Bersenang-senang Tanpa “mata”

Mei 21, 2008

Banyak sekali keindahan di bumi dan tak semua orang bisa menikmati satu persatu. Hanya kerja keras dan keberuntunganlah yang bisa menjadikan hal itu terwujud. Mendengar kata kerja keras, memastikan membutuhkan suatu rumusan agar seseorang mempunyai sikap yang demikian. Bagaimanakah supaya orang tersebut bisa bekerja keras…..?

Tapi disini aku tidak ngomongin orang yang bekerja keras. malahan bisa dibilang orang yang condong mengharapkan keberuntungan. Bagaimanapun juga, Keberuntungan adalah salah satu bagian dari faktor X dalam hidup saya. Aku gak bisa dengan begitu seenaknya menyepelekan faktor yang satu ini. Karena faktor inilah aku bisa merasakan kesenangan-kesenangan yang tidak terduga. Dan kegampangan disana-sini juga karena faktor yang satu ini. Contohnya kesempatanku saat menghabiskan liburan tanggal 20 mei kemaren……….

Ceritanya sih karena pelampiasan. Bagaimanapun juga My best pal, Rudi Pingin ngumpulin “bolo kirowo”nya tuk di masukkan ke Waterpark CitraLand Surabaya. Ada lima ekor sih dalam satu paket. Yang pertama, Rudi. Pria Berkulit “kuning” yang sok “kecoklat-coklat”an (walaupun pada kenyataannya malah terlihat aneh). Kedua, ada Luqman. si bongsor yang gak banyak gerak. Fashionable wannabe, tapi gak tau pasti sih…. terus yang ketiga ada Bapak Adi, yang baru saja melepas masa lajangnya. dan ada Mas Rizal, Yang nickname-nya banyak sekali. aku jadi ragu dengan keabsahan Akte kelahirannya. Dia manusia atau bukan. dan yang terakhir adalah ane sendiri….

Dengan kendaraan roda dua bermesin, kami melancongi jalanan Gresik-Surabaya yang memang terkenal angker dengan suasana panasnya. dan gak bertele-tele, kami akhirnya nyampe juga di lokasi. Lega…. itu kata pertama…. Deg-deg-deg-an…..itu kata hati saya,,,,,,,Alhamdulillah…. Bokong saya akhirnya bisa bernafas indah.

Langkah demi langkah penuh cobaan. Makanan andalan yang aku siapkan dari rumah di sita oleh pak petugas. Menjadi tontonan orang banyak lantaran dikira rombongan teletubies dan robot penyedot debunya yang ngunsi dari dunia “TUBBIES”nya. Dan Kekolotan sebagian dari kami yang sangat mencolok. Dan lain-lain….

akhirnya waktu untuk menceburkan diri ke kali,,UPS kolam datang juga. Berbagai anjungan kami selami. Mulai dari Rock Tower (yang mesti nunggu 0.5 jam untuk meluncur), kemudian Ember raksasa atau apalah itu namanya, yang satu paket dengan bangunan seluncuran tanpa media ban? Balon? apa ya namanya?…

intinya saat mencoba memakai fasilitas di rock tower, Mata aku hilang. i means “kaca mata”.  Terang saja, saat mendarat di bawah, posisi aku terbalik nelungkup jelek banget. kayak kotoran anjing yang jatuh di got. Wakakakakakk. segitunya. derasnya arus membuyarkan konsentrasi dan kesadaranku, bahwa aku adalah pria yang berkacamata. Kaca mata itu menghilang. lepas dari wajahku yang ganteng ini. Dengan segenap tenaga dan kecuekan diri. aku mencari sisa-sisa reruntuhan yang aku ciptakan sejak terjunnya aku dari perosotan itu. dibantu oleh si Rizal, yang masih ada keturunan amfibi, menyelami padasan air 1 meter itu untuk mencari titik terang. bagaimana nasib dari kaca mata itu. Tinggal kenangan ataukah hilang. 15 menit berselang aku memutuskan untuk menyatakan bahwa kaca mata aku hilang.(titik)

Jadinya aku merasa hilang dengan banyak keindahan yang bertebaran. suasana menjadi buram. layaknya kalo kita menikmati mie ayam panas-panas tiba-tiba embun uap air ngumpul di kacamata. sialnya!!!!!

beruntuk aku masih bisa membedakan mana pria dan wanita. dan aku juga bisa mengidentifikasikan my friends dari tingkah dan gelagatnya. karena masing-masing dari mereka punya ciri. Dengan berbekal cuek is the best. aku menikmati keindahan dan bersenang-senang lepas tanpa mata. hati yang gundah aku pasrah menertawakan kebodohan dengan kebahagiaan yang gak sering aku temui. Bagaimanapun juga kaca mata masih bisa di”cari” (dalam pengertian, di beli, Lha keseron toh kalo ngubek-ngubek kolam itu tadi)….

Semuanya tak lepas dari menunggu dan ditunggu. dua hal yang paling membosankan dalam hidup. tapi masih saja selalu aku alami.

  1. Menunggu kepastian acara ke waterparknya jadi apa nggak?
  2. Ditunggu lantaran Helm aku tiba-tiba raib, dan musti minjem ke tetangga
  3. Menunggu Adi ngambil perbekalan di rumahnya, lantaran dia nyanggong di terminal dan nggak bawa apa-apa. cuma pakaian yang melekat dibadan.
  4. Menunggu Rizal di pom bensin Balongsari. Karena posisi rizal berbeda dengan posisi kami berempat.
  5. Menunggu Pesanan makanan yang cuman Chicken crispy, hingga mesti bilas air dua kali

Proses menunggu dan ditunggu memang lumrah. jadi wajar aja kalo kita boleh marah atau malahan gak perlu marah. namun kenyataannya, semua itu aku manipulasi dengan joke-joke yang sarkastik dan kadangkalanya norak hingga gak pantes diucapkan. halah…..

Tapi bagaimanapun juga ini adalah pengalaman pertama saya bermain air bersama teman-teman di luar Gresik. Jadi sepantasnya aku dedikasikan tulisan ini buat koko rudi yang telah mengakomodir kami hingga acara jalan-jalan ke “taman air” Citraland berjalan lancar.

Lain kali ditunggu acara jalan-jalan bersama teman-teman ke tempat yang lebih menyenangkan lainnya.

C yaa

maaf, gak ada foto-fotonya, soalnya semua pada gengsi, takut di bilang banci foto kali yeeee


PRIA BERINGAS YANG BERINGUS (Bag.1)

Mei 12, 2008

Mengapa judulnya pake kata beringus?

Pasti kalian akan menghubungkan dengan sosok yang jorok…..dan tidak bermoral. udah beringas, beringus lagi……..(KOMPLIT).

Tapi kalo yang beringas dan beringus itu aku, pastinya semua kan menjauh, muntah, mual dan ketawa. kombinasi reaksi sifat manusia yang wajar bila melihat kejorokan, dan kelucuan berbaur jadi satu.

ceritanya sih di tiga tempat yang berbeda. dan kesemuanya mengandung pesan yang syarat makna. yaitu, KALAU PILEK, WASPADALAH!!!!!

Bagian pertama:

dalam rangka keberangkatan pertama gue ke Bandung. ya pastinya lumrah kalo aku naik transportasi kereta api. Masih ingat di benakku, nama kereta itu Mutiara Selatan. aku sih gak pilih-pilih kereta apa yang harus kutunggangi, berhubung info dari “sang guide”nya kereta itu, ya mau gimana lagi. dengan ongkos 120 ribu, aku meninggalkan gresik yang ter”CINTA” menuju BAndung yang musti kudu transit dulu lewat Surabaya. Memang sial kalo stasiun aja nggak punya. maunya numpang lewat aja. (kalau jadi walikota, akan ku bangun stasiun kereta api express, KALAU PERLU)

TICKET

di kereta api dapetnya tempat duduk samping jendela. wah enak banget nih…… bisa ngeliat pemandangan luar yang liar. (lha padahal gak seliar itu…..)

Kadung beli tiket disaat virus flu melanda, akhirnya duduk di kursi kereta dengan suasana sentrap-sentrup(menyedot “sesuatu berlendir” dari rongga hidung). Musin hujan gak komplit rasanya kalo gak kena pilek.  (Kembali ke kereta…….)

Di perjalanan yang lambat laun jadi membosankan. aku hanya bisa memenungkan diri sendiri. mencoba mencari inspirasi dari segala sudt pandang yang bisa kulihat. Pria paruh baya yang duduk disampingku mungkin adalah karakter pria penidur. karena sepanjang perjalanan aku gak melihat reaksi sama sekali dari dia. dan dari cara aku memandangnya, dia terbilang “batu”. Orang yang pastinya sulit untuk dibuat bangun. tapi yang paling aku takutkan dari pria penidur adalah kalau-kalau aku ditiduri. dan nggak bangun-bangun…. Walah…..hayalanku semakin gak jelas…..ngeliat orang yang tidur.

dan kini kualihkan pandanganku ke arah ibu muda yang sedang menyusui anaknya. What??!!!!! “menyusui”??? dengan santainya dia memeras-meras susunya yang kelihatannya gak keluar-keluar. tentunya dengan gerakan biasa, bukan gerakan binal kayak yang di film-film porno. lagian yang nyusu juga anak-anak, bukan Om-om yang gak tau diri.

tapi entah kenapa, aku merasa kasian dengan ibu muda itu. kelihatannya dia adalah ibu muda yang udik. yang pertama kali naik kelas bisnis. dan gak tau caranya bertingkah laku yang baik di depan para penumpang yang lain.

Ah!!! dari pada aku ikut-ikutan haus, atau ikut-ikutan memeras, mendingan aku menghentikan aktivitas terlarangku dengan mengadu ke pikiran orisinalku tanpa harus ikut-ikutan.

kembali aku menggiatkan tanganku untuk mengusap ingus yang sering kali keluar tanpa permisi. Tak ada kompromi buat yang satu ini. semuanya begitu tak berarti bagiku. berhubung aku rela melakukan demi apa aja, (ingat!! aku adalah tipe pria beringas) so aku memberanikan diri meminta seorang wanita untuk sebuah kertas tissu. hanya selembar kertas tissu (yang nantinya akan menjadi masalah besar)!!!!!!

wanita itu bingung…. tapi pada akhirnya dia sadar untuk apa tissu itu bagiku. ketika dia menatap hidungku yang ranum memerah semangkah (sengaja pakai H biar Hah).

Kembali ke singgahsana, aku menyumpat dan menggenjrotkan ingusku kencang. Gak peduli mata yang lain memandang. Akhirnya…..keluarlah semua kekentalan-kekentalan yang menghambat jalur nafasku. Aku lega. dan aku bingung, mau ku kemanakan tissu ber”bumbu”  tadi. Aku bimbang dengan barang yang satu ini. ke kolong? kalo keinjak aku sendiri gimana? kan ada jendela!

Ya udah, dengan pura-pura gak tau, aku menyelipkan tissu tadi ke arah jendela. dan secepat kilat aku melempar tissu tadi dan terhempas dahsyat di sapu cepatnya kereta yang melaju. kembali dalam duduk tanpa rasa bersalah karena telah membuang noda yang menjijikkan, bagi yang merasa jijik tentunya. aku hanya bisa berpura tidur dalam sekejap saja.

HUWEEEEEK!!!!!!

Bunyi itu membangkitkan kepura-puraanku dalam tidur.  apa yang telah terjadi? aku berusaha mencari sumber info itu. Siapa orang bodoh dan tolol yang pakai acara muntah segala di kereta yang terbilang cukup lumayan ini? Namun suara huweek itu akhirnya di padukan dengan suara-suara yang memanggil “mas”. gak taunya suara itu berasal dari kursi belakangku. wanita itu tampak menutupi mulutnya. sesekali memelototkan matanya kearahku sambil melirik-lirik kearah jendela. seolah-olah dia menyuruhku untuk “lihat itu nyet”!!!!!.

Aku tanpa merasa salah, menuruti kata “mata”nya. Ku tengoklah jendela itu. dan ALAMAAAK!!!! aku teringat dengan benda yang beberapa menit lalu kutelantarkan ke luar jendela. benda putih tipis ber”jeli” hijau itu menempel di tribun kehormatan yang dilihat seantero penumpang sekitar jendela. GILAAA!!! IT’S MINE (seperti gollum yang mau ngerebut the ring dari tangan frodo) Aku langsung menjulurkan tanganku keluar jendela dan segera mengenyahkan tissu biadab itu dari jendela. dan tanganku yang dempal, pada akhirnya nyangkut dengan sempurna. Tontonan petang itu akhirnya menjadi menarik. Seorang Pria yang tangannya kejepit lantaran hendak menyingkirkan ingusnya yang nemplok di kaca jendela.

“Moment ini dipersembahkan oleh Tango”, memang tango enak.

Semua tindakan brutalku tadi akhirnya menjadi obrolan kasar seisi kereta api. Ada yang bilang, bodohnya aku dengan lembut. ada yang terang-terangan memanggilku “anak ingusan”. Koq jadi inget dengan sesuatu yang berbau film ya?

Ih. yang jelas gak ada yang merasa kenyang petang itu. semuanya malas makan. semuanya malas minum. Dan semuanya sepakat untuk cuti makan. dan cuti minum. selama mereka masih berada bersamaku, aku pikir selama itu pula-lah mereka tidak akan makan dan minum. Aku jamin itu!!!!

dan untuk bagian kedua, tunggu cerita berikutnya…………


Maya, Oh! Maya.

Mei 6, 2008

Maya, Oh! Maya.

Hampir dua jam terduduk kaku di kursi bus jurusan Pandaan-Surabaya. Bau asap rokok, kentut kenek dan ketek embah-embah ditambah pula dengan aroma keringetku menjadi ramuan obat mujarobah yang bisa menidurkan seluruh penumpang bus. Tidak termasuk aku. setelah 4 jam tertidur di emperan terminal antah berantah.

Beruntung saja, sebuah bus diciptakan dengan seperangkat jendela kaca, bayangkan saja tanpa adanya piranti itu, mungkin sepanjang perjalanan aku musti memandangi seorang nenek di sebelah yang lelap tertidur dengan stalaktit buatannya. Sebuah mahakarya nyata yang bisa diciptakan hanya dengan memejamkan mata.

Diluar hanya ada pemandangan kambing-kambing yang merumput. Jadi teringat masa lalu dengan makhluk yang bernama Maya.

Waktu itu 1996, di sebuah perkampungan yang harmonis. Hiduplah aku dan teman-teman yang gemar bergumul di lapangan rumput usai sekolah. Ada saja macam permainan yang kita lakukan. Mulai dari mencari singkong (tentunya ngambil dari ladang mbah gito), hingga ngejar layangan putus.

Boring time melanda. Main upil sampe garing udah gak nafsu. Gulung-gulung di rumput masih terlalu dini-panas maksudnya-untuk dilakukan. Kebetulan ada seekor ayam tetangga tersesat di lembah penyiksaan (sebutan untuk lapangan tempat kami bersemayam). Entah setan apa yang membisikkan ke telinga doni untuk meng“aman”kan ayam nekat itu. Taktik gerilya direncanakan. Walhasil dengan asal-asalan semua jadi tak karuan. Berhamburanlah keempat bocah ingusan menangkap ayam tak berdosa itu. ‘awas mam!’, teriak doni sambil mengangkang. Yang masih ada hubungan sodara dengan aku, bedanya dia punya wajah yang bisa dijual, sementara aku diobral pun masih meragukan.

Ayam itu lantas menerobos celah dan dalam sekejap saja tangan Ferry langsung membekap ayam tak berdaya itu.

KEOK KEOK KEOK!!!!!! Keok keok keok!!!! Dan akhirnya sang ayam terdiam bingung. Apa yang akan kalian lakukan terhadapku??? Mungkin itulah kata-kata terakhir yang pernah diucapkannya. Karena tampak sebuah wajah memelas dan minta ampun dari pelupuk matanya.

Di gorok?!, bisik doni.

Di bakar?, Edi menyarankan.

Di sate kan enak?!!, tandasku.

Jangan, terlalu rumit!, terang doni.

Di panggang ae!, Aku menyahut.

Goblok! Dipanggang sama di bakar iku podho ae!, terang ferry,

Terus?!

Beberapa jam kemudian.

DITEMUKAN SEEKOR AYAM BETINA DARI LUAR ANGKASA!!! Layaknya ayam yang dipajang untuk dijual dipasar-pasar, tanpa bulu putih mulus. Sexy? Bisa jadi. Ayam itu kebingungan, hanya tersisa beberapa helai bulu di kedua sayapnya. Sementara di kepalanya menyisakan model mohawk sama seperti Robert DeNiro di film Taxi Driver. Bener-bener futuristik style.

Baru kali ini aku melihat mata ayam yang nanar.

Bye-bye chicken….

Berlarilah Ayam DeNiro! Mengadulah pada majikanmu! Bilang padanya, bahwa sekarang kau tlah bebas. (paling tidak, yang merasa punya kamu bakalan illfill nge-liat hasil makeover-an kami)

Beberapa menit kemudian

Tak ada lagi kerjaan, kecuali tidur-tiduran di rumput alang-alang yang sudah pantas dibabat. Seekor kambing coklat, merumput tanpa malu-malu. Tampak payudara yang menggandul mencirikan kalo dia-padahal kambing-itu seekor betina. Tapi jangan bayangkan sang kambing layaknya model film BF. Karena masih bagusan si kambing dari pada asia carerra. Bagaimanapun juga, kambing nungging karena anaknya menyusu, asia carerra nungging emang siapa yang gak mau?

Eh, Bulek kana bawa clurit!’, bisik edi sambil mengendap-endap. Berempat kami meninggalkan tempat kejadian perkara. Bagaimanapun juga bukti forensik yang tertinggal di TKP masih ada, yaitu sebuah gunting dan alat cukur serta bulu-bulu unggas yang berserakan bercampur tanah.

Menyadari bahwa ayam yang baru saja di permak adalah milik bulek kana-tetanggaku yang ‘super’. Matanya belok, mulutnya lebar, telinganya besar, rambutnya keriting. Benar-benar wujud nyata dari tokoh boneka miss piggy yang memakai kemben+kutang hitam. Pengikut aliran norakisme-maka kami berusaha menyelamatkan diri dari tragedi carok massal.

Lupakan bulek kana.

Menyusuri sudut-sudut kampung mencari tempat persembunyian. Ujung-ujungnya kembali lagi ke tempat kamsiat(memang sengaja ditulis kayak gitu). Seperti pepatah aneh yang pernah menyebutkan “tempat paling aman untuk bersembunyi adalah tempat yang paling berbahaya”. Bagaimanapun juga bulek kana adalah bekas atlit gulat gaya bebas.

Pura-pura mati aja?!!”, saranku

Emang bulek kana beruang?!!”, Sahut ferry

Terus……????”, tanya edi

ya sudah. Di sini aja. Pura-pura gak tahu kan beres. Entar aku yang ngomong kalo ditanya”, terang doni menenangkan kepanikan massal kami.

Tiba-tiba doni mendekati kambing coklat itu kemudian mengelus-elusnya. Dengan mengikuti naluri perkoncoan, aku, ferry dan edi mengikuti apa yang doni lakukan. Dari seberang bulek kana celingak-celinguk. Gelagat wanita setengah beruang itu seperti layaknya sheriff di film-film koboi yang memasang pengumuman buron most wanted.

Tanpa sadar kami sudah terbawa ke alam MAYA. Nama instan yang diberikan Doni untuk kambing coklat yang telah menyelamatkan kami. Maya kini tak sendiri karena ada yang menemani. Tubuhnya yang kecil menyisakan sedikit pilu buat kami. Akhirnya berempat kami sepakat memberi makan maya biar sehat dan kuat. Itung-itung sebagai balasan atas jasanya membiarkan bulu baunya di elus-elus.

Hampir maghrib, kami pulang ke rumah masing-masing, sementara bulek kana sudah tak tercium batang hidungnya. Mungkin sudah dikandangkan dari tadi. Dengan berat hati kami meninggalkan maya sendirian di lapangan. “sampai jumpa lagi maya!”, batinku .

esok harinya setelah pulang sekolah di lembah nista…..

MAYA MASIH ADA!!!”, teriak doni padaku dari jauh. Aku langsung meghampirinya. Tampak maya sedikit gemuk dari kemarin. Daun dan ranting muda dari pohon petai itu dilahapnya. Kunyahannya yang menggemaskan membikin kami ingin ikut bergabung makan. Tapi sayangnya tidak, dan aku pikir sebaiknya tidak.

kayaknya kita harus memelihara maya, sebelum dipelihara orang lain”, Doni membuka obrolan.

oke!”, jawabku enteng sambil mengelus maya.

Tak lama berselang edi dan ferry datang. Berempat kami berunding, merencanakan kelangsungan hidup maya. Mulai dari makanannya, tempat tinggalnya, olahraganya hingga percintaannya. Yang jelas, kami berupaya agar maya enjoy menjalani hidup barunya. Pada akhirnya kami punya rutinitas baru yang menyenangkan.

Maya kami titipkan ke saudara jauh-nya, yaitu bulek kana, karena secara kebetulan ada kandang kosong di belakang rumahnya.

kalian boleh nitip, asal ada syaratnya!”, tegas bulek kana.

Opo bulek syaratnya?!”, tanya doni.

dalam jangka waktu 2 minggu, kalian harus bisa nemukan siapa yang telah menggunduli MAYA”, bulek kana menunjuk seekor ayam yang di balut dengan perban hingga menyerupai mumi. Mumi ayam atau ayam mumi?… dan yang lebih mencengangkan, ayam bugil itu namanya Maya…….. sebuah kebetulan atau TAKDIR?

Hari demi hari telah berlalu. Kehidupan kami dengan maya tampak harmonis. Kabar tentang kepemilikan maya pun tersebar kepelosok kelurahan. Ada sedikit kekhawatiran yang tersirat, namun kami berusaha untuk menutupinya.

Doni panik, Edi kikuk, Ferry bingung dan aku gak tahu harus ngapain. KENTANG, preman kampung yang keluar masuk penjara mendengar kabar hubungan kami dengan Maya (yang berkaki empat). Usut punya usut, ujung-ujungnya kami harus menyerahkan maya ke tangannya. Namanya juga preman, menjarah bukan masalah.

Bagaimanapun juga, kami terkadung cinta dengan maya. Mati-matian melindungi maya dari kejaran kentang. Mengungsikan maya dari satu tempat ke tempat lain. Hingga pernah maya hidup sehari di dalam kamarku. Namun belum genap satu jam, maya terpaksa diungsikan ketempat lain. Karena malam harinya aku terpaksa tidur di ruang tamu. Upaya melarikan maya dari kejaran kentang membuahkan hasil. Kini si preman krempeng itu gak lagi ngejar-ngejar.

genap sebulan kami berhubungan dengan kambing coklat itu. Rasa bosan muncul lagi, kami tak lagi seperti dulu lagi. Ferry sibuk dengan bimbingan belajarnya, edi yang mulai konsen dengan bisnis toko bangunan milik ayahnya, doni yang mulai dekat dengan “maya” asli dan aku yang gak ada kerjaan.

Pelajaran PMP akhirnya ada guna juga, kami bermusyawarah untuk mufakat. Mencari jalan yang terbaik buat “maya the goat”.

Ada banyak pilihan untuk menyingkirkan maya dari kehidupan kami. Mulai dari di jatuhkan ke jurang, di masukkan sumur, di cukur bulunya, di perkosa rame-rame hingga maya membunuh dirinya sendiri atau di kubur hidup-hidup.

Entah kenapa masalah tak terpecahkan. Pemikiran kami terlalu polos dan dangkal untuk sebuah perpisahan.

Pucuk di cinta ulam tiba, bulek kana ikut nimbrung bersama kami. Dan dengan entengnya dia menyarankan untuk menjual maya dengan harga pantas. Dia menawarkan harga yang menggiurkan “bagi” kami waktu itu.

Ke jurang, ke sumur, dan dikubur gak bakalan dapat uang apalagi diperkosa (malahan jadi tambah ruwet kalo entar maya minta pertanggung jawaban). Lha ini, tidak ngapa-ngapain sudah nerima uang.

DEAL!!!!!

Akhirnya bulek kana punya dua MAYA. Dan kami punya dua kemungkinan.

Benar-benar melupakan maya atau tidak.

setelah transaksi beberapa hari yang lalu, kami sudah tak pernah lagi bermain di lapangan tercinta, tempat kami dan maya bertemu. Sekarang rumah ferry-lah yang menjadi markas berkumpul. Karena di situ tersimpan karambol, papan catur, monopoli, kartu remi hingga domino, empat buah raket badminton dan mainan tidak penting lainnya. Semuanya adalah hasil dari cara kita bagaimana untuk dapat mengingat terus kenangan bersama maya.

kabarnya kini, maya sudah banyak beranak pinak, bahkan bulek kana yang kini “menciut” makin kuwalahan. Entah sebuah bentuk penghormatan atau pelecehan, keempat anak maya, dinamai DONI, EDI, FERRY dan IMAM.

Hmmm………..aku rasa tidak masalah bila dibanding dengan kasus penggundulan maya. Maya, oh! Maya.

The END


ANAK, POCONG & PERAWAN

Mei 2, 2008

Membicarakan mistik di malam hari. orang bilang itu adalah moment yang pas. Dan mistik pasti gak jauh dengan apa yang namanya setan. Dan lucunya, setan itu gak jauh yang namanya POCONG. Gile yee!! aku bilang pocong itu lucu. Wakakakakakkk.

tapi kenyataannya memang demikian. Bertahun-tahun selalu mendiskripsikan bahwa pocong yang selalu mereka bicarakan adalah tipikal yang ada di tivi-tivi. Why dan mengapa? mengapa di tivi-tivi, orang mendiskripsikan pocong dengan karakterisitk macam itu. Hingga perlu bagiku mengamati orang yang meninggal dunia dan di-bungkus kain kafan. Kan katanya Pocong itu adalah bentuk kehidupan setelah mati yang tidak berkesinambungan dengan alam ghaib. Kadang nongol kadang enggak. bahkan ada yang bilang “nek wes kadung dadi pocong, yo pisan medheni!!!”.

Hingga diskusi berikut ini lahir saat menonton film pocong 2 dan 3 sekaligus di malam yang senggang. senggang banget. saking senggangnya sampe bisa menonton film pocong.

AKU

lucu ya kalo-kalo ada pocong datang ikut nonton.

MBAK GUE

udah ah! gak lucu!

AKU

ya lucu toh! jarang-jarang lagi pocong ikutan nongkrong!!!

Coba bayangkan!!!

MBAK GUE

gendheng !!!!!

wes ah. buyar…. matikan aja tuh film!!!

AKU

terserah…sih.

Aku matiin film, tapi aku gak janji di rumah lama-lama.

Atau film ini tetp nyala dan aku jamin tetap ada sampe suamimu datang.

MBAK GUE

yo wes!!!! tapi ojo pake nakutin!!!

AKU

walah …. nakutin opo toh?!!

Merasa bosan dengan lakon yang diperani Ringgo rahman,akhirnya pembicaraan-pun berlanjut ke alam nyata. Dan masih tetap pocong.

katanya sih pocong

AKU

kemarin, Zaki habis ditampaki sosok pocong, Rozy juga.

katanya sih ada masalah dengan kayu yang dibawa oleh budhe Pijah.

MBAK GUE

ceritae gimana?

AKU

ya dilihati sosok pocong gitu.

MBAK GUE

opo kayak gitu (sambil nuding gambar pocong yang lompat-lompat di tangga)

AKU

ya gitu. katanya mukanya ancur.

walaupun ada struktur tengkoraknya tapi masih jelas kontur wajahnya.

MBAK GUE

terus. Siapa pocong itu?

AKU

mene ketehe!

Tanyakan sendiri sama dia, TUH ADA DIBELAKANGMU!!!!!!!!!!

MBAK GUE

IBUUUUUUUUUUUUUUKKKKKKKKKKKKKKK!!!!

AKU

walaaaaah….didengar tetangga…!!!!!

ngisin-ngisini!!!!

Dipikir aku macem-macem..

MBAK GUE

(ketakutan)

salahmu kan?

AKU

tak lanjutkan ya ceritanya………….

MBAK GUE

(takut tapi penasaran)

yo wes….

matikan aja film-nya. sekalian kan?!!!

AKU

yo wes.

dan telivisi benar-benar mati.

AKU

kalo rozy, saat dia tidur, kebetulan entah kenapa lampu kamarnya tiba-tiba mati dari sore.

hingga malamnya gak diganti lampu baru.

otomatis pake pencahayaan luar, dengan membuka jendela kamar.

hingga pemandangan luar tampak jelas.

MBAK GUE

jelas ae ditampaki, lha wong di buka blak!

AKU

asalnya sih cuman bayangan hitam gitu.

tapi koq lama kelamaan jadi jelas dan mendadak merinding.

MBAK GUE

terus rozy-nya gimana?

AKU

ya biasa aja lah. lha wong dia sering ditampaki.

malahan lebih dari itu.

MBAK GUE

terus yang Zaky gimana ceritanya?

AKU

kalo yang dia, malahan ada kontak fisik.

jadi ceritanya saat zaky tidur, dia kan tidur sama adiknya, bachtiar.

saat itu dia gak tau mungkin saking lelahnya.

koq tiba-tiba ada yang mencolek punggungnya zaky.

mungkin karena dipikirnya itu ulah bachtiar maka zaky diam aja.

tapi koq lama kelamaan dia jengah juga. akhirnya di umpatlah si bachtiar.

namun bachtiar nggak merespon. lha wong dia tidur lelap. dalam hati zaky, dia mikir.

“kalo bachtiar tidur lelap kayak gitu, terus siapa yang dari tadi colek-colek aku???”,

dalam hati pertanyaan itu akhirnya dijawab dengan tolehan zaky ke arah belakang.

MBAK GUE

ya Allah mam, aku merinding!!!

AKU

katanya zaky sih, ada pocong yang berdiri di sampingnya.

sambil memelototkan matanya. dan wajahnya memang benar-benar rusakancur gitu.

dia sempet takut juga sih. Namun pembelaannya dia atas nama orang islam,

menjadikannya ia mampu mengucap dan berdialog tunggal untuk mengatakan

“apakah aku mengganggumu? sebaiknya jangan ganggu saya.”

MBAK GUE

terusss?

AKU

ya akhirnya pocong itu lompat-lompat terus menjauh dan hilang.

tiba-tiba aja bulu kudukku berdiri. gak tau kenapa. (oh iya, saat nulis ini pun aku juga merinding sendiri..hiiiiiii)

AKU

terus….usut punya usut. ternyata budhe pijah membawa kayu dari kuburan tua yang ada di gunung.

aku juga heran sih.

hari gini koq masih musim ya ngambil ranting kayu dari hujan.

MBAK GUE

budhe pijah didatangi nggak?

AKU

katanya sih nggak.

MBAK GUE

padahal dia kan yang membawa kayu itu.

AKU

gak tau juga sih. tapi ya itu tadi….

MBAK GUE

apa?

AKU

hantu biasanya suka random.

MBAK GUE

(clingak-clinguk)

opo toh mam?

AKU

siapa tau giliran kamu malam ini.

banyak yang bilang pocong suka asal kalo nakut-nakuti.

MBAK GUE

itu namanya pocong stress!!! males ah mam!

eh kamu tau gak ada gossip vampir di daerah suci, pongangan?

AKU

opo maneh iku???

tiba-tiba keponakan aku yang masih tk kecil, Ajay datang sambil membawa makanan kecil. ikutan nimbrung dan duduk dipangkuan mbak gue.

MBAK GUE

yo semacam arwah gentayangan gitu. katanya meminta korban.

dan gak tanggung-tanggung, korbannya kudu perawan.

jadi semua perawan di daerah suci banyak yang ketakutan. gak berani keluar malam.

malahan gossip itu juga menyertakan cerita hilangnya beberapa perawan desa itu.

AKU

setan gendheng!!!

MBAK GUE

bener lho mam, berita ini heboh banget di daerah sana. semua perawan ketakutan

keponakanku yang ikut mendengarkan akhirnya ikut terbawa suasana menegangkan dan sesekali ketakutan. hingga tak sabar bibirnya untuk menyeletukkan sebuah kalimat.

KEPONAKAN GUE

Tante! Aku perawan kah? aku takut te!!!

AKU+MBAK GUE

WAKAKAKAKAKKKK!!!!!!!!

AKU

tentu saja tole! awakmu perawan. ting-ting malahan.

Sumpah mati perut aku masih kaku. dan tak bisa menahan lama-lama. Inilah bukti kepolosan seorang anak kecil yang tidak siap menampung informasi bergenre adult.

AKU

(Continued)

wes ah…buyar tenan. Filmnya di matikan aja. gak dapat feel.

MBAK GUE

wes mam, matikan aja. orangnya sudah datang.

kamu anter aja si perawan kerumahnya.

ntar kalo kemalaman bisa-bisa dibawa vampir.


dan akhirnya kami menertawai horror imitasi yang sengaja dibuat untuk menakut-nakuti. dan sekali lagi mengulang kata “lucunya,” pocong itu tak ada kesan sama sekali setelah mendapat celotehan seorang anak kecil. mungkin dengan penjabaran pocong versi aku yang ala kadarnya bisa membuat keadaan mistikisasi lebih humble. ato lebih menyenangkan lagi jika seorang anak kecil bisa memvisualkan seonggok pocong menjadi fantasi yang tak berlebihan tapi enak dipandang. WHO KNOWS?


Mr.P & Mrs. V

Mei 2, 2008

Mr.P & Mrs.V

Venny dan Penny adalah sepasang saudara kembar identik. Venny adalah seorang penulis novel yang pendiam dan kalem. Sementara Penny bekerja sebagai pelatih senam yang temperamental. Semasa kecil mereka sangat bertolak belakang. Namun kompak dalam menutupi kelemahan masing-masing. Venny yang anggun sering dipanggil teman-temannya “Tuan Putri”, sementara Penny yang tomboi mendapat julukan “Banci Salto’. Bahkan saking bergantungnya mereka satu sama lain, semasa SMA keduanya sering di gossipkan sebagai pasangan lesbi.

Karena Gossip lesbi itulah, akhirnya Venny memutuskan untu kuliah di tempat yang berbeda dengan Penny. Dan dikampus pilihannya itu pula, Venny bertemu dengan lelaki yang kemudian menjadi suaminya kelak. Walaupun dilain pihak ada Venny yang masih tetap melajang. Dan memilih untuk tetap melajang.

Satu tahun kemudian…

Novel Venny yang ke-3 sudah hampir mendekati deadline yang dijanjikan penerbit, namun ternyata terhenti lantaran ia mengalami kecelakaan bersama suaminya. Sebuah kecelakaan yang fatal karena mengakibatkan suami venny meninggal dunia dan dirinya mengalami patah tulang kaki dan di diagnosa Amnesia.

Selama di Rumah sakit, Venny menjalani perawatan secara bersamaan. Melatih agar dirinya bisa kembali berjalan dan belajar pengetahuan dasar dan pengenalan sekitar. Membaca dan menulis, selama satu tahun lebih, Venny didampingi oleh Dr. Adam dan dibawah pengawasan Penny. Mengingat orang tua mereka sudah meninggal, maka disarankan untuk sementara Venny tinggal dengan Penny. Akhirnya Venny dengan kursi rodanya tinggal bersama lagi dengan Penny setelah sekian tahun lamanya.

Sebenarnya dari awal Venny merasa asing dengan Penny, namun setelah treatment yang dijalaninya Venny mulai bisa menerima kehadiran penny sebagai saudaranya.

Bagaimanapun juga Venny menjadi lebih sangat pendiam. Dengan sabar Penny mulai menceritakan masa kecil mereka dengan membuka-buka kembali album foto kenangan. Mengenalkan kembali Venny kepada sahabat dan kerabat dekatnya.

Walaupun sudah rawat jalan, Dr. Adam sering mengunjungi Venny untuk memberi dukungan agar venny kembali menjadi seorang penulis. Bagaimanapun juga Dr.Adam adalah penggemar berat Ve Nee. Nama cover venny di novelnya.

Selama tinggal dirumah Penny, venny merasa bingung. Mengapa dirumah penny, banyak sekali foto-foto yang terpajang, entah itu foto penny atau fotodirinya. Yang jelas sangat tampak sama. Kebingungan venny membawanya untuk mencari tahu seberapa kembar dirinya dengan penny. Suatu ketika venny mendapati foto dirinya atau Penny yang memakai gaun pengantin yang sepertinya sengaja digunting untuk menghilangkan gambar seseorang yang berada disampingnya. Hal itu membuat venny penasaran. Tanpa sepengetahuan penny, Venny mencoba melakukan pencarian siapa sebenarnya dirinya yang sesungguhnya. Dia merasa ada yang disembunyikan oleh penny. Sampai-sampai dia meragukan penny sebagai saudara kembarnya.

Venny menemukan sebuah kunci yang memang sengaja disimpan penny di atas lemari pakaian. Ada sesuatu dengan kunci itu. Venny lantas menyimpan kunci itu.

Suatu kali venny meminta kepada penny untuk kembali pulan kerumahnya sendiri. Namun reaksi penny marah besar. Penny kalap seperti kesetanan. Penny memperingatkan venny untuk tidak mebahas hal itu lagi.
Bagaimanapun juga sikap penny yang demikian memvuat venny tambah penasaran. Tak habis akal, venny menghubungi Dr. Adam untuk mencarikan data tentang alamat rumahnya.

Setelah menemukan hari yang tepat, bersamaan dengan jadwal penny yang ketat, Venny berangkat kerumahnya dengan diantar oleh Dr.Adam. Sesampainya dirumah Venny, dia merasakan aura kerinduan yang masih asing. Yang dia herankan, mengapa rumahnya tampak asri dan bersih walaupun sekian lama ditinggalkannya. Rupanya diam-diam penny sering datang kerumah itu dan membersihkannya. Karena venny sempat mendapati penny membawa gunting rumput. Tanpa berlama-lama. Venny membuka pintu rumahnya dengan kunci yang pernah ditemukan sebelumnya. Cocok. Dan pintu rumah terbuka.

Venny menelusuri seisi rumah. Hingga ia menemukan satu kamar yang tidak bisa dibuka. Dengan bantuan Dr.Adam, akhirnya pintu itu terbuka. Keduanya langsung terkejut, banyak berantakan foto-foto venny dan beberapa lukisan kelinci. Buku-buku dan diantaranya novel yang pernah Venny tulis. Venny juga menemukan laptop yang sepertinya dulu pernah menjadi bagian dari memorinya. Saat dihidupkan, ternyata laptop itu butuh password. Venny bingung, begitu juga dengan Dr.Adam. Venny tentunya lupa dengan password-nya. Semua kata yang pernah dia jumpai dicobanya, namun tak ada yang cocok. Akhirnya venny teringat dengan tulisan yang terdapat pada gantungan kunci rumahnya. Dimasukkannya kata “AIR”, dan aksesnya terbuka. Dengan dioperasikan oleh Dr.Adam, kjeduanya menjelajahi folder demi folder.

Hingga pada satu file dokumen “life without P”, venny merasa terkenang dengan masa lalunya. Wajar saja, file itu adalah novel-autobiografi-nya sendiri. Yang ditulis dan berubah konsep setelah venny menikah, isinya menjadi semacam rasa ketakutan venny terhadap penny. Penuturan penny yang telah meracuni orang tuanya juga ditulis dengan detail di tulisan tersebut. Dan lebih lagi naluri venny yang tidak lama lagi akan kehilangan suaminya juga tertuang.

Tak terasa investigasi itu dilakukan hingga menjelang sore. Penny yang ketakutan dengan fakta yang ditemukannya mendadak lemas. Begitu juga dengan Dr. Adam yang pada akhirnya menceritakan rentetan peristiwa disaat venny mengalami kecelakaan. Dia akhirnya bisa menyimpulkan bahwa kecelakaan yang tidk wajar itu memang sengaja dilakukan oleh penny.

Tiba-tiba penny muncul dan memukul Dr.Adam dengan kayu balok hingga pingsan. Penny lantas mengikat Dr.Adam dan menyumpal mulutnya dengan kain. Dan membawa pergi Venny untuk keluar dari rumah itu. Penny sudah menginstruksikan venny untuk diam, kalau ingin Dr.Adam tetap hidup. Penny mengunci rumah venny dan meninggalkan tempat itu.

Beberapa hari kemudian……

Hujan turun dengan lebatnya. Tampak Venny dan Penny duduk di meja makan. Namun pemandangannya tampak berbeda. Venny mengenakan gaun Pengantin yang sama ia gunakan saat dia menikah. Sedangkan Penny memakai setelan Tuxedo hitam. Kelihatan dari raut wajah venny yang sangat ketakutan dan tertekan dengan sikap penny. Setelah penny memberikan isyarat, keduanya langsung memulai makan malam. Dan ditutup dengan menelan sebutir pil kotak warna putih yang dibilas dengan segelas Wine. Penny membawa venny keatas ranjang. Venny pasrah ketika di baringkan di atas ranjang. Setelah keduanya berbaring, beberapa detik kemudian, penny langsung kejang-kejang dan mengeluarkan busa. Namun berbeda dengan venny yang langsung memuntahkan pil yang sedari tadi di simpan dimulutnya. Penny mengejang hebat. Dan seketika langsung menghembuskan nafas terakhir sambil meneriakkan “Tuan Putri”!!!!! Venny histeris dan menangis meronta minta tolong. Venny lolos dari maut.

Life Without P menjadi best-seller.

The End.

IMAM OCEAN
24.04.08 04.05pm
warnet DZ