Banyak sekali keindahan di bumi dan tak semua orang bisa menikmati satu persatu. Hanya kerja keras dan keberuntunganlah yang bisa menjadikan hal itu terwujud. Mendengar kata kerja keras, memastikan membutuhkan suatu rumusan agar seseorang mempunyai sikap yang demikian. Bagaimanakah supaya orang tersebut bisa bekerja keras…..?
Tapi disini aku tidak ngomongin orang yang bekerja keras. malahan bisa dibilang orang yang condong mengharapkan keberuntungan. Bagaimanapun juga, Keberuntungan adalah salah satu bagian dari faktor X dalam hidup saya. Aku gak bisa dengan begitu seenaknya menyepelekan faktor yang satu ini. Karena faktor inilah aku bisa merasakan kesenangan-kesenangan yang tidak terduga. Dan kegampangan disana-sini juga karena faktor yang satu ini. Contohnya kesempatanku saat menghabiskan liburan tanggal 20 mei kemaren……….
Ceritanya sih karena pelampiasan. Bagaimanapun juga My best pal, Rudi Pingin ngumpulin “bolo kirowo”nya tuk di masukkan ke Waterpark CitraLand Surabaya. Ada lima ekor sih dalam satu paket. Yang pertama, Rudi. Pria Berkulit “kuning” yang sok “kecoklat-coklat”an (walaupun pada kenyataannya malah terlihat aneh). Kedua, ada Luqman. si bongsor yang gak banyak gerak. Fashionable wannabe, tapi gak tau pasti sih…. terus yang ketiga ada Bapak Adi, yang baru saja melepas masa lajangnya. dan ada Mas Rizal, Yang nickname-nya banyak sekali. aku jadi ragu dengan keabsahan Akte kelahirannya. Dia manusia atau bukan. dan yang terakhir adalah ane sendiri….
Dengan kendaraan roda dua bermesin, kami melancongi jalanan Gresik-Surabaya yang memang terkenal angker dengan suasana panasnya. dan gak bertele-tele, kami akhirnya nyampe juga di lokasi. Lega…. itu kata pertama…. Deg-deg-deg-an…..itu kata hati saya,,,,,,,Alhamdulillah…. Bokong saya akhirnya bisa bernafas indah.
Langkah demi langkah penuh cobaan. Makanan andalan yang aku siapkan dari rumah di sita oleh pak petugas. Menjadi tontonan orang banyak lantaran dikira rombongan teletubies dan robot penyedot debunya yang ngunsi dari dunia “TUBBIES”nya. Dan Kekolotan sebagian dari kami yang sangat mencolok. Dan lain-lain….
akhirnya waktu untuk menceburkan diri ke kali,,UPS kolam datang juga. Berbagai anjungan kami selami. Mulai dari Rock Tower (yang mesti nunggu 0.5 jam untuk meluncur), kemudian Ember raksasa atau apalah itu namanya, yang satu paket dengan bangunan seluncuran tanpa media ban? Balon? apa ya namanya?…
intinya saat mencoba memakai fasilitas di rock tower, Mata aku hilang. i means “kaca mata”. Terang saja, saat mendarat di bawah, posisi aku terbalik nelungkup jelek banget. kayak kotoran anjing yang jatuh di got. Wakakakakakk. segitunya. derasnya arus membuyarkan konsentrasi dan kesadaranku, bahwa aku adalah pria yang berkacamata. Kaca mata itu menghilang. lepas dari wajahku yang ganteng ini. Dengan segenap tenaga dan kecuekan diri. aku mencari sisa-sisa reruntuhan yang aku ciptakan sejak terjunnya aku dari perosotan itu. dibantu oleh si Rizal, yang masih ada keturunan amfibi, menyelami padasan air 1 meter itu untuk mencari titik terang. bagaimana nasib dari kaca mata itu. Tinggal kenangan ataukah hilang. 15 menit berselang aku memutuskan untuk menyatakan bahwa kaca mata aku hilang.(titik)
Jadinya aku merasa hilang dengan banyak keindahan yang bertebaran. suasana menjadi buram. layaknya kalo kita menikmati mie ayam panas-panas tiba-tiba embun uap air ngumpul di kacamata. sialnya!!!!!
beruntuk aku masih bisa membedakan mana pria dan wanita. dan aku juga bisa mengidentifikasikan my friends dari tingkah dan gelagatnya. karena masing-masing dari mereka punya ciri. Dengan berbekal cuek is the best. aku menikmati keindahan dan bersenang-senang lepas tanpa mata. hati yang gundah aku pasrah menertawakan kebodohan dengan kebahagiaan yang gak sering aku temui. Bagaimanapun juga kaca mata masih bisa di”cari” (dalam pengertian, di beli, Lha keseron toh kalo ngubek-ngubek kolam itu tadi)….
Semuanya tak lepas dari menunggu dan ditunggu. dua hal yang paling membosankan dalam hidup. tapi masih saja selalu aku alami.
- Menunggu kepastian acara ke waterparknya jadi apa nggak?
- Ditunggu lantaran Helm aku tiba-tiba raib, dan musti minjem ke tetangga
- Menunggu Adi ngambil perbekalan di rumahnya, lantaran dia nyanggong di terminal dan nggak bawa apa-apa. cuma pakaian yang melekat dibadan.
- Menunggu Rizal di pom bensin Balongsari. Karena posisi rizal berbeda dengan posisi kami berempat.
- Menunggu Pesanan makanan yang cuman Chicken crispy, hingga mesti bilas air dua kali
Proses menunggu dan ditunggu memang lumrah. jadi wajar aja kalo kita boleh marah atau malahan gak perlu marah. namun kenyataannya, semua itu aku manipulasi dengan joke-joke yang sarkastik dan kadangkalanya norak hingga gak pantes diucapkan. halah…..
Tapi bagaimanapun juga ini adalah pengalaman pertama saya bermain air bersama teman-teman di luar Gresik. Jadi sepantasnya aku dedikasikan tulisan ini buat koko rudi yang telah mengakomodir kami hingga acara jalan-jalan ke “taman air” Citraland berjalan lancar.
Lain kali ditunggu acara jalan-jalan bersama teman-teman ke tempat yang lebih menyenangkan lainnya.
C yaa
maaf, gak ada foto-fotonya, soalnya semua pada gengsi, takut di bilang banci foto kali yeeee

Mei 27, 2008 pukul 8:51 pm |
waaaah.. asiknya yang abis jalan2.. terus nasibmu gimana mam, tanpa kaca mata? merana kah hidupmu?? udah dapet penggantinya kah sekarang???