Menganalisa RYAN dari kaca mata anak-anak……

Juli 29, 2008

Menganalisa RYAN (si pembunuh berantai) dari pandangan anak kecil…………..

Ya benar saja, di pertengahan tahun 2008 ini, kita sudah digemparkan dengan kasus pembunuhan beraneka ragam. Baik dari cara pembunuhan hingga motif pembunuhan itu sendiri. Memang kasus kriminalitas selalu menimbulkan efek yang sangat sensitive bagi pemberitaan di media sekarang ini. Pernah suatu ketika gue denger sendiri obrolan anak-anak (termasuk Keponakan gue sendiri) di halaman rumah. Banyak topic yang diomongkan siang itu. Mulai dari avatar, tugas sekolah, temen yang boker dikelas, hingga teknik ngutil yang baik di kantin. Semuanya terangkum dalam obrolan yang santai tapi sadis. Namun gue hanya menggaris bawahi obrolan yang sedang hangat-hangatnya. Yaitu seputar kasus pembunuhan berantai. Dan pembicaraan ini terekam pada hari minggu tanggal 27 kemaren.

ANAK 1

Tadi aku liat di tv, ada pembunuhan berantai.

ANAK2

Aku juga liat. Yang di SERGAP itu kan?

ANAK1

Enggak. Aku tadi liatnya di BORGOL.

ANAK2

Sangar banget pembunuhannya.

KEPONAKAN GUE

Memangnya kalo ngeliat pembunuhan berantai musti,

kudu di borgol ya? (dalam pengartian sebenarnya)

ANAK1

Ya enggak. Di SERGAP bisa koq.

Banyak koq di acara tv-tv yang laen kan bisa.

ANAK2

Enggak cuman di BORGOL aja. Di BUSER kan juga ada.

ANAK1

Hati-hati lho, kalo kamu pergi ke jombang.

Kalo kenalan sama RYAN (baca er-yan bukan rian). Nanti dibunuh berantai.

ANAK2

Iya. Rantainya tuh panjang, malah sampai ke Jakarta segala.

Keponakan gue yang dasarnya tolol pun akhirnya semakin tolol.

ANAK1

Malahan katanya yang dibunuh tuh tambah banyak.

KEPONAKAN GUE

Apa rantainya gak mbulet?

ANAK2

Ya enggak!! Lha wong er-yan tuh orangnya pinter.

ANAK1

Rantainya tuh gak kelihatan. Soalnya si er-yan kan pinter nutupi.

ANAK2

Tak kasih rahasia ya? Tapi jangan lapor polisi lho ya?

Keponakan gue yang kadung serius langsung memasang muka serius.

ANAK1

Mending jangan deh! Entar dia lapor lagi!!!

ANAK2

Gak papa, kalo dia lapor, kita kenalkan sama er-yan aja.

KEPONAKAN GUE

Janji deh, aku gak bakalan lapor!!!

ANAK1

Aku saksinya!!!

ANAK2

Begini rahasianya…….

Dan gilanya, gue semakin larut dalam obrolan mereka………………

ANAK2 (CONT’D)

tau gak alasan kenapa septictank tidak boleh dibuka?

Itu karena didalamnya berisi rantai yang harganya senilai emas satu truk.

Kalo septictank itu dibuka entar orang sekampung bakalan berebut.

Bisa-bisa perang.

Dan keponakan gue antara percaya dan tidak percaya tidak tampak dari wajahnya. Wajahnya hanya mengguratkan makna “aku masih gak nyambung, plis deh”!!!!!

Innalillahi wainailaihirojiun!!!!!! Bener-bener rahasia yang bikin gue pengen lapor polisi deh!!!!

Gue langsung terperangah dalam keterkejutanku sendiri. Sembari tersenyum geli, gue bertanya-tanya sendiri.

Anak yang baru dua tahun duduk di bangku SD itu bisa mengasumsikan berita yang kompleks menjadi absurd. Semuanya mungkin dicernanya sendiri. Yang satu qiblatnya ini yang satu qiblatnya itu. Kemudian saling combine dan menjadi conspiracy theory yang unik. Di lihat-lihat sendiri, di cerna-cerna sendiri dan sayangnya disebarkan ke temannya yang telmi (dalam hal ini, keponakan gue sendiri, wakakakakakakakkk).

Namun dari semua itu yang menjadi pertanyaanku adalah, seperti apa dan bagaimana respon mereka ketika pemberitaan itu sudah menyangkut masalah sex orientation. Apakah mereka tahu apa itu GAY(baca gai bukan gei), apakah mereka juga paham tentang makna homoseks? Begitu juga dengan psikopat dan hal-hal yang perlu penuturan berkala agar bisa dipahami itu? Jangankan yang sex oriented, kriminalitas pun justru jelas-jelas bukan bidang asupan anak-anak. And why many children could see it everytime? (emang tulisannya dibuat kayak gitu)

Yahhh, anak-anak sekarang memang keracunan acara TV, pastinya itu menjadi PR bagi kita untuk mencari tahu penangkal yang tepat, agar RAAACUUUUUUUN!!!!! Itu bisa hilang. Wuih, gak bisa membayangkan jika seorang anak melakukan pembunuhan, dan ketika ditanya yang kita dengar dari jawabannya adalah, “aku nge-fans sama er-yan!!”.

Jaman gue kecil dulu, yang gue obrolin sama temen-temen sebaya biasanya kalo gak unyil ya doraemon, minimal lassie-lah….. lha anak sekarang, GENJRENG banget deh obrolannya. Mulai dari pacar yang gak mau satu, hingga dibela-belain tidur siang agar bisa nonton Mama mia ato paling enggak super twin atau sejenis-nya.

Streesss deh kalo tau anak jaman sekarang modelnya kayak gini.

Nobita: DOREEMOOOONN!!!!! HWAAAAAAA!!!!!!

Doraemon: WAAAAH DASAR NOBITA!!!!!!!


KONTRAS………………ada apa-apanya?

Juli 29, 2008

Pilih mati atau hak asasi dipertahankan………………………………………

Apakah koruptor enggak pantas dihukum mati????

Sempat baca di scrollnews (apalah namanya itu, yang jelas berita singkat yg jalan di bawah layar), orang kontras bilang hukuman mati enggak cocok atau enggak pantes atau enggak apa-lah istilahnya buat para koruptor. Kalo orang KONTRAS yang bilang sih paling-paling juga alasan Hak asasi manusia. Wah bicara soal hak asasi, kayaknya masih perlu pembelajaran tingkat tinggi.

Gue aja yang sedikit paham soal hak asasi merasa masih kurang bisa memaknai hak asasi itu sendiri. Apalagi orang-orang yang berada di bawah level gue (Sombongnya). Me-mati-kan nyawa seseorang hanya lantaran kasus penggelapan uang tidak sepatutnya dilaksanakan. Berkaitan dengan hak seseorang untuk hidup. Lha sekarang kalau dirunut kebelakang……jauuuuh kebelakang……bisa-bisa ada chain reaction antara sang koruptor dengan seseorang yang bunuh diri lantaran kemiskinan. Apalagi koruptor tersebut menggelapkan jatah uang “rakyat”. Kalau tidak ada biang kerok (maksudnya sang koruptor tadi) yang memulai reaksi berantai tadi, niscaya sedikit terkurangi deh angka kematian akibat masalah ekonomi. Dan malahan yang lebih sangar, bisa-bisa sang koruptor melakukan “proses pembunuhan berantai secara acak”. Iya juga, yang namanya “rakyat” tidak hanya di Jawa, Sumatra dan Kalimantan, masih banyak juga tempat di Indonesia yang mewakili kata “rakyat”. Sehingga dalam pengasumsian gue, sang corrupt tuh lebih sadis dari seorang ryan. Koruptor adalah algojo pembunuh lewat pikiran bawah sadar. Niatnya sih emang enggak membunuh pada awalnya, namun demi mempertahankan hidupnya dia rela melakukan apa aja. Termasuk mengkorup tadi. WHOI!!! Hidup yang bagaimana yang sampe bisa-bisanya merugikan orang banyak and Negara itu…..

Apakah, para korruptor itu jenis makanan yang dimakan setiap harinya itu berbeda dari gue, padahal kata orang kita sama-sama makan nasi, tapi gak tau juga sih kalo mereka makannya “nasi emas”. Kenapa sih mereka gak sepemikiran sama dengan gue. Hidup seminimalis mungkin, tanpa muluk-muluk. Yee mewakili rakyat yang hampir selevel dengan gue. Aku pikir, rakyat sudah jengah dengan mewakilkan aspirasinya lewat mahasiswa. Yah, makanya jangan heran jika ada ibu-ibu menggendong anaknya demo menuntut haknya. Ya rupanya para rakyat sadar, suara sendiri lebih bisa dipercaya dari pada pihak kedua. Apalagi dipihak kedua itu tersusupi pihak ketiga. Ya jadinya anarkis. Lha kalo sudah anarkis kan pihak ke empat kalang kabut, malahan menjadi serba salah hingga terkena tuntutan kasus anarkis. Bisa-bisa pihak kelima memanfaatkan itu sebagai lahan baru untuk bahan pemberitaan yang actual dimana benar-dimana salah terkaburkan!!! Yaaah jadinya rakyat lagi deh yang terperosok dari pihak pertama menjadi pihak ke –enam. Dan gue yakin yang menjadi pihak ke tujuh pasti mendapat piring cantik.

Siapa yang salah dan siapa yang benar hanya dengan nurani-lah kita bisa tau itu. Enggak harus dengan tuhan koq. Selama manusia bisa mengatasinya kenapa harus bawa-bawa nama Tuhan, hubungan kita dengan Tuhan adalah hubungan pribadi. Apakah semua orang harus tau kalo gue sholat shubuh apa enggak??? Itu kan urusan gue sama Tuhan. Lha makanya kalo kita kepingin tau siapa yang betul dan siapa yang salah. Mungkin sony tulung bisa menjawabnya.

Dan kalo kita kembali ke masalah kontras, yang enggak setuju kalo para koruptor di hukum mati. Itu pasti ada alasan kompleks mengapa mengeluarkan statemen kayak begitu. Bagi gue, koruptor dihukum mati apa enggak itu tidak masalah dan gue merasa tidak keberatan, secara……..gue jujur dari hati enggak punya pemikiran untuk ngelakuin perbuatan itu (pe-de amat pak?!!!). Masih inget yang namanya DOSA. Itu aja. Simpelkan?!!. Dan insya allah, gue masih aman-aman aja. Secara gue gak kerja diPEMERINTAHAN ataupun perusahaan swasta manapun, jadi kesempatan untuk memegang amanah rakyat pun terbilang enggak pernah. Apalagi musti kudu memanipulasi jatah uang rakyat. Lha kalo emang sudah siap dan sedia menjalankan amanah rakyat, kudunya dong berani menanggung resiko yang diperbuatnya. Termasuk harus mati sekalipun. Kalo enggak mau dihukum mati. Di telanjangi didepan umum juga enggak apa-apa. Sebagai rakyat, gue ikhlas kok kalo para koruptor ditelanjangi dimuka umum. Enggak seberat hukuman mati kan? Dan aku rasa semudah itukan. Kan ada yang bilang, untuk membersihkan segala kekotoran seseorang yang menodai tubuhnya. Setidaknya bersihkanlah semua hal yang melekat ditubuhnya agar orang tersebut tampak bersih seolah tanpa memakai pakaian sama sekali alias telanjang bulat (kalau perlu dibuat elips agar lebih kentara seni-nya, kan atas nama seni tuh enggak masalah, atau jadi masalah pornoaksi lagi ya….!!!!). pilih mana? Dihukum mati atau ditelanjangi. Kalau dihukum mati di dor udah selesai. Tamat. Kalau ditelanjangi, udah telanjang, malu, iya kalo urusannya bisa clear. Kalo ada yang mempermasalahkannya lagi ke konteks yang lebih luas. Bisa-bisa pingin bunuh diri tuh terdakwa. Dari pada susah-susah bunuh diri, kan mending dibunuh. Kata orang sih, biar sama-sama enggak enaknya sama sekali, tapi masih mending dibunuh dari pada bunuh diri. Dibunuh lebih terhormat dari pada bunuh diri. Kan lumayan tuh buat para terdakwa yang sudah tidak punya kehormatan, itung-itung mendapat kehormatan gratis. Jarang-jarang kan kehormatan digratiskan.

Waduh koq selalu nyelewah ke topic yang gak jelas ya???

Kembali ke kontras…..

Kalo ada pertanyaan, apa sih kontras itu? Sepengetahuan gue sih, kontras ya yang ada hubungannya sama HAM.

Dan setau gue, kontras lebih keteteran menyelesaikan masalah intern-nya sendiri ketimbang masalah extern. Dulu gue sering dengar “salah satu anggota KONTRAS mengalami …..bla…bla….bla…., dan macam kabar lainnya yang isinya sama aja. Hingga yang terakhir sendiri dan masih berkelanjutan adalah hilangnya nyawa seorang ketua-nya sendiri. Yaitu (Alm) Munir. Yang sepengetahuan gue, cara meninggalnya munir pun terbilang “level tingkat tinggi”. Membutuhkan teknik konspirasi diatas rata-rata. Jarang-jarang pembunuhan dengan korban tewas di atas pesawat. Apalagi di ketahui dia keracunan sianida. Gue jadi inget sama anime jepang Detective Conan. Dan selalu, korban yang tewas biasanya terlibat dalam suatu percampuran konflik. Kadang itu masalah politik, ataupun internal. Hingga suatu ketika gue sadar. Jangan-jangan Munir memang ada apa-apanya dengan salah satu “oknum/pihak”. Bisa jadi, sodara munir memang menyimpan suatu informasi penting, hingga sampai sebegitunya cara dia tewas menggemparkan. Malahan gue berpendapat ada pihak luar negeri yang juga terlibat dalam hal ini. Sehingga gue jadi agak pesimis. Sebenarnya Munir itu ada dipihak mana? Dia memposisikan sebagai NEO yang hidup didunia MATRIX, Atau hanya sebagai “keymaker”???? apakah kematian munir membantu salah satu pihak merasa “secure”, ataukah malah membuat pihak yang lain menjadi unsecure???

Sebelum tabir itu terkuak, rasa-rasanya belum pantas untuk penyematan sebuah gelar. Takutnya bila terjadi kesalahan fakta di kemudian hari.

Jujur gue mau Tanya, sebenarnya “kontras” itu apa???? Sumber penyedia informasi-kah???? Jangan-jangan KONTRAS itu ada apa-apanya????

Moga-moganya sih, KONTRAS hanyalah kontras. Gak punya makna yang lain. Kalo kontras dimataku BLUR? Apakah masih tetep dinamakan KONTRAS???? yah inilah kekurangtahuan rakyat biasa yang mencoba ingin tahu apa itu pengetahuan……..