The Legend of Luma Lurik
Jaman dahulu kala, yaitu jaman dimana banyak berdiri kerajaan-kerajaan di jawa, tepatnya di abad ke 14, terdapat seorang perempuan yang bernama Luma Lurik(25). Dia adalah putri tunggal seorang raja(45). Semua saudara-saudaranya selalu meninggal dunia ketika melalui proses persalinan. Menurut kabar, sang putri bisa selamat dari proses bersalin lantaran ada jimat pemberian Sukasrono(77), dewan penasehat raja.
Luma lurik hidup dengan bergelimang harta. Namun ketika diusianya yang ke 25 dia merasa marah. Karena tak ada satupun jodoh/pria yang mendekatinya.
Sekalipun sang raja mengadakan sayembara. Hal ini dikarenakan sang putri mempunyai wajah yang jelek. Selama ini luma lurik hanya mendengarkan pujian dari sang raja saja bahwa dia cantik, padahal kenyataannya tidak.
Akhirnya luma lurik, meninggalkan kerajaan dan pergi berkelana untuk mencari “kecantikan”. Dalam perjalanannya, Luma lurik bertemu dengan seseorang(100?) “tetua” yang bisa memberikan resep kecantikan sekaligus awet muda untuk selamanya. Mendengar hal itu, luma lurik sangat bahagia. Namun ada syaratnya, luma lurik harus menuruti apa yang diperintahkan tetua.
Kehidupan luma lurik pun berbalik 180derajat. dia menjadi sosok yang bekerja keras, tanggung jawab dan tidak manja lagi. Setahun kemudian, luma lurik akhirnya di bawa tetua ke sebuah air terjun. Tampak pelangi muncul diatas riak, tepat dimana air terjun itu turun. Sang tetua menginstruksikan, bahwa luma harus bertapa di bawah air terjun, sampai warna merah pada berkas pelangi itu hilang. Luma sempat tidak percaya, namun pada akhirnya dia terpaksa menuruti perintah tetua.
Setelah mengisi perut yang cukup, luma memulai pertapaannya. Dan sesuai dengan perintah tetua, dia menanggalkan seluruh pakaian yang melekat ditubuhnya.
Hampir genap 7 hari, luna menghentikan pertapaannya. Dia melihat pelangi masih ada warna merahnya. dia geram pada tetua, ternyata dia merasa ditipu hingga rasa lapar yang mengganggu. Namun pada saat dia hendak menemui tetua, dia kaget, melihat bayangannya sendiri di air. tampak rambutnya yang panjang dan lebat, payudaranya yang besar dan memanjang hingga menyentuh lutut, kulitnya berwarna hitam legam, dan bergelambir.
Luma histeris dan menjerit-jerit.
Datanglah sang tetua akibat mendengar jeritan luma, sang tetua rupanya kaget juga, namun dia segera tahu apa yang telah terjadi pada luma. Luma meminta pertanggung jawaban tetua. tetapi tetua juga menyalahkan luma karena tidak mematuhi perintah-nya. Padahal menurut tetua satu hari lagi warna merah pada pelangi akan hilang, namun luma tidak sabar untuk menanti.
Luma benar-benar menyesal. Melihat kesedihan luma yang mendalam, sang tetua akhirnya membantu luma untuk kembali normal. Diberinya luma satu gelas dari bambu yang berisi ramuan herbal dan sari pati bumi. yang mempunyai efek kesaktian.
Dan adapun syarat-syaratnya, luma harus mandi di air terjun tadi apabila ada hujan saat matahari bersinar di siang hari. Dan yang terakhir, luma lurik harus menyusui anak kecil hingga payudaranya kembali normal. tetua menyarankan, sebaiknya luma menggunakan kesaktian berubah wujud agar aksi menyusuinya tidak ketahuan. Dan semua aturan itu harus dilakukan sampai wujud luma kembali normal dengan sendirinya.
luma tidak menyadari, bahwa ritual menyusuinya sudah terjadi hingga mencapai 6 abad. dan keberadaannya sudah tidak terdengar lagi. Bisa jadi dia sudah berubah menjadi seperti semula. dan bisa jadi, ia menjadi artis sinetron atau penyanyi dangdut. tentunya ada bagian dari tubuhnya yang masih mencolok dan masih menyisakan “besar”nya.

Tinggalkan Balasan