ROMEO AND JULIAN
ROMEO AND JULIAN
Dua sahabat, bertemu dalam sebuah workshop pembuatan film. Romeo(21) yang terobsesi untuk menjadi penulis skenario handal dan Julian(19) yang ingin sekali membuat film dokumenter. Semenjak perjumpaan itu, keduanya sering bertemu dan membahas berbagai macam hal. Termasuk saling curhat akan jalan hidup mereka yang tampaknya biasa-biasa saja.
Akhirnya, berdua mereka berkomitmen bahwa harus ada perubahan dalam diri mereka. Dengan semangat menggebu mereka memutuskan untuk melanjutkan obsesi mereka masing-masing. Rome dengan skenario-nya dan Julian dengan film dokumenter-nya.
Mereka kemudian jalan sendiri-sendiri untuk memfokuskannya. Dan menyelesaikan misinya masing-masing tanpa ketergantungan. Hampir tiga bulan keduanya tidak saling kabar.
Dan pada hari H-nya, dua pemuda itu bertemu untuk saling mengabari hasil dari “perenungannya”. Romeo sudah menyelesaikan skenarionya yang dia beri judul sementara “Banci salto”. Dan ternyata Julian belum menemukan topik yang pas yang akan didokumenterkannya. Romeo yang kadung percaya dirinya meluap-luap untuk mengantarkan naskah-nya ke PH-PH langsung tak enak hati melihat sahabatnya tidak berhasil menyelesaikan misinya. Namun seketika itu juga dari sikap dan prilaku Romeo, Julian langsung mendapatkan ide yang dirasanya sangat brilian. Buat apa susah-susah mencari obyek, padahal obyek dokumenter sudah di depan mata. Maka dimulai-lah saat itu juga. Julian mendokumenter-kan garis hidup Romeo untuk menjadi penulis skenario. Gaya pengambilan gambar julian yang terbilang ekstrim dan beberapa fakta-fakta yang mengejutkan yang dijumpai romeo saat mengajukan naskahnya ke PH-PH besar maupun yang terbilang masih baru. Dari penolakan yang halus hingga yang kasar bahkan berbuntut pelecehan moral. Liku laku romeo terekam semua kedalam kamera julian. Sampai-sampai julian terlarut dalam emosi romeo yang terdalam. Sempat romeo menyerah, namun julian tetap menyemangatinya. Bahkan tanpa sepengetahuan romeo, julian juga ikut membantu mengirimkan naskahnya ke PH yang belum di datangi romeo. Saking frustasinya, romeo mengakhiri hidupnya dengan terjun dari bangunan gedung tempat dia terakhir ditolak naskahnya. Dalam pikiran julian, bahwa semula romeo hanya pura-pura bunuh diri, namun ternyata benar-benar dilakukan romeo. Lima hari setelah kematian Romeo, Julian mendapat kabar bahwa naskah romeo yang pernah julian kirim ke salah satu PH, siap untuk di teken kontrak. Dengan dalih meneruskan obsesi romeo, julian pun akhirnya menyetujui.
8 bulan kemudian, skenario romeo benar-benar sudah menjadi film. Namun judulnya berganti menjadi “Mr.P. & Mrs.V.”. itupun julian yang mengganti judulnya. Dan diluar dugaan, film itu meledak luar biasa. Begitu juga film dokumenter julian yang diberi judul “Romeo killed by Juliet”, film yang kontroversi dan menjadi sasaran empuk para kritikus film dan paling banyak direquest di beberapa film festival mancanegara. Bahkan akhirnya menjadi satu-satunya film indonesia yang pertama kali masuk nominasi di ajang academy award.
Julian mendadak menjadi selebritas. Ekspos besar-besaran terhadap dirinya membuat julian tidak tahan dan mengalami tekanan mental. Apalagi setelah film dokumenternya di gugat oleh LSM HAM, mengenai sikap julian yang memanfaatkan kematian seseorang untuk popularitas. Bahkan ada yang menyebutkan terdapat konspirasi di balik film dokumenter-nya julian.
Ternyata Julian tanpa romeo tidak bisa berbuat banyak, Tanpa romeo julian bukan siapa-siapa dimatanya sendiri. Julian akhirnya mengakhiri hidupnya dengan meminum pil obat-obatan hingga Over Dosis. Ia dinyatakan tewas di bak mandi di apartement-nya dengan wajah yang tampak ceria dan bahagia.

Tinggalkan Balasan