Hari Rabu, 8 Oktober 2008.
Keadaan di rumahku masih seperti biasanya. enggak ada air sudah sebulan lebih. enggak tau kenapa. Alasan PDAM sih ada trouble di bagian apanya gitu…ada pengaspalan jalan……..blaa…..blaaaa……blaaaaaaaaaaa……
jadi enggak heran juga, aku sedikit seneng. Ritual anti-air berjalan sukses, karena ada alasan air lagi sulit. sehari mandi sekali. kadang juga enggak. kalo kepaksa sih biasanya mandi, itupun memandiin muka aja. KAN GAK ADA AIR!!!!
Tak banyak kegiatan dihari itu. paling hanya say hai buat teman dan kerabat yang bertamu kerumah. selebihnya tidur-tiduran. maklum masih enggak nerima orderan.
tengah hari main ke warnet, check email dan laine….apa ada yang baru….sesekali chatting. dan ada seseorang yang baru. Yang ingin kopi darat dan bertemu muka denganku……
siang menjadi sore dan petang pun akhirnya datang………..
malam tiba selepas maghrib, tiba-tiba langit memuramkan durja-nya. kilatan menyambar pohon manggaku. terlintas bahwa akan ada hujan untuk pertama kalinya di tahun ini(emang iya???). ah ….kayaknya kopi darat itu tak sebaiknya terjadi. ada yang berkehendak lain.
Al-hasil, dengan dikerubuti keponakan-keponakan, gak banyak sih cuman dua biji, sebut saja Unyil dan Usro. yang Unyil masih TK 0 Besar, sementara yang Usro’ kelas 4 SD. aku mengisi malamku dalam keceriaan. tak berharap banyak dari sebuah pertemuan…..memang sih aku nggak mengharapkan banyak dari pertemuan itu.
jadi ketika si dia menghubungiku lewat HP, dengan nada minus, dia berharap di lain hari bisa berjumpa…… ternyata……ada yang lebih berharap dari aku yang sesungguhnya tak berharap. Ya SUD…….
Hujan ternyata makin deras, tak lagi bisa dikatakan gerimis. apalagi lampu mati yang semakin menambah aroma keromantisan……UPSSSSSS…… dengan siapa aku harus romantis-romantisan???
keponakan gueee???? Gendheng ah!!!
secara tiba-tiba mereka memelukku dari belakang dan menggiringku ke atas ranjang. memuaskan hasrat mereka akan cerita-cerita seram yang bagi mereka sangat menyeramkan dan yang bagiku sangat meng-nggilani-kan. Sambil malas-malasan dan tidur-tiduran……aku bercerita tentang hantu yang suka makan upil. terinspirasi dari si Unyil yang suka sekali-kali makan upil(bukan ingus). dan juga tentang hantu bayangan yang mencari anak kecil untuk dijadikan sosok asli hantu itu sendiri (maksudnya sih, si hantu mencari sumber bayangan-nya….karena gak ketemu makanya nyari obyek pengganti untuk dijadikan obyeknya). pokoknya gitu deh, kalo masih bingung…….enggak apa-apa….gak penting soalnya…..lagian mereka berdua juga gak begitu paham…..
dan karena cerita yang kedua ini pula, mereka buyar dari pembaringan dan keluar kamar. usut-punya-usut mereka bermain bayangan di tembok oleh pantulan sumber cahaya lilin yang ada di meja tamu.
kudengar suara mereka yang riuh gaduh dan ceria…….
“Liat……liat…….bayanganku besar”, teriak si Unyil.
“Yo….masih besaran aku yoo”, tukas si Usro’.
“ya aku doong”, pekik si Unyil gak mau kalah.
dan tiba-tiba mendadak suara-suara tadi lenyap. senyap dan hilang terkubur oleh rentetan notasi hujan yang tak henti-henti. Aku hanya bisa menduga, pasti ada yang terjadi pada mereka…..
sesuatu yang riskan, yang terdengar membahayakan bagi diri mereka….dan tiba-tiba………….
USRO‘
Wakakakakakaakkkkkk
teeeee…..satteeeeeeeeeeeeeee!!!!!!
Aku bingung, namun masih saja menebak apa yang terjadi, kenapa sate?
USRO’
Sate gosong!!!!!!!!!!
Wakakakakakakkkk
Sate gosong adalah sesuatu yang berhubungan dengan api dan pembakaran.
USRO‘
Wakakakakaakkkk…..Ambune sedep!!!!
(wakakakakakakakkkk……baunya sedap!!!!)
bangkitlah aku dari pradugaku. menghenyak ke TKP.
dan pemandangan yang remang-remang itu tak ada yang tidak normal. semua tampak normal. Si Usro yang tetep ketawa-ketiwi dan si Unyil yang diam menuli.
sebelum mulutku menanyakan apa yang terjadi…. hidungku langsung menciduk aroma gosong. bener-bener gosong.
GUE
Sopo sing kobong?
(siapa yang terbakar?)
Usro’ menuding unyil sambil meringis.
GUE
opone sing kobong?
(Apanya yang kebakar?)
USRO’
rambute sing kobong!!!! Wakakakakakkk
dengan ekspresi takut dosa, si unyil tersenyum merana. sebenarnya ingin menangis namun tak bisa, dari matanya terlihat itu semua. Mata anak kecil tidak bisa berbohong.
Tak tega aku dibuatnya. bagian kepala kirinya, tepatnya di atas telinganya. saat kupegang, terasa seperti pasir-pasir yang menempel di kepalanya. dan saat kucium, aroma itu terasa sangat gosong dan pahit, seperti lazimnya aroma rambut yang terbakar.
kubersihkan rambutnya dan alamak, hampir botak. tapi lucu juga. tapi lega juga sih, koq enggak telinganya yang terbakar. aku jadi penasaran dengan kronologis kejadiannya.
dari penuturan si Usro’
1. mereka berdua bermain bayangan mereka sendiri di pantulan tembok dari pancaran sinar lilin.
2. sesuai hukum fisika, obyek yang semakin dekat dengan sumber cahaya, maka bayangan/pantulannya semakin besar.
3. maka dilakukanlah hukum fisika itu oleh mereka berdua. SIAPA YANG PALING BESAR?
4. karena merasa badannya kecil, si Unyil semakin mendekatkan badannya ke arah llin, yang letaknya memang diatas sebuah meja tamu.
5. karena masih saja kalah sama kakaknya, dia mendekatkan kepalanya k arah lilin. dan…………….
6. begitulah………..
Akhirnya malam itu, menjadi malam terkonyol bulan ini.
tapi salut juga buat si Unyil, ternyata dia bisa me-menej emosinya atas perilaku yang bagi dia seharusnya tidak perlu terjadi.
Ah, asal si unyil enggak nangis, enggak masalah. kan gak perlu susah-susah nelpon emaknya.
dan yang bikin gue illfill, sat aku tanya pada si unyil, “apa kamu gak takut kalo rambutmu gak bisa tumbuh lagi?”.
dan dia cuma bilang, terserah yang di atas om.
Pengen rasanya aku minjem pistolnya hellboy dan “DOORRRRRRRR”…………….

Oktober 10, 2008 pukul 11:13 am |
wakakakakakak gw ketawa gegulingan bacanya……
edan dasar ponakanmu….
wakakakakakakakakakaka……
mengocok perut gw ditengah kepenatan kerja nih baca blogmu…..mampir blog ku juga ya……jangan lupa dikomen!
Oktober 10, 2008 pukul 5:08 pm |
ganti theme toh, mam??? eh… link blogku mbok di ganti.. itu linknya masih rumah yang lama…
Oktober 13, 2008 pukul 11:18 am |
iya buuuk!!!! siiip. kalo sempet tapinya…..
Oktober 13, 2008 pukul 12:35 pm |
hihihi.. makacih imam cayang.. muah..muah..
Oktober 16, 2008 pukul 4:10 am |
Ponakanmu tak tukune wae mam…..
nggo hiburan ning omah….
di lego piro wis ta’ bayari……
Oktober 19, 2008 pukul 11:32 am |
di eman-eman ah….. gak ono’ tunggale (padahal jek ono’ sing liyane)……
Nggawe dhewe ae, kuatire nek gak cocok engko’ dianiaya……..
iso—isoooo di guwak!!!!
Gampang koq nggawene!!!!
November 2, 2008 pukul 12:06 pm |
[...] the world WITH the Black-BRA sebenarnya cerita berikut terjadi saat, si Unyil(keponakan gue yang barusan terkena kasus pembakaran rambut) ber-ulah. dan ceritanya bikin gue gak bisa tidur sepanjang siang. Maklum aja kerjaan gue numpuk di [...]