Ayat ayat Cin……….(Sialan…….)

•April 14, 2008 • 1 Komentar

Morning Darling………….

Ngomongin cinta pagi-pagi. ada yang bilang gak pas waktunya. Cinta itu enaknya menjelang petang, atau tepatnya malam hari. Tapi whatever waktunya cinta itu seringkali pernah membuatku gila. GILA dalam arti yang sebenarnya. Malahan Cinta itu tak bisa membuat kita menjadi gila dengan tanda kutip.

Dan ngomongin tentang cinta. Ada penggalan kisah yang menyangkut cinta dan nyatanya ini memang ada hubungannya dengan Ayat ayat cinta yang katanya masih booming itu. Walaupun memang usang, tapi kan wajar saja, lha wong ceritanya baru saja ada. Baru saja kualami sendiri di ranah Gresik yang tercinta ini…

Kala itu aku pulang dari rumah makan masakan padang. biasalah explorasi rasa. Nyampe dirumah secara tiba-tiba emak gue menyodorkan sebuah bungkusan plastik kresek hitam.

EMAK GUE

kamu puter ya!!!

AKU

(bingung)

Apa ini?

EMAK GUE

wes ta….Pokoke kamu puter. Aku mau bikin BALI dulu.

AKU

Males ah. Kalo pake nyambi masak.

Kalo niat nonton ya nonton, kalau niat masak ya masak. pilih salah satu.

EMAK GUE

Walah! awakmu iku, isuk-isuk wes ngoceh!!!

(Walah! Kamu itu, pagi-pagi udah berkicau!!!)

AKU

Lha terus aku harus ngomong opo?

Dengan santainya emak gue memilah-milah bumbu dapur yang hendak digunakan untuk membuat Bali ayam.

EMAK GUE

memangnya aku tadi nyuruh kamu ngomong?

aku kan nyuruh kamu muter tuh VCD!!! Apa susahnya sih tinggal muter tok!!!!

AKU

(kaget melihat isi bungkusan kresek)

Walah mak!!! lha koq VCD bajakan. dapet dari mana?

Setelah aku teliti lagi, ternyata VCD bajakannya film AYAT AYAT CINTA.

Ayat ayat cinta

AKU

(ngakak)

Owalah….ini toh biang keroknya!!!

Pasti gara-gara Bulek Rowun ya?? Kasian deh. Ketinggalan jaman.

EMAK GUE

(marah sambil memukulkan pisau daging ke talenan)

Kamu itu ya!!!!!! wong dikongkon nyetel ae kakean lambe!!!!

engkok nek lambemu wes tak eres kanggo masak, ojo nggoleki maneh!!!

(kamu itu ya!!!!! disuruh muter aja kok banyak omong!!!

nanti kalau mulutmu udah ku iris buat masak, jangan nyari lagi!!!)

AKU

(terhenyak oleh suara pisau yang beradu dengan talenan dari kayu)

iyo-iyo. bentar!!

sesekali aku meraba-raba bibirku yang merekah. dalam benakku sempat terucap kata “gila”.

EMAK GUE

Kalo udah mulai, bilang!!! Entar kamu gantiin masaknya!!!

AKU

WHAAAAT?!!!!

EMAK GUE

Entar sore ada arisan. Kayaknya yang dibahas pasti bakalan film itu.

AKU

(memegang remote dan menekan tombol PLAY)

ini lho sudah mulai.

Aku berjalan lemas ke dapur yang memang letaknya berdekatan dengan tempat dimana Televisi berada. Padahal bentar lagi, aku kudu ke warnet. Kalo gak pagi-pagi biasanya tempatnya udah full. Nasib-nasib…..!!!!

Dengan duduk di atas kursi, emak gue menyeruput secangkir teh manis panas.

EMAK GUE

mam!!! suaranya gak kedengeran!!!!

Aku bangkit dan mengambil remote. menaikkan volume suara dan kembali lagi melanjutkan ritual “masakan merah”. Dan emak gue mulai enjoy dengan Ayat-ayat cinta-nya.

Dan gak berlangsung lama………….

EMAK GUE

(teriak)

MAM!!!!! ini daerah mana, koq tempatnya kayak di arab-arab gitu?

AKU

(dengan sabar)

Itu ceritanya di mesir, kan Fahri kuliah di Al-Ashar……

EMAK GUE

Ow, gitu ya? Makanya orang-orang disitu koq pada pake jubah.

Dagingnya kamu iris kecil-kecil aja!!!! entar ada keponakanmu datang.

Atau kamu ke pasar lagi aja, beli ayam setengah kilo.

AKU

(nyeletuk gak nyadar)

enggak ah!!! pasar kan lagi tutup.

EMAK GUE

koq bisa. emangnya ada apa?

AKU

iya. Kan pedagangnya semua lagi nonton Ayat ayat cinta!!!!!

EMAK GUE

Ow….Tau gitu tadi gak usah minjem vcd ini.

Layar tancap-nya emang bisa di puter pagi ya mam?

AKU

Ya Allah….

EMAK GUE

(beranjak bangkit dari kursi)

AKU

MAK!!!! layar tancapnya tuh gak ada. Gak sekarang mainnya!!!! Lagian…….

EMAK GUE

yo wes. lagipula wes terlanjur minjem.

Aku mulai menumis bumbu dan memasukkan ayam ke penggorengan.

EMAK GUE

Ya Allah mam!!!! Ayu bener ya si Aisha!!!

Koq gak di gresik aja!!!

AKU

(bingung dengan apa yang diomongin emak)

Sopo???

EMAK GUE

Aisha.

AKU

ada apa dengan aisha?

EMAK GUE

Ayu!!!

AKU

yo iyo lah! Jenenge ae artis… Dia tuh kan aslinya orang indonesia,

cuman salah satu orang tuanya ada yang jerman.

EMAK GUE

Wong Jerman yaa?!! jerman kan gak jauh beda sama londo(sebutan untuk orang bule)?

AKU

iya juga. emangnya kenapa?

EMAK GUE

tau gitu. dulu waktu ada jamannya londo,

mending dikawin sama orang londo aja.

Biar anak-anakku Ayu-ayu dan ganteng-ganteng.

AKU

didengar bapak gak enak, mak!!!

EMAK GUE

(cuek)

Tapi gak masalah sih, anak-anakku yang enam masih lumayan.

Gak kayak kamu mam, wes terakhir, tinggal sisa, udah item, pendek, gemuk, banyak makan, pokoke komplit min-e(minus-nya).

AKU

Jelek-jelek gini, keluarnya juga dari perut sampeyan!!

EMAK GUE

lhaaa!!! Kalo tau hasilnya sekarang kamu kayak gitu. Mending emak buang dari dulu.

AKU

(emosi)

kenapa gak dibuang?

EMAK GUE

(sambil terus menyaksikan adegan maria bersedih ditinggal kawin fahri)

Sayang. Susah payah ngintil 9 bulan koq udah mbrojol di buang percuma.

Lumayan buat “tolak bala”.

AKU

Lucu!!!

EMAK GUE

Apanya?

AKU

Bukan apa-apa!!!

Aku pun akhirnya menyelesaikan ritual dengan sadis dan penuh amarah. Daging ayam itu terpotong dengan ukuran kecil-kecil. melebihi ukuran kecil biasanya. Selesai berbenah. Cuci tangan dan segera meninggalkan wanita tua yang “manis” itu.

AKU

aku mau keluar dulu!!!

EMAK GUE

kalo Ganti VCD yang satunya bagaimana? Tunggu dulu. Jangan keluar dulu.

Kebetulan ada Mas Fuad datang dengan anak dan istrinya.

AKU

minta bantuan mas fuad aja. aku udah terlambat.

….

Dalam hati, aku ingin cepat pergi. pergi meninggalkan Aisha yang berjuang untuk menyelamatkan suaminya. Itulah film, segala sesuatunya bisa terjadi. Tapi yang kualami adalah nyata. aku berjuang untuk menyelamatkan diriku sendiri. dari apa yang namanya KEBOSANAN. Siapa tau aku bisa menemukan ayat ayat cinta di persinggahanku yang akan ku tuju kala pagi itu.

ROMEO AND JULIAN

•April 10, 2008 • Tidak ada Komentar

ROMEO AND JULIAN

Dua sahabat, bertemu dalam sebuah workshop pembuatan film. Romeo(21) yang terobsesi untuk menjadi penulis skenario handal dan Julian(19) yang ingin sekali membuat film dokumenter. Semenjak perjumpaan itu, keduanya sering bertemu dan membahas berbagai macam hal. Termasuk saling curhat akan jalan hidup mereka yang tampaknya biasa-biasa saja.

Akhirnya, berdua mereka berkomitmen bahwa harus ada perubahan dalam diri mereka. Dengan semangat menggebu mereka memutuskan untuk melanjutkan obsesi mereka masing-masing. Rome dengan skenario-nya dan Julian dengan film dokumenter-nya.

Mereka kemudian jalan sendiri-sendiri untuk memfokuskannya. Dan menyelesaikan misinya masing-masing tanpa ketergantungan. Hampir tiga bulan keduanya tidak saling kabar.

Dan pada hari H-nya, dua pemuda itu bertemu untuk saling mengabari hasil dari “perenungannya”. Romeo sudah menyelesaikan skenarionya yang dia beri judul sementara “Banci salto”. Dan ternyata Julian belum menemukan topik yang pas yang akan didokumenterkannya. Romeo yang kadung percaya dirinya meluap-luap untuk mengantarkan naskah-nya ke PH-PH langsung tak enak hati melihat sahabatnya tidak berhasil menyelesaikan misinya. Namun seketika itu juga dari sikap dan prilaku Romeo, Julian langsung mendapatkan ide yang dirasanya sangat brilian. Buat apa susah-susah mencari obyek, padahal obyek dokumenter sudah di depan mata. Maka dimulai-lah saat itu juga. Julian mendokumenter-kan garis hidup Romeo untuk menjadi penulis skenario. Gaya pengambilan gambar julian yang terbilang ekstrim dan beberapa fakta-fakta yang mengejutkan yang dijumpai romeo saat mengajukan naskahnya ke PH-PH besar maupun yang terbilang masih baru. Dari penolakan yang halus hingga yang kasar bahkan berbuntut pelecehan moral. Liku laku romeo terekam semua kedalam kamera julian. Sampai-sampai julian terlarut dalam emosi romeo yang terdalam. Sempat romeo menyerah, namun julian tetap menyemangatinya. Bahkan tanpa sepengetahuan romeo, julian juga ikut membantu mengirimkan naskahnya ke PH yang belum di datangi romeo. Saking frustasinya, romeo mengakhiri hidupnya dengan terjun dari bangunan gedung tempat dia terakhir ditolak naskahnya. Dalam pikiran julian, bahwa semula romeo hanya pura-pura bunuh diri, namun ternyata benar-benar dilakukan romeo. Lima hari setelah kematian Romeo, Julian mendapat kabar bahwa naskah romeo yang pernah julian kirim ke salah satu PH, siap untuk di teken kontrak. Dengan dalih meneruskan obsesi romeo, julian pun akhirnya menyetujui.

8 bulan kemudian, skenario romeo benar-benar sudah menjadi film. Namun judulnya berganti menjadi “Mr.P. & Mrs.V.”. itupun julian yang mengganti judulnya. Dan diluar dugaan, film itu meledak luar biasa. Begitu juga film dokumenter julian yang diberi judul “Romeo killed by Juliet”, film yang kontroversi dan menjadi sasaran empuk para kritikus film dan paling banyak direquest di beberapa film festival mancanegara. Bahkan akhirnya menjadi satu-satunya film indonesia yang pertama kali masuk nominasi di ajang academy award.

Julian mendadak menjadi selebritas. Ekspos besar-besaran terhadap dirinya membuat julian tidak tahan dan mengalami tekanan mental. Apalagi setelah film dokumenternya di gugat oleh LSM HAM, mengenai sikap julian yang memanfaatkan kematian seseorang untuk popularitas. Bahkan ada yang menyebutkan terdapat konspirasi di balik film dokumenter-nya julian.

Ternyata Julian tanpa romeo tidak bisa berbuat banyak, Tanpa romeo julian bukan siapa-siapa dimatanya sendiri. Julian akhirnya mengakhiri hidupnya dengan meminum pil obat-obatan hingga Over Dosis. Ia dinyatakan tewas di bak mandi di apartement-nya dengan wajah yang tampak ceria dan bahagia.

MOTHER ROYALE

•April 7, 2008 • Tidak ada Komentar

Siang itu ternyata panas. Bener-bener panas. Beruntung gak sampe buka-bukaan, karena masih ada kipas angin yang bisa difungsikan. Apalagi saat itu rumah bener-bener dalam keadaan sepi. Hanya tinggal aku dan emak-ku. Semua anggota keluarga yang lain(yang kebetulan masih membutuhkan rumah) pada ad kepentingan. Jadinya kami berdua memanfatkan moment ini untuk memadu kasih. Saling memandang dan saling menerawang, apa yang hendak kami kerjakan. Jangan gila ah, masak Tragedi dayang sumbi harus terjadi lagi. Tapi kalau dipikir-pikir emak aku gak secantik dayang sumbi. Minimal Liz Taylor aja deh.

Hingga kebingungan tak berujung ini, akhirnya menggerakkan nuraniku untuk menonton DVD film. Sebelumnya aku sempat berunding dengan Liz Taylor wannabe, apa yang dia ingin lihat.

EMAK

Mam, ada gak ya film yang ceritanya tuh anak sekolah yang asalnya baik menjadi jahat?

AKU

(berfikir sejenak sambil menerawang)

ada. Tapi ada sadisnya sedikit.

EMAK

gak masalah. Gak ada porno-nya kan?

AKU

kayaknya gak ada koq.

EMAK

(mengangguk)

yo wes gak apa apa. itu aja.

Dengan tanpa berperasaan, diriku menyodorkan DVD film Battle Royale kepada emak-ku. dia hanya sempat melihat covernya sekilas, lantas dengan menyegerakan diriku untuk segera memutarnya.

Dan show begin……

1 menit………aman.

5 menit……………………aman.

10 menit…………………………….sedkit aman.

dan kemudian

EMAK

iki film opo toh mam?

AKU

film Battle royale…..

EMAK

maksude opo toh?

AKU

katanya film sadis!!!

ya ini!!!!

EMAK

(bingung)

enggak. Lha koq ceritanya kayak begini????

AKU

katanya yang baik menjadi jahat?

EMAK

iya. Tapi jahatnya itu kebangeten!!!

Jahat yang nggak jahat aja, jangan jahat yang sangat jahat!!!!

AKU

walah mak, wes terlanjur!!!!

battle royale

Beberapa menit kemudian……….

EMAK

itu orang cina ya????

AKU

bukan. Itu orang jepang. Bangsanya Doraemon.

EMAK

Lha koq ngono? (lha koq begitu?)

AKU

ngono opone? (begitu apanya?)

EMAK

perasan film Doraemon gak pake bunuh-bunuhan,lha koq yang ini kebacut!!

mosok ono’, arek sekolah dikongkon paten-patenan karo gurune!

(masak ada, anak sekolah disuruh bunuh-bunuhan sama gurunya!)

Biyen wong jepang yo ngono iku nek perang!!! gak dhuwe roso!!!

(Dulu orang jepang ya begitu kalau perang!!! gak punya perasaan!!!)

AKU

walah mak!!! ini kan cuman film. gak beneran.

udahlah tonton aja!!!

EMAK

Kamu tuh ngerti apa!!!

ini tuh film nggak bener. ngajari gak bener.

Aku hanya bisa tertunduk lesu. Mendengar salah satu jebolan LSF yang tidak lulus seleksi.

EMAK

wes pokoke kamu jangan kawin sama orang jepang!!!!

AKU

&^%^$#&*&^%%

(please deeh!!!!)

EMAK (Cont’d)

Ojo-ojo bapake podho karo guru sing nang film iki!!!

(Jangan-jangan bapaknya sama dengan guru yang ada di film ini!!!)

AKU

(kesel)

Wes mak!!!! buyar ae acara nontonnya!!!!!!

EMAK

Ojo!!!! Aku jek penasaran karo arek wedhok iku (noriko)!!!!

(Jangan!!!! Aku masih penasaran sama gadis itu (noriko)!!!!)

AKU

Komentarnya, entar aja kalo filmnya udah selesai……

Emak pun akhirnya terdiam dan meng-awas-kan kedua matanya untuk mengamati darah demi darah yang mengucur dari setiap adegan demi adegan.

dan akhirnya cerita kesadisan itu lebih alami ketika tidak ada celoteh-celoteh gak masuk akal yang bercampur dengan sound di film itu.

Entah naluri apa yang membuat air mata emak-ku mengalir di pipi.

EMAK

wes mam!!! gak usah angan-angan ke Jepang!!! Wes cukup di sini ae!!!

mengelap air matanya yang memang sangat menyayat hati.

EMAK (Cont’d)

Awakmu kalo diculik orang jepang, bakalan nggak ada yang mau nolong.

Lagian kamu gak bisa bahasa jepang kan?

AKU

??????

EMAK

Kalo awakmu mau ke Jepang.

mending gak usah.

Lebih baik tonton aja film Doraemon atau

film setan (sebutan emak aku kalo menyebut film kartun) lainnya.

Langsung seketika jiwa ke-normal-an aku terhenyak. hilang sudah rasa kemanusiaanku. Kuingatkan wanita tua itu untuk bergegas sholat Ashar. lantunan Adzan ashar itupun akhirnya membantu untuk membuyarkan suasana hatiku yang akhirnya kembali bingung.

AKU

ayo mak, aku yang ng-imam-i!!!!!!

Ya Allah. Jauhkan kami dari amarah dan bahaya. Lindungi kami dari ganggauan-gangguan yang senantiasa datang tuk menguji. Amin!!!

Susahnya jadi AKTOR

•Maret 26, 2008 • 1 Komentar

SUSAHNYA JADI AKTOR

Jumat malam, pulang dari Pakuwon Trade Center. tampak lelah gak ketahan. Pingin rasanya tidur nyenyak. tetapi keadaannya lain. aku harus meneruskan jalur hidup dengan mencampur adonan jajan. Kebetulan malam itu harus ada 120 biji pastel yang sudah siap diambil besok paginya jam 6. Otomatis harus begadang agar pastel tak basi di tengah jalan. semuanya berjalan dengan lancar. kebetulan TV dirumah sedang asyik-asyiknya menyala. Emak-ku juga asyik pencet-pencet remote dan gak taunya nyanggong di channel bernomor 2. tepat jam 9.30 malam, tayangan di channel itu menampilkan sebuah film yang ternyata di pas-kan dengan tema hari itu juga yaitu paskah. Passion of the christ.

Christ2

film yang sangat kristen banget. Dan dari awal ternyata mripat emak gue jatuh hati dengan film ini. walaupun dari awal emak sudah tau ini film apa, dan bergenre apa. akhirnya, terjadilah perbincanganku dengan emak gue.

Christ01

 

EMAK GUE

Mam, itu orang koq mau-maunya di paku ya?

GUE

(sambil meremas-remas adonan)

Enggak, itu cuman bohong-bohongan!

EMAK GUE

tapi koq ada darahnya…..

mata emak gue menatap miris ketika melihat tokoh utama sedang dipaku di kayu salib.

EMAK GUE(Cont’d)

Coba kamu liat, bener kan ada darahnya!!!

GUE

Ya Allah Maaak!!!! itu tuh cuman bohong-bohongan.

darahnya juga darah bohongan.

palsu….!

EMAK GUE

(Cuek dengan omongan gue)

kasian ya, orang itu…. dibayar berapa ya mau di paku kayak gitu….?

GUE

Maaaaaaaaaaaak!!!! itu cuman film. Bukan beneran!!!

EMAK GUE

(masih tetep cuek)

Pasti mahal tuh bayarannya……

GUE

(meremas erat adonan yang sudah mulai pulen)

iya…..mahal. Karena buat biaya berobatnya juga.

EMAK GUE

(manggut-manggut)

mmmmm….berarti benerkan kalo orang itu bener-bener dipaku!!!

GUE

iya…bener. kalo gak salah orang itu juga bakalan mati.

jadi orang itu gak bakalan nerima bayaran.

aku pikir emak gue bakalan selesai ngomongnya. dan ternyata…

EMAK GUE

(penasaran)

Lha…kalo gitu yang nerima bayarannya siapa entar? emaknya?

sumpah, gue gak mau denger hal itu.

EMAK GUE(Cont’d)

Mam, kamu nggak nyoba jadi artis, bayarannya gedhe kan???

GUE

…%&$#%$#^&

dan dengan berat hati, aku pergi ke kamar mandi. membenamkan kepalaku ke bak mandi dan berteriak……aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaargh!!!!!!!

Dan malam itu aku meneruskan lintingan pastel dengan tangan “berdarah-darah”.

The Djin’s Choice

•Maret 14, 2008 • Tidak ada Komentar

The Djin’s Choice 

Gempar, Lingga(37) seorang pedagang emas di pasar tiba-tiba mendapati anaknya Gilang(4) dalam keadaan “disunat”. Mengingat gilang belum disunat semenjak lahir. Sesuai dengan wasiat mendiang ibunya gilang. Bahwa gilang harus disunat ketika sudah duduk dikelas empat SD. Melihat kenyataan bahwa gilang masih umur 4 tahun dan mulai masuk di playgroup, membuat lingga kalang kabut. Gilang-pun ketika ditanya lingga siapa yang telah “memotong pipis”nya, jawabnya hanya “mbah putri…..mbah putri…..” berulang ulang.

Lingga yang sudah ditinggal istrinya sejak 3 tahun yang lalu, tampak kalut. Dia merasa telah mengkhianati wasiat istrinya. Semua merasa hampa bagi lingga. Dia menyalahkan keadaan. Bahkan dia tidak bisa menerima kondisi Gilang saat ini. Namun bagaimanapun juga lingga yang dulunya seorang santri, akhirnya tersadar bahwa kejadian ini ada kaitannya dengan Nenek Gumira(50), yang biasa dipanggil mbah putri oleh gilang. Bagaimanapun juga, nama yang pertama kali disebut oleh gilang adalah nama neneknya.

Lingga pun akhirnya menghubungi sang nenek. Ibu kandungnya. Ternyata nenek Gumira tidak tahu menahu soal kejadian yang menimpa gilang. Akhirnya orang tua Lingga datang ke rumah lingga untuk melihat kondisi gilang.

Ternyata prediksi nenek gumira benar. Bahwa gilang telah di sunat jin. Antara percaya dan tidak percaya, lingga sebenarnya tidak mau menjurus ke dalam situasi seperti itu. Namun pada akhirnya dia pasrah (walaupun dalam hatinya menolak). Sesuai dengan adat jawa, nenek gumira langsung membuat bubur merah dan dibagi-bagikan ke tetangga. Meminta doa dan keselamatan. Pada waktu membuatnya pun sang nenek juga menyelipkan semacam do’a atau orang jaman dahulu menyebutnya mantra. Kakek gumira(55) hanya bisa memeluk Gilang yang sempat terbawa bingung melihat kelakuan ayahnya. Hubungan yang erat antara kakek gumira dan gilang memang sudah terlihat sejak gilang lahir. Sang kakek sangat menyayangi gilang. Sebenarnya pun kakek gumira juga sudah merasakan firasat, namun ia berusaha untuk menutupinya. Bagaimanapun juga tidak ada salahnya jika tiba-tiba gilang ada yang “menyunatnya”.

Lingga akhirnya berusaha untuk menerima keadaannya itu dan mencari titik aman dengan menghubungi guru ngajinya dulu semasa kecil. Yaitu pak Ridwan. Seorang ustadz dan guru ngaji yang seingat Lingga dulu sering menangani hal-hal di luar nalar.

Lingga mencoba mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang kejadian yang dialami anaknya. Ternyata pak ridwan memberikan informasi yang lebih. Melebihi informasi yang diinginkan Lingga.

Bahwa kota tempat lingga tempati adalah merupakan titik temu dan berkumpulnya jin-jin sakti dari berbagai daerah. Terlebih lagi gunung prapen. Kerajaannya para jin. Setiap beberapa tahun sekali selalu ada unjuk kesaktian oleh para jin di daerah keramat itu. Karena jin di daerah tersebut mayoritas islam, maka adu ilmu pun tidak menyalahi aturan islam. Yaitu meng-khitan instan. Dan dari jaman dulu hingga sekarang peristiwa itu masih saja berlangsung. Kenapa yang dipilih adalah anak-anak, karena mereka adalah yang terpilih. Dan sudah ada dalam daftar “perhitungan” mereka. Jadi jangan heran, jika yang mengalami hal seperti gilang lebih dari 5 anak yang menyebar di daerah sini. Semuanya terjadi berturut-turut dan kesemuanya masih anak-anak.

Pak ridwan menjelaskan dengan seksama. Dan menyarankan kepada Lingga agar bisa menerima takdir. Dan semua itu harus disyukuri. Bagaimanapun juga tidak ada yang salah dengan disunat jin.

Pak ridwan juga mengingatkan, kadang ada juga kejadian seorang anak yang sempat disunat jin, namun keesokan harinya mendadak kembali utuh normal. Usut punya usut ternyata si orang tua tidak menginginkan anaknya disunat jin. Dan yang terjadi berikutnya dikemudian hari, sang anak menjadi “terbelakang mental”. Ada yang bilang itu adalah ulah sang jin yang merasa kesaktiannya tidak diakui oleh para jin yang lain. Apabila sang jin yang bersangkutan menyalahkan anak “pilihan”, tak ayal jin tersebut menuntut balas dan bisa jadi si anak itu akan mendapat ‘celaka’.

Bersyukurlah lingga yang menyadari bahwa tindakan ibunya, bisa menyelamatkan gilang. Lingga akhirnya mengambil libur tidak bekerja selama seminggu guna menghabiskan waktu bersama gilang. Dia juga sempat menggelar acara aqiqah buat gilang.

15 hari kemudian.

Tiba-tiba lingga mendapati anaknya sudah tidak ada di playgroup. Padahal lingga bermaksud untuk menjemputnya. Setelah ditanya-tanya kepada beberapa orang yang berada di playgroup, ternyata ada seorang kakek-kakek yang membawa gilang pulang. Sebelumnya gilang meminta guru pembimbingnya untuk diantar pulang. Tetapi tidak diperbolehkan. Lantas gilang menangis, dan disaat itulah ada kakek yang menjemputnya dan mengantar gilang pulang. Dan kelihatannya sang kakek misterius itu kenal dekat dengan gilang.

Mendengar cerita itu, lingga langsung bergegas kerumah kakek gumira. Sesampainya disana, lingga mendapati gilang sudah ada dipelukan kakek yang sudah meninggal dunia beberapa menit yang lalu. Gilang menangis sesenggukan memanggil-manggil nama “mbah kakung”. Lingga lemas. Dan tidak berdaya. Nenek gumira yang baru datang dari pasar pun langsung histeris dan kaget. Karena tidak ada tanda-tanda atau sakit sebelumnya.

Lingga masih bingung dengan kejadian yang dialami gilang sekali lagi. Bagaimana dia bisa sampai rumah kakeknya, siapa yang menjemputnya.

Setelah berkonsultasi dengan pak ridwan. Bahwa rupanya yang menjemput gilang waktu itu adalah roh pelindung kakek gumira. Yang menyamar menjadi kakek gumira. Adapun tujuannya menjemput gilang adalah karena itu adalah keinginan kakek gumira sendiri menjelang ajalnya untuk bertemu gilang yang ke-terakhir kalinya. Dan sekalian menyerahkan roh pelindung yang selama ini menyertai kakek gumira ke gilang. Lingga hanya bisa pasrah. Dan berdoa semoga keselamatan dan kebahagiaan selalu menyertai dia dan keluarganya.

Maaf, Saya Tidak Akan Menghamilimu Lagi!

•Maret 8, 2008 • Tidak ada Komentar

Maaf, saya tidak akan menghamilimu lagi!

Sebuah skenario film pendek

FADE IN

Sc.01 INT. HUTAN – SIANG

BARGOWO (45) melihat ke atas mencari-cari monyet yang diinginkannya. Sementara WITO (48), sang anak buah membuntutuinya dari belakang sambil membawa kerangkeng kecil yang masih kosong.

Muncul tulisan (SUBTITLE):

Hutan Merawan, Jember.

Senin, 13 Maret 2000.

13.13 WIB

BARGOWO

(memandang ke atas)

Wit!! Kalo begini ceritanya, sampai kiamatpun kita nggak bakalan dapat-dapat.

WITO

(gugup)

lha bagaimana lagi bos! Lha wong nyari monyet pinter saja mesti harus telaten, apalagi ini!

wito memungut sebatang ranting kecil di sampingnya.

BARGOWO

Ya lihat saja wit, mungkin kelakuannya berbeda dari monyet yang biasanya.

WITO

(menggigit ujung ranting)

Kelakuan yang bagaimana bos?!

BARGOWO

Ya…..yang ga biasanya. Mungkin kalo yang normal makannya daun ato biji-bijian, bisa jadi yang idiot ini makannya kayu ato bisa jadi batu.

WITO

Tahu dari mana bos, kalo monyet idiot makannya kayu?

Bargowo memandang wito yang mulai asyik menemukan ranting kayu yang mulai di kunyahnya. Kemudian wito sadar kalau dirinya terlihat seperti memakan kayu.

Bargowo melihat-lihat atas pepohonan yang sepi tidak ada monyetnya sama sekali. Wito turut mengamati dan tampak serius.

WITO

(serius)

Bukannya saya nggak yakin, cuman koq nggak sreeg aja ya bos!

BARGOWO

Sudahlah!!! Monyet bukan tuhan, dan kamu nggak perlu repot-repot untuk meyakininya.

WITO

Tapi bos?!

FADE TO BLACK

Sc.02 INT. HUTAN – SIANG

MONTAGE – seisi hutan, semut berbaris, rusa memamah rumput, ular bergelantungan di dahan besar, burung-burung berkicau bersahutan hingga monyet-monyet yang bergelayutan. (suara tabuhan genderang seperti di film tarzan) Yang melatar-belakangi CREDIT TITLE. Sampai penyebutan nama sutradara

FADE OUT / FADE IN

Sc.03 INT. HUTAN – SIANG

Bargowo dan wito duduk-duduk di bawah pohon besar. Keduanya tampak kelelahan.

WITO

Kayaknya nggak ada bos!

Bargowo mengangguk pelan.

WITO

(Cont’d)

tapi apa nggak bisa diakali bos?!

Bargowo menatap wito seakan menunggu keterangan selanjutnya dari wito.

WITO

(Cont’d)

begini bos. Bos kan tau sendiri, nyonya tuh orangnya kayak gimana.

BARGOWO

Maksudmu wit?!!

WITO

Sorry ya bos, bukannya menghina nyonya, apa benar, nyonya bisa membedakan mana monyet yang normal dan yang idiot?

Bargowo mengernyitkan dahi

(Cont.d)

Lha wong bos yang sarjana bingung, apalagi nyonya yang….

Wito menggaruk-garuk kepalanya sambil tersenyum nyindir.

Bargowo memegang kerangkeng lalu mengangkatnya.

BARGOWO

Wit! Kalau caranya begitu, kenapa juga saya mesti jauh-jauh datang kemari, lebih baik berburu di pasar gelap. Pasti dapatnya. Yang idiot mungkin banyak. Kayak kamu.

WITO

Bos bisa saja!

Bargowo melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 2. wito ikut melihatnya.

WITO

Ada apa bos?

BARGOWO

Nggak ada cara lain wit! Kalo begini terus, ntar kita yang dianggapnya monyet idiot. Kalo kamu sih nggak masalah.

WITO

(sedikit kesal)

sekarang kita kemana?

Bargowo menyerahkan kerangkeng pada wito. Keduanya beranjak berdiri dan meninggalkan hutan itu.

(Point of View BURUNG YANG BERTENGGER DI POHON YANG TINGGI) - ZOOM OUT: bargowo dan wito berjalan meninggalkan hutan.

BARGOWO (VO)

Kita makan dulu.

WITO (VO)

Memangnya disini ada yang buka warung bos?

Bargowo diam tak menjawab. Wito membuntuti bargowo yang berjalan cepat sambil tergopoh-gopoh karena membawa beban yang cukup banyak.

WITO (VO)

kita kemana sih bos?

Bargowo tetap diam tak memberi respon.

WITO (VO)

Bos marah ya??

Wito mencoba untuk membalap laju jalannya bargowo untuk bisa melihat wajahnya bargowo, namun tidak bisa karena kalah cepat.

Hingga tak sadar wito jatuh tersungkur. Barang-barang yang di bawanya berhamburan ke udara.

Bargowo semakin mempercepat langkahnya.

Wito memungut kembali barang bawaannya.

WITO (VO)

Bos tunggu bos!!

Bargowo menoleh ke arah wito sepintas. Kemudian ia menghilang di balik semak-semak.

WITO (VO)

(berteriak)

BOOOOOOSSS!!!!!!!!!

FADE TO

Sc.04 EXT. TERAS RUMAH BARGOWO – SORE

ASTRID (30) memandangi seekor makhluk berbulu di dalam sangkar. Sesekali monyet itu menjerit-jerit. Hingga lama kelamaan diam dengan sendirinya. Astrid semakin tajam menatap mata monyet itu. Sangat dekat

(CU. Mata astrid yang terperangah heran)

bargowo hanya bisa melihat ulah istrinya dari belakang. Sementara si wito hanya bisa melongo.

Astrid melambaikan tangannya ke bargowo seraya untuk segera mendekatinya.

Bargowo berdiri di samping astrid

BARGOWO

(berbisik)

ada apa?

ASTRID

(berbisik dan tetap fokus pada monyet)

Kamu yakin?

BARGOWO

(berbisik dan setengah gugup)

iya.. aku yakin. Kenapa?!

Dari jauh wito menyorongkan kepalanya kepingin tahu apa yang dibicarakan.

ASTRID

(berbisik sambil mengernyitkan dahi)

Aku koq nggak begitu yakin!

Wito menutup mulutnya. Seakan-akan dia pernah mengucapkan kalimat itu.

BARGOWO

(berbisik+meremas-remas tangannya)

bener koq, ini sama seperti yang kamu mau.

Astrid mundur perlahan kebelakang. Di ikuti bargowo.

BARGOWO

Apa kamu nggak takut ada apa-apa dengan bayimu nanti?

Bargowo memeluk astrid dari belakang sambil mengelus perut astrid yang membuncit.

Astrid geleng-geleng kepala.

ASTRID

Justru kalo ini nggak kamu turuti, mungkin aku takut terjadi apa-apa pada bayiku.

Astrid mengelus perutnya bersama dengan bargowo.

WITO

Ehem!! Kayaknya semua urusan sudah selesai. Jadi saya pergi dulu. Kalo ada apa-apa…

BARGOWO

(tersinggung)

ya sudah, pergi sana.

Bargowo mengusir wito

BARGOWO

(Cont’d)

sekalian kamu suruh Aji untuk kirim barang secepatnya. Stok-nya sudah hampir habis.

Wito tak menjawab. Hanya berlalu begitu saja dan menuju ke mobil sedan yang diparkir di garasi.

BARGOWO

Setelah ini monyetnya diapakan?

ASTRID

Terserahlah. Dilepas juga nggak apa-apa. Tapi jangan dilepas di sini.

BARGOWO

Kalo boleh tahu, maksudnya kamu menyuruh aku nyari monyet idiot ini sebenarnya untuk apa?

Astrid mengangkat bahunya. Dengan kemudian bargowo melepas pelukannya dan membalikkan badan astrid.

BARGOWO

(heran+meniru mengangkat bahu)

maksudnya apa begini?

Bargowo menirukan astrid yang mengangkat bahunya.

ASTRID

Ya nggak tahu.

BARGOWO

Setidaknya kan ada alasannya?!!

ASTRID

Tapi kalo aku nggak tahu, masak di paksa harus tahu!

BARGOWO

(sedikit keras)

Bukan gitu. Maksud aku, dari mana kamu bisa-bisanya kepikiran untuk menyuruh aku mencari monyet! Harus idiot pula!!

Astrid menunduk.

Bargowo lantas memeluk astrid tak tega karena telah berbicara keras padanya.

BARGOWO

(lirih)

maafkan aku!

ASTRID

Sebenarnya semua ini terlintas begitu saja. tidak ada maksud apa-apa.

Bargowo semakin erat memeluk astrid sambil membelai rambut astrid yang panjang.

ASTRID

Tapi ada satu hal yang membuat aku bingung sampai detik ini. Dari mana kamu tahu kalau monyet itu idiot?

Bargowo kebingungan menjawabnya. Hanya bisa memandangi monyet idiot yang lompat-lompat di dalam sangkar.

FADE OUT.

Sc. 05 EXT. TEMPAT PARKIR SUATU MALL – DAWN

Muncul tulisan (Subtitle):

2 tahun kemudian

CUT / DISSOLVE TO:

Sc. 06 INT. MOBIL SEDAN – DAWN

(point of view bargowo) Wito berjalan terburu-buru keluar dari mall sambil membawa bungkusan tas belanjaan. Dan segera masuk ke dalam mobil.

WITO

(nafas tersengal-sengal)

semuanya beres! Tapi…saya nggak bisa membayangkan, seperti apa tampang bos nantinya?

Wito merasa sangsi. Sementara bargowo melihat-lihat isi bungkusan.

BARGOWO

CD lagunya?

WITO

(menepuk keningnya)

waduh bos!! Saya lupa!

Wito keluar mobil. Belum sempat keluar, bargowo sudah memeganginya.

BARGOWO

Nggak perlu wit! Kayaknya CD ini sudah cukup.

Bargowo memilah-milah CD koleksi wito di laci dashboard, dan mengambil CD album disko dangdut.

Wito masuk ke mobil dan menutup pintu.

WITO

Ya sudah bos kalau begitu.

Wito mulai menjalankan mobilnya.

WITO

Bos! Saya jadi penasaran kepingin melihatnya.

Bargowo hanya menatap tajam wito penuh ancaman.

(Ext. Tempat Parkir Suatu Mall). ZOOM OUT: Mobil bargowo melaju dan meninggalkan tempat itu. Di selingi tawa dari Wito yang menggoda bos-nya.

FADE TO

Sc. 07 EXT. TERAS RUMAH BARGOWO – DAWN

Mobil terparkir di pinggir jalan. Wito mengusung barang belanjaan ke dalam rumah. Selesai mengusung, wito keluar rumah sambil menggendong MITHA (2)(yang diketahui anak dari bargowo dan astrid) yang menempel erat. Sementara bargowo dan astrid membuntutinya dari belakang.

Astrid mencium kening mitha saat berada di depan pagar rumah. Namun saat bargowo hendak mencium, tangan mitha langsung menonjok wajah ayahnya keras. Hingga sontak Bargowo kaget kesakitan. Mitha tertawa. Di sambung wito. Di tambahi astrid. Dengan kesal bargowo “mengusir” tangan kanan dan anaknya.

Wito menuju ke mobil dan segera berlalu. Bargowo dan astrid masuk kedalam rumah.

CUT TO

Sc. 08 EXT/INT. RUMAH BARGOWO – MALAM

CAMERA MOVEMENT FOLLOWING SUBJECT - Bargowo memasang gembok pada pagar rumah. Kemudian masuk rumah mengunci pintu serta jendela dan menutup semua tirai. Sehingga jalan keluar-masuk rumah dalam keadaan terkunci.

MOVE TO: Astrid berpapasan dengan bargowo lantas menyerahkan bungkusan padanya.

CLOSE SHOT: Astrid mengelus perutnya.

MOVE TO: bargowo kesal dan segera masuk ke dalam kamar. Diikuti astrid dari belakang. Dan belum sempat masuk, pintu kamar sudah ditutup.

ASTRID

Ya sudah! Kutunggu di ruang tamu!!

Bargowo tidak menjawab.

FADE TO BLACK.

Sc. 09 INT. RUANG TENGAH – MALAM

Alunan lagu disko dangdut menghiasi seisi ruangan (melatari selama scene ini). Astrid meletakkan segelas es jus jeruk di meja tamu. Kemudian duduk di Sebuah sofa yang panjang. Sesekali mencoba mencari posisi yang nyaman.

Astrid beranjak dari duduknya dan menuju ke alat pemutar cd untuk mengeraskan volume-nya. Dirasa pas, astrid kembali ke duduk di sofa. Mencoba meraih majalah yang ada di meja. Namun segera-nya di kembalikan lagi.

Hendak mengambil gelas, tiba-tiba astrid menjerit setelah melihat seseorang berdiri di sudut ruang.

MOVE TO: Bargowo menggunakan kostum dari kulit berwarna hitam mengkilat. Seperti yang biasa dijumpai di film-film porno bergenre hardcore. Bargowo tampak malu-malu namun sedikit percaya diri. Bargowo lantas menuju meja tempat astrid menaruh gelas.

Dengan refleks astrid langsung mengambil gelas jus-nya dan kemudian menyapu semua benda yang berada di atas meja hingga berserakan ke lantai.

Bargowo berdiri di atas meja sambil sesekali meringis malu.

ASTRID

Goyangnya mana?

Bargowo pelan-pelan menggoyangkan pinggulnya. Tampak kaku dan dipaksakan.

MOVE TO: Astrid menyiul dengan menggunakan tangan kanan, sementara tangan kirinya mengelus perutnya yang buncit.

ASTRID

(berteriak)

I LOVE YOU!!!

CUT TO:

Sc. 10 EXT. RUMAH BARGOWO – MALAM

Siluet seseorang (yang pada akhirnya diketahui sebagai PATREM(60) mertua bargowo) berdiri di luar depan pagar.

EXTREME CLOSE UP: sebuah tangan yang mengeluarkan beberapa kunci yang ditali menjadi satu. Memilah-milah kunci dan mendapatkan satu kunci. Kemudian tangan itu meraba-raba gembok pagar dan memasukkan kunci.

CUT TO:

Sc. 11 INT. RUANG TENGAH – MALAM

Masih dengan sound-latar musik disko dangdut. Bargowo sudah tidak risih dan malu. Astrid menyoraki suaminya. Bargowo sudah tidak terlihat kaku lagi.

ASTRID

(keras)

Mana janjinya?!!

Bargowo memberi isyarat jempol pada astrid tanda menyetujuinya.

CUT TO:

Sc. 12 EXT. RUMAH BARGOWO – MALAM

Siluet seseorang berjalan setapak menuju ke pintu rumah.

EXTREME CLOSE UP: langkah kaki yang rapuh tapi tegas.

CUT TO:

Sc. 13 INT. RUANG TENGAH – MALAM

Masih dengan sound-latar musik disko dangdut. Bargowo melepaskan rangkaian kulit hitam yang membalut badannya. Hingga tersisa celana dalam kulit serta asesoris yang membungkus lutut serta kedua kakinya. Sesekali astrid menepuk bokong bargowo. Bargowo membalas dengan mimik wajah kaget yang dibuat-buat hingga terkesan binal.

Sc. 14 EXT. RUMAH BARGOWO – MALAM

EXTREME CLOSE UP: langkah kaki yang rapuh tapi tegas itu akhirnya sampai didepan pintu.

EXTREME CLOSE UP: tangan yang mencoba membuka pintu, namun tidak bisa. Lantas hendak mengambil kunci dari dalam tas, namun tidak jadi.

CLOSE UP: kali ini hanya kepalanya saja yang tidak terlihat, sehingga jelas bahwa seseorang itu adalah seorang wanita yang kemungkinan di atas 50 tahun. Wanita itu berjalan mengitari rumah dan menuju ke halaman belakang. Maksudnya lewat pintu belakang.

CUT TO:

Sc. 15 INT. RUANG TENGAH – MALAM

Masih dengan sound-latar musik disko dangdut. Bargowo meminta gelas yang dibawa astrid kemudian menyiramkannya ke tubuhnya. Astrid melihatnya gemas sambil teriak-teriak.

CUT TO:

Sc. 16 EXT/INT. RUMAH BARGOWO – MALAM

CAMERA MOVEMENT FOLLOWING SUBJECT – sekarang seseorang itu tampak keseluruhan namun dari punggungnya saja. seorang wanita tua yang kelihatannya masih mengikuti mode dan modern look-like. Menuju ke pintu. Mengeluarkan kunci pintu belakang. Kemudian membuka pintunya.

EXTREME CLOSE UP: tangan wanita itu membuka gagang pintu.

CUT TO:

Sc. 17 INT. RUANG TENGAH – MALAM

Masih dengan sound-latar musik disko dangdut. Angle-camera di belakang astrid, sehingga bagian vital bargowo terhalang. Tampak bargowo melepas celana dalamnya. Astrid berteriak histeris.

MOVE TO: Angle-camera di belakang bargowo, tampak punggung bargowo yang basah meliuk-liuk dangdut dengan disaksikan astrid didepannya. Bargowo memutar-mutarkan celana dalamnya ke atas seperti cowboy.

CUT TO:

Sc. 18 INT. RUMAH BARGOWO – MALAM

CAMERA MOVEMENT FOLLOWING SUBJECT – wanita itu menutup pintu kemudian menyusuri lorong di dalam rumah. Sesekali menutup telinganya(samar-samar bunyi suara lagu disko dangdut mulai terdengar). Wanita itu dengan tanpa beban langsung ngelonyor ke ruang tengah ke sumber suara berasal.

CUT TO:

Sc. 19 INT. RUANG TENGAH – MALAM

Masih dengan sound-latar musik disko dangdut. Badan bargowo terhalang sofa tempat astrid duduk. Hanya tampak bagian pusar keatas.

MOVE TO:

CLOSE UP: wajah astrid yang tertawa girang.

dan tanpa sengaja dia menoleh ke arah kiri dan langsung terdiam

MOVE TO: Bargowo yang heran melihat astrid, spontan ikut melihat apa yang di lihat astrid. Dan akhirnya secara perlahan bargowo menghentikan goyangannya.

MOVE TO: Di sudut ruangan. Patrem berdiri terdiam. Dan melongo. Tas yang sedari tadi di bawanya terjatuh.

CAMERA MOVEMENT FOLLOWING OBJECT langkah patrem yang lunglai ke belakang camera BLURRED yang akhirnya roboh ke belakang pingsan.

FADE TO BLACK

BLACK FRAME masih dengan sound-latar musik disko dangdut. 30 detik kemudian berhenti.

DISSOLVED TO: astrid dan bargowo membangunkan patrem di atas sofa.

BARGOWO

(Pada astrid)

Ibumu nggak apa-apa??

ASTRID

Nggak tahu.

BARGOWO

Terus bagaimana?

ASTRID

(menggoyangkan wajah patrem)

Bu, bangun bu!!!

BARGOWO

(memotong)

bu, sadar bu!

Tampak patrem sedikit tersadar.

ASTRID

Bu! Jangan diam saja bu. Katakan sesuatu!

Patrem mulai sadar.

ASTRID(Cont’d)

Katakan sesuatu bu!

PATREM

(lemas)

Sesuatu.

Astrid dan bargowo saling memandang, dan tersenyum. Saat itu juga patrem menatap bargowo dan segera mencakar-cakar wajahnya.

PATREM

(brutal+membentak)

Lain kali kalau ibu ngelihat kamu gondal-gandul lagi, tak iris-iris.

Bargowo kesulitan menahan aksi mertuanya yang kalap. Sementara astrid mencoba menenangkan ibunya.

FADE TO BLACK:

Sc. 20 INT/EXT. TK TUNAS BANGSA – PAGI

Di dalam kelas, tampak keributan normalnya anak TK. SALMA(37) bu guru yang menjadi wali kelas itu tampak sibuk menulis di papan tulis, seakan sudah kebal dengan murid-muridnya yang rame.

Muncul tulisan (SUBTITLE):

TK TUNAS BANGSA, SURABAYA.

KAMIS, 20 September 2007.

09.45 WIB.

Beberapa detik kemudian ada WATI(30),guru lain yang menghampirinya dengan tergesa-gesa dan sepertinya mengabarkan salma untuk segera meninggalkan kelas karena ada semacam rapat dadakan yang dibicarakan dengan kepala sekolah. Dan wati yang menggantikan posisinya.

Selama percakapan kedua guru(hanya adegan dialog tanpa suara) terdengar jeritan-jeritan dan tangisan dari anak-anak perempuan. Sementara yang laki-laki ada yang tertawa

CLOSE UP: wati menoleh ke arah sumber suara dan seketika juga ekspresi wajahnya berubah kaget.

WATI

(gugup berusaha tenang)

Ya sudah bu! Ibu sebaiknya segera menuju ke ruang kepala sekolah saja. sudah ditunggu dari tadi.

SALMA

Baiklah.

Salma tampak menuding seseorang.

SALMA(Cont’d)

Amankan biang keroknya bu!

Wati mengangguk dan membiarkan salma meninggalkan ruang itu.

CAMERA MOVEMENT FOLLOWING SUBJECT – wati menghampiri sumber suara jerit dan tangis itu.

MOVE TO: BUGI(5)(yang akhirnya diketahui anak dari bargowo dan astrid)memelorotkan celananya dan memamerkan “isi”nya kepada semua murid wanita. Yang mengakibatkan semua murid perempuan bergerombol di sudut ruang dengan jerit dan tangis ketakutan.

Sesaat sebelum wati mengamankan bugi, ada seorang pria(yang ternyata bargowo) yang tiba-tiba nyelonong masuk

(Selama dialog jerit dan tangis masih menggema)

 

BARGOWO

Permisi bu!

Wati sempat kaget, dan segera berbalik.

WATI

Ada apa pak?

BARGOWO

Anu bu! Mau…!!

WATI

(mencuri pandangan ke arah bugi)

Iya pak! Ada apa?

Bargowo menatap bugi seakan-akan gemas dan malu.

BARGOWO

(menunjuk bugi)

itu…..

wati bingung dengan sikap bargowo.

WATI

Kenapa pak dengan dia?

Bargowo pelan-pelan menghampiri bugi yang masih asyik dengan atraksinya. Sambil menunjuk-nunjuk bugi.

Wati ikut menghampiri bugi.

WATI

(keras+pada bugi)

hei! Anak nakal!

Bugi tidak mempedulikannya bahkan malah tertawa.

BARGOWO

Bugi!!

Bugi lantas menoleh ke arah bapaknya.

WATI

Jadi ini anak bapak?

Bargowo menangkap bugi dan dengan segera membenarkan posisi celana bugi.

BARGOWO

Iya bu! Maaf!

WATI

Jadi anda bapaknya?!!

BARGOWO

(mengangguk+malu)

iya.

Dengan insting guru, Wati lantas segera memerintahkan anak-anak perempuan untuk kembali ke tempat duduknya masing-masing.

BARGOWO

Maaf bu, sebenarnya saya kesini mau menjemput dia, karena ada keperluan keluarga.

Wati mengatur kursi dan bangku.

BARGOWO(Cont’d)

Jadi saya minta izin untuk membawa bugi pulang

Wati kembali fokus pada bargowo.

WATI

Ooh. Baik pak. Silahkan. Nanti saya sampaikan pada bu salma.

Bargowo menggandeng tangan bugi.

BARGOWO

Terima kasih bu! Permisi.

Wati mengangguk dan kemudian bargowo meninggalkan kelas.

CAMERA MOVEMENT FOLLOWING SUBJECTS – bargowo yang menggandeng bugi berjalan dengan tergesa-gesa. Menyusuri koridor-koridor hingga akhirnya sampai keluar sekolah dan menujupinggir jalan hendak menyeberang. Bargowo kemudian menggendong bugi.

(Point of View MOBIL) bargowo menyeberang jalan menuju ke tempat sebuah mobil yang di parkir di seberang.

Bargowo membuka pintu mobil untuk bugi dan kemudian dia sendiri masuk ke mobil dan segera meninggalkan tempat itu dengan tancap gas.

CUT TO:

Sc. 21 EXT: SLB HARAPAN ANDA – PAGI

Wito berdiri didepan pagar dengan menggandeng tangan Mitha(7). Mitha menyingkap-nyingkap roknya, melompat-lompat, geleng-geleng kepala. Dan menyanyikan lagu aneh.

MITHA

(nada tidak jelas)

Ting-ting pa-pa

Selama scene ini, mitha terus bernyanyi ting-ting pa-pa

Wito berdiri menunggu seseorang tampak badannya bergerak akibat hentakan mitha yang asyik melompat-lompat sambil “bernyanyi”.

(POV wito) sebuah mobil berhenti tak jauh dari tempat wito berdiri.

Wito dan mitha segera menghampiri mobil itu. Bargowo keluar dari mobil dan segera menggandeng tangan mitha lalu menuntunnya masuk ke mobil di kursi tengah. Secara bersamaan, wito mengambil alih posisi mengemudi.

(POV seseorang)Kemudian mobil berjalan meninggalkan sekolah itu.

FADE TO

Sc. 22 EXT.ROOFTOP RUMAH BARGOWO – PAGI

CAMERA MOVEMENT Tampak jemuran yang menghiasi tempat itu melambai-lambai tertiup angin. Menyibak-nyibak pakaian yang dijemur, ada pakaian anak, selimut, sprei putih, baju dewasa dll…. hingga pada sibakan terakhir…

EXTREME CLOSE UP: mata astrid yang terpejam, rambutnya sudah tidak panjang lagi, model demi moore di film ghost.

ZOOM OUT:Posisi duduk mengangkang dikursi dengan perutnya yang sekali lagi membuncit. Di tangan kanan memegang sebilah pisau dapur sementara tangan kirinya memegang henfon.

Sesekali astrid melihat henfon-nya. Jam menunjukkan pukul 11.00, dan tak ada reaksi nada panggil ataupun SMS, astrid memejamkan matanya lagi.

CUT TO:

Sc. 23 INT. MOBIL BERJALAN DI JALAN RAYA – SIANG

Bargowo dan wito tampak tegang. Sementara mitha masih asyik menyanyikan “ting-ting Pa-pa”, dan bugi berdiri di atas kursi sambil menelanjangi diri dan menempelkan kemaluannya ke jendela yang tertutup.

Bargowo tidak mempedulikan anak-anaknya.

BARGOWO

Wit! Bisa lebih cepat.

WITO

(gugup)

lebih cepat ke kuburan atao ke rumah sakit?!

BARGOWO

(tegas)

OJO GUYON!!

WITO

Maaf bos!

Bargowo menelpon seseorang di henfon-nya.

BARGOWO

Halloo!

Bagaimana, sudah jadi?

FADE TO

Sc. 24 EXT.ROOFTOP RUMAH BARGOWO – PAGI

Astrid berkeringat. Sesekali dia mengusapnya. Matanya masih dalam keadaan terpejam.

Di lihat henfon-nya. Tak ada reaksi apapun.

FADE TO

Sc. 25 EXT.ROOFTOP RUMAH BARGOWO – SIANG

Astrid memakai penutup kepala sprei putih dari jemuran yang sudah kering. Kemudian ia melihat jam di henfon

EXTREME CLOSE UP: henfon yang layarnya menunjukkan jam digital pukul 12.30

Astrid hendak menghubungi nomor seseorang lewat henfon namun tidak jadi.

MOVE TO: sinar matahari yang silau.

CUT TO:

Sc. 26 EXT. RUMAH MAKAN WONG JOWO – SIANG

Sinar matahari yang silau.

MOVE TO: wito yang keluar tergesa-gesa dari rumah makan sambil membawa bungkusan kresek warna hitam. Langsung menuju ke mobil yang terparkir di seberang jalan.

(POV Wito) bargowo sedang bercakap-cakap serius dengan seseorang lewat henfon

(POV seseorang dari seberang jalan) bargowo menutup henfon-nya dan berbicara dengan wito singkat. Kemudian langsung segera meninggalkan tempat itu.

FADE OUT.

Sc. 27 EXT.ROOFTOP RUMAH BARGOWO – SIANG

Astrid membuka penutup kepalanya. Kemudian berdiri dari duduknya. Berjalan ke tepi atap. Melihat-lihat di bawah.

(POV Astrid) tampak dari jauh mobil bargowo berjalan menuju ke rumah)

astrid langsung segera duduk di kursinya semula. Memasukkan henfon kedalam kantong bajunya. Kemudian memposisikan dirinya seolah-olah hendak menusuk perutnya dengan kedua tangannya dengan sebilah pisau dapur yang bersilau oleh pantulan sinar matahari.

CUT TO:

Sc. 28 EXT/INT. RUMAH BARGOWO – SIANG

Keluar dari mobil, Bargowo menggendong bugi, wito menggendong mitha. keduanya berlarian masuk ke rumah. Menyusuri ruang, menaiki tangga dan sampai akhirnya hendak menuju ke rooftop.

Sc. 29 EXT.ROOFTOP RUMAH BARGOWO – SIANG

(POV astrid) pintu terbuka tampak bargowo yang ngos-ngosan begitu juga dengan wito yang lebih ngos-ngosan karena perut gendutnya. Keluar dari pintu. Keduanya menurunkan gendongannya.

Kedua anak itu tampak tak acuh dengan sikap mamanya.

Bargowo mendekat ke astrid, sementara wito mendekap mitha dan bugi agar tidak lari atau melakukan hal-hal yang tidak perlu.

(POV astrid) bargowo mendekati astrid

BARGOWO

(menyodorkan bungkusan kresek)

ini. sesuai yang kamu minta.

MOVE TO: bungkusan kresek

(POV astrid) bargowo menyerahkan bungkusan itu ke astrid. Astrid mencium bungkusan kresek itu

(POV bargowo) astrid menempelkan kresek itu ke hidungnya dan membaui-nya. Astrid ragu-ragu.

ASTRID

(menempelkan pisaunya ke perut)

kamu mundur dulu!!

Bargowo mundur ke belakang. Hingga mendekati tempat wito berlutut.

Astrid membuka kresek itu dan mengeluarkan sebuah buntalan daun pisang mirip pepes yang dipanggang.

MOVE TO: wito yang terus memegangi mitha dan bugi.

ASTRID(OS)

Jangan coba-coba menipuku.

Wito dan bargowo menggelengkan kepalanya tanpa disengaja secara bersamaan.

Astrid melempar kresek itu dan membuka pepes.

CLOSE UP: tangan astrid membuka benda yang memang ternyata pepes. tampak sebuah pepes ikan gurami yang berbalur daun dan bumbu. Astrid menempelkan pepes itu ke hidungnya. Sedikit tersenyum wajah astrid. Namun kembali tegang. Tangannya kemudian memilah daun-daun yang menjadi campuran pepes itu. Diperiksanya daun-daun itu. Di telitinya dengan seksama. Di dekatkan pas didepan matanya. Dengan sedikit penasaran. Di cicipnya daun itu. Di jilat tidak terasa apa-apa.

MOVE TO: wito memejamkan matanya tidak tahan melihat pemandangan itu.

ASTRID

Ini asli dari aceh kan?!

Bargowo mengangguk.

BARGOWO

(tegas)

mungkin bila polisi datang kemari menggeledah rumah ini…

astrid masih penasaran dengan daun itu.

BARGOWO(OS)

(Cont’d)

kamu semestinya harus percaya.

(Cont’d)

tapi jangan harap mereka datang kemari

MOVE TO: Astrid memakan daun itu. SLOW MOTION - Dikunyahnya perlahan. Perlahan.

Dan tiba-tiba diludahkan.

CLOSE UP: bargowo kaget dan sedikit gugup.

BARGOWO

Kenapa??

(POV bargowo) astrid terdiam. Kemudian membuang pepes itu hingga berhamburan ke lantai.

Wito bingung ketakutan melihat astrid dan bingung menatap bargowo.

WITO

(takut)

Bos!

(POV bargowo)astrid tersenyum, bargowo mendekati astrid pelan-pelan.

BARGOWO(OS)

(bingung)

Ada apa?

Senyum astrid makin mengembang. Astrid berdiri dan kemudian langsung beranjak berdiri dan merangkul bargowo.

Bargowo bingung tapi menerima pelukan istrinya dengan bahagia. Bargowo mendekap astrid erat.

MOVE TO: wito takut-takut untuk tersenyum, namun pada akhirnya bisa tertawa dan mengelus kedua anak disampingnya.

ASTRID

Ng