Binatang JALANG itu adalah Guru Bahasa Indonesia-ku

Oktober 20, 2007

konon saat aku masih duduk di kelas tiga STM, banyak yang bilang aku anaknya pendiam…

bayangkan saja, saat sekarang ini tak ada satupun guru di STM yang ingat padaku. dipikir mereka, apa aku ini??? lima tahun yang lalu hehehe….wajar kalau mereka lupa, semoga saja mereka memang benar-benar lupa.

mungkin ada satu guru yang tidak akan pernah melupakan aku, akan peristiwa “BINATANG JALANG” itu.

Dialah Hesti sutimbul (sudah lupa aku dengan nama lengkapnya). Guru bahasa Indonesia yang berusaha sepede mungkin untuk bisa menjadi guru terlucu, padahal……GARING!!!! Orangnya tuh, rambut kriwul, kadang di rebounding kayak sapu ijuk, badannya berdiameter gentong galon, jauh dari kata cantik tapi kemayu, menurutku sih NGGILANI…

suatu ketika, di saat Dia mengajar, semula topik yang di ajarkan adalah sebuah pokok bahasan PUISI “AKU” karangan Khairil Anwar. dasar Imam yang katanya pendiam, sempat bercanda dengan teman sebangku aku (kalo ga salah namanya INSAP(it’s real not fake)), dan si Galon mencium gelagat kami berdua. namun dia membiarkan kami berdua seperti apa adanya. maklum saja, sebelum kejadian ini, kami adalah dua anak “pintar” yang tidak berdosa.

kata temen-temen (aku sempat menginterogasi mereka, sebagai saksi kunci), Bu Galon sempat dongkol. Tetapi kami nggak nyadar sama sekali.

dan ketika giliran dia membacakan puisi “AKU”, hingga di bait….

…..AKU INI BINATANG JALANG…….

tanpa kusadari, mulutku yang lincah ini berbalas ……SAKPANCEN………. ((((((((dalam kamus bahasa Indonesia berarti MEMANG)))))))))))……….

dan suasana kelas menjadi sunyi senyap. ringkihan Insap yang semula tertawa tak terdengar kini menjadi bahana seisi ruang. Semua yang bernafas di dalam kelas seketika terhenti.

Aku kemudian tertawa tanpa ampun, ((((((((Oh my Ghost,,,apa yang baru saja kukatakan)))))))))))))))))))…..

kemudian “si Binatang Jalang” melanjutkan Puisinya seolah-olah baru saja ada Gempa Tektonik yang mengguncang SEKOLAH. Berusaha untuk melupakan kejadian yang menohok seantero jagad persekolahan di GRESIK. Suasana kembali bergelora. namun semuanya tentang IMAM. Entah kenapa aku tidak merasakan ada hal yang salah, SALAH KAH AKU???? tidak kan???!!!

………..

waktu bergulir, sempat ada seorang teman yang mengabari kami berdua untuk segera menghadap ke “JENDRIL KANCIL”(kalau cowok jendral).

“mungkin hanya gurauan sesat temanku saja, jadi aku tidak menghiraukan titah itu”, aku melenggang sekali lagi tanpa dosa meninggalkan masalah itu tanpa masalah.

dilain pihak, INSAP yang katanya sahabatku itu sudah terlebih dahulu menghadap sang kancil, tanpa memberitahuku, dia menemui sang ratu lebah. memohon pengertian. alasannya, malu sebagai tetangga kampung. nggak enaklah…..sungkan lah………itu lah…….tai lah………

males banget….

sementara aku bingung, menghadap atau……

akhirnya, memang baiknya aku menghadap, walaupun sudah terlambat (MAM, tidak ada kata terlambat!!!!! Inga’-inga’), bukan PURE inisiatif aku sendiri (ada temen yang mendorong aku untuk meminta maaf)

”””””””’

masuk ke sarang lebah yang tak ada madunya. yang ada hanya hambar susu basi. sekali lagi garing…….aku seperti KELEDAI…benar-benar dungu…mengapa aku mesti datang ke Rumah Guru Jalang itu….

Ada suatu hal yang membuatku yakin pasti ada hal buruk yang akan berlaku didiriku yang berhubungan dengan RATU LEBAH ini.

;;;;;;;;;;;;;;;

pembagian Raport dan Ijazah kelulusan……….

nilai bahasa Indonesia-ku 6, padahal dua cawu yang sebelumnya 9….

pintar sekali GALON ini, 69 simbol cancer, my zodiac. no problem. by the way gaya bercinta 69 juga asyik lho………. (jangan bayangkan aku bercinta dengan GALON LHO!!!!!!)

bener kan (DALAM HATI KECILKU) Kancil itu cerdik, juga pendendam. “DASAR JENDRIL KANCIL!!!!!!!!!!!!!!!!”

Dan sampai kini, peristiwa itu masih membekas, walaupun pahit untuk dikenang……

murid mana ada yang berani mengatakan gurunya adalah BINATANG JALANG kecuali IMAM…..

Haahahahahahaa….very ironic….

makanya….kalo sekolah tuh yang bener…jangan guyon melulu.

Nama dan Karakter diatas adalah benar adanya, bagi yang tersangkut dalam cerita diatas, berterima kasihlah. sesungguhnya realita adalah benar adanya.

jangan menjadikan cerita diatas inspirasi yang pas. buang jauh-jauh. boleh nakal, tapi kudu pintar.

(tak ada yang patut untuk dipersalahkan, walaupun sudah jelas siapa yang salah. itu semua hanyalah masa lalu belaka. tak perlu ada yang harus ditutup-tutupi)

jam 11 malam di warnet yang gak penting banget jika disebutin namanya, ga dapat royalti, ngapain juga disebutin….


Wanita “Berdarah” Biru

Oktober 20, 2007

 

Naik angkot menuju ke rumah Sister…
jurusan Randuagung warnanya bisa merah, kuning dan hijau. Terserah mau pilih yang mana?????
seperti biasa, warna nge-jreng jadi sasaran, selain tidak bau amis ikan pindang, and minim anak sekolahan, pilihan jatuh ke lynn HIJAU. (SELAMAT) padahal ini lynn terkenal dengan gaya 2fast 2furious alias ugal-ugalan…..

ada wanita paruh baya sibuk bersolek, kakek-kakek nyentrik lagi ngantuk dan ibu muda yang kelihatannya habis berolah raga, mungkin karena hari JUm’at. Ibu Muda ini berbalut pakaian Training warna putih, absolutely white.

Ibu muda yang sehat.

duduk pas didepan dimana aku duduk. memainkan HP-nya yang tampaknya MAHAL. telinga yang mengeluarkan kabel dan terhubung ke telepon seluler itu kadang membuatnya berbicara sendiri. dan Aku tidak pantas heran bukan???

tepat di Depan Masjid Agung, dia turun.
WOW….tak disangka tak dinyana. Apakah yang terjadi???
bokongnya berdarah. benar-benar darah.
warnanya merah….benar-benar merah.

menghiasi seluruh kanvas putih yang seputih-putihnya. aku tak bisa berkata apa-apa. hanya terperangah. ibu paruh baya tetap bersolek, kakek-kakek nyentrik tetap ngantuk sedia kala.

darah itu menghiasi jok bangku di depanku. jok biru berdarah merah, hingga samar tak kentara. sebaiknya aku diam saja atau bertingkah seperti ORANG BAIK BUDI?

Dalam pemikiranku, ternyata tak terduga, ada Ibu Genit Setengah gila langsung naik menggantikan ibu muda tadi. benar-benar tepat sasaran. pas di”bokong besar”nya. yang aku sesalkan, masih ada aroma baju baru yang menggelayuti tubuh Ibu Genit Setengah Gila itu. Mungkin hari ini adalah pertama kali dia “Nganyari” baju itu.

Salahkah aku untuk tidak memperingatkannya????

dan kemudian, selama cerita berikut ini terjadi, Angkot berjalan pelan…..

Ibu Genit Setengah Gila itu duduk dengan gagah memandangi aku. Dia sadar…aku pun juga sadar…..

Lho, Kamu kan temennya xxxxxxx?

iya, Sampeyan ibunya xxxxxx ya?

iya. Mau kemana?

Mau ke rumah Mbak saya!

Kamu sekarang kerja dimana?

Hmmmmmm, anu….

Sekarang xxxxxx kerja di Batam. gajinya 2,5 juta. kemarin baru saja pulang. ini oleh-olehnya. katanya sih 30 gram. bulan depan dia mau ambil mobil. bilangnya nanti biar yang dirumah nggak perlu naik angkot. nggak tahu sekarang, katanya gajinya dinaikkan 20%. pokoknya ………………………………………………..dll……

Merasa sudah dekat dengan tujuan yang hendak ku tuju, aku bersiap memencet bel sebagai sinyal untuk menghentikan angkot.

Permisi dulu bu, udah nyampe’. Monggo!

Ibu Genit setengah Gila itu mengangguk kemudian memandangi gelang gelang yang dipakainya.
aku bayar ongkos 2000, kemudian terdiam sesaat.

Masih salahkan saya????

Aku masih tidak bisa membayangkan, bagaimana jadinya dia akan bertemu dengan calon “besan”nya? dengan noda merah yang mewarnai kain sutra putih yang katanya oleh-oleh dari XXXXXXXX….

Itu bukan urusanku lagi… itu sudah menjadi urusan dia dan keluarganya.

Buat yang merasa bisa “berdarah” tak terduga. Waspadalah!!!!!