apathy for Lady Ex-Armstrong

Maret 8, 2008

Apathy for lady Ex-Armstrong

Maesaroh (24), adalah perempuan yang selalu mendapatkan keberuntungan berturut-turut. Mulai dari hal terkecil hingga hal-hal lain yang dirasa tak masuk akal sekalipun. Dari yang menang undian berhadiah triliunan rupiah. Sampai berpacaran dengan seorang selebritis top hollywood, Gary Armstrong (26).

Setelah masa pacaran yang begitu singkat, akhirnya Maesaroh dan Gary Armstrong resmi dinyatakan sebagai pasangan suami istri. Benar-benar bagaikan mimpi. Berdua mereka berbulan madu di bulan. Benar-benar bukan mimpi.

Kini nama Maesaroh berubah menjadi Sarah-Mae Armstrong. Dan secara tidak langsung mempunyai label keartisan di statusnya. Mulai merintis sebagai cameo di film terbaru suaminya hingga menjadi penyanyi dadakan yang terbilang sukses berat.

Kapasitasnya sebagai artis sudah tidak di ragukan. Hingga tak disadarinya bahwa sedikit demi sedikit sifat sombong menempel di jidatnya.

di dunia ini, tak ada seorangpun yang bisa mengalahkan ketenaranku”, dalihnya ketus di depan seorang reporter acara entertainment.

Sarah-Mae menolak dikatakan sedang beruntung. Tulisan tersebut menjadi headline di salah satu surat kabar terbitan ibu kota, yaitu tornado news. Bahkan disebutkan, kalau sarah-mae memaksakan belajar untuk terobsesi dengan angka 13. sebagai pembuktian kalau dia selamanya tidak dalam keadaan beruntung.

Semua serba tiga belas. Mulai dari tempat kediaman, mobil, pesawat pribadi, bodyguard, perhiasan dan beberapa barang antik lainnya. Bahkan untuk baju sekalipun, harus rangkap tiga belas.

Melihat ulah sarah yang di luar nalar dan terlalu berlebihan serta perubahan-perubahan drastis lainnya, menjadikan Gary jengah dan sebal dengan gelagat istrinya. Semua diluar konteks awal tujuan pernikahan. Gugatan cerai pun dilayangkan pada sarah. Gary meninggalkan sarah dengan tanpa beban. Merelakan hartanya jatuh ke tangan sarah. Gary merasa bebas setelah bercerai dengan istrinya. Malahan dia berharap amnesia mendera.

Merasa dipermalukan gary, sarah merencanakan sebuah pembunuhan untuk mengakhiri kekesalannya pada mantan suaminya. Dia menyewa pembunuh bayaran profesional untuk menculik dan membunuh gary. Sebagai imbalannya sarah menyerahkan beberapa perhiasan dan barang-barang antiknya kepada pembunuh itu asalkan mayat gary dibuang ke tengah laut mati. Dan hasilnya memang benar-benar memuaskan. Sarah terlepas dari tuduhan. Untuk menghapus kecurigaan polisi lebih dalam, sarah pura-pura kehilangan barang berharganya. Sampai-sampai mengerahkan seluruh bodyguard-nya untuk mencari kemana lenyapnya semua benda-benda tersebut. Namun polisi tidak sebodoh yang ia kira. Sebuah bukti dan fakta yang mengejutkan telah menjebloskannya ke penjara. Dengan dakwaan pembunuhan berencana, sarah dituntut menjalani hukuman mati atau di penjara seumur hidup.

sarah terduduk lesu di balik jeruji besi menangisi atas pilihan 13-nya setelah menyadari atas apa yang dipilihnya. Kini hidupnya bergantung pada angka 7, sesuai dengan apa yang ia obsesikan.