header image
 

PRIA BERINGAS YANG BERINGUS (Bag.1)

Mengapa judulnya pake kata beringus?

Pasti kalian akan menghubungkan dengan sosok yang jorok…..dan tidak bermoral. udah beringas, beringus lagi……..(KOMPLIT).

Tapi kalo yang beringas dan beringus itu aku, pastinya semua kan menjauh, muntah, mual dan ketawa. kombinasi reaksi sifat manusia yang wajar bila melihat kejorokan, dan kelucuan berbaur jadi satu.

ceritanya sih di tiga tempat yang berbeda. dan kesemuanya mengandung pesan yang syarat makna. yaitu, KALAU PILEK, WASPADALAH!!!!!

Bagian pertama:

dalam rangka keberangkatan pertama gue ke Bandung. ya pastinya lumrah kalo aku naik transportasi kereta api. Masih ingat di benakku, nama kereta itu Mutiara Selatan. aku sih gak pilih-pilih kereta apa yang harus kutunggangi, berhubung info dari “sang guide”nya kereta itu, ya mau gimana lagi. dengan ongkos 120 ribu, aku meninggalkan gresik yang ter”CINTA” menuju BAndung yang musti kudu transit dulu lewat Surabaya. Memang sial kalo stasiun aja nggak punya. maunya numpang lewat aja. (kalau jadi walikota, akan ku bangun stasiun kereta api express, KALAU PERLU)

TICKET

di kereta api dapetnya tempat duduk samping jendela. wah enak banget nih…… bisa ngeliat pemandangan luar yang liar. (lha padahal gak seliar itu…..)

Kadung beli tiket disaat virus flu melanda, akhirnya duduk di kursi kereta dengan suasana sentrap-sentrup(menyedot “sesuatu berlendir” dari rongga hidung). Musin hujan gak komplit rasanya kalo gak kena pilek.  (Kembali ke kereta…….)

Di perjalanan yang lambat laun jadi membosankan. aku hanya bisa memenungkan diri sendiri. mencoba mencari inspirasi dari segala sudt pandang yang bisa kulihat. Pria paruh baya yang duduk disampingku mungkin adalah karakter pria penidur. karena sepanjang perjalanan aku gak melihat reaksi sama sekali dari dia. dan dari cara aku memandangnya, dia terbilang “batu”. Orang yang pastinya sulit untuk dibuat bangun. tapi yang paling aku takutkan dari pria penidur adalah kalau-kalau aku ditiduri. dan nggak bangun-bangun…. Walah…..hayalanku semakin gak jelas…..ngeliat orang yang tidur.

dan kini kualihkan pandanganku ke arah ibu muda yang sedang menyusui anaknya. What??!!!!! “menyusui”??? dengan santainya dia memeras-meras susunya yang kelihatannya gak keluar-keluar. tentunya dengan gerakan biasa, bukan gerakan binal kayak yang di film-film porno. lagian yang nyusu juga anak-anak, bukan Om-om yang gak tau diri.

tapi entah kenapa, aku merasa kasian dengan ibu muda itu. kelihatannya dia adalah ibu muda yang udik. yang pertama kali naik kelas bisnis. dan gak tau caranya bertingkah laku yang baik di depan para penumpang yang lain.

Ah!!! dari pada aku ikut-ikutan haus, atau ikut-ikutan memeras, mendingan aku menghentikan aktivitas terlarangku dengan mengadu ke pikiran orisinalku tanpa harus ikut-ikutan.

kembali aku menggiatkan tanganku untuk mengusap ingus yang sering kali keluar tanpa permisi. Tak ada kompromi buat yang satu ini. semuanya begitu tak berarti bagiku. berhubung aku rela melakukan demi apa aja, (ingat!! aku adalah tipe pria beringas) so aku memberanikan diri meminta seorang wanita untuk sebuah kertas tissu. hanya selembar kertas tissu (yang nantinya akan menjadi masalah besar)!!!!!!

wanita itu bingung…. tapi pada akhirnya dia sadar untuk apa tissu itu bagiku. ketika dia menatap hidungku yang ranum memerah semangkah (sengaja pakai H biar Hah).

Kembali ke singgahsana, aku menyumpat dan menggenjrotkan ingusku kencang. Gak peduli mata yang lain memandang. Akhirnya…..keluarlah semua kekentalan-kekentalan yang menghambat jalur nafasku. Aku lega. dan aku bingung, mau ku kemanakan tissu ber”bumbu”  tadi. Aku bimbang dengan barang yang satu ini. ke kolong? kalo keinjak aku sendiri gimana? kan ada jendela!

Ya udah, dengan pura-pura gak tau, aku menyelipkan tissu tadi ke arah jendela. dan secepat kilat aku melempar tissu tadi dan terhempas dahsyat di sapu cepatnya kereta yang melaju. kembali dalam duduk tanpa rasa bersalah karena telah membuang noda yang menjijikkan, bagi yang merasa jijik tentunya. aku hanya bisa berpura tidur dalam sekejap saja.

HUWEEEEEK!!!!!!

Bunyi itu membangkitkan kepura-puraanku dalam tidur.  apa yang telah terjadi? aku berusaha mencari sumber info itu. Siapa orang bodoh dan tolol yang pakai acara muntah segala di kereta yang terbilang cukup lumayan ini? Namun suara huweek itu akhirnya di padukan dengan suara-suara yang memanggil “mas”. gak taunya suara itu berasal dari kursi belakangku. wanita itu tampak menutupi mulutnya. sesekali memelototkan matanya kearahku sambil melirik-lirik kearah jendela. seolah-olah dia menyuruhku untuk “lihat itu nyet”!!!!!.

Aku tanpa merasa salah, menuruti kata “mata”nya. Ku tengoklah jendela itu. dan ALAMAAAK!!!! aku teringat dengan benda yang beberapa menit lalu kutelantarkan ke luar jendela. benda putih tipis ber”jeli” hijau itu menempel di tribun kehormatan yang dilihat seantero penumpang sekitar jendela. GILAAA!!! IT’S MINE (seperti gollum yang mau ngerebut the ring dari tangan frodo) Aku langsung menjulurkan tanganku keluar jendela dan segera mengenyahkan tissu biadab itu dari jendela. dan tanganku yang dempal, pada akhirnya nyangkut dengan sempurna. Tontonan petang itu akhirnya menjadi menarik. Seorang Pria yang tangannya kejepit lantaran hendak menyingkirkan ingusnya yang nemplok di kaca jendela.

“Moment ini dipersembahkan oleh Tango”, memang tango enak.

Semua tindakan brutalku tadi akhirnya menjadi obrolan kasar seisi kereta api. Ada yang bilang, bodohnya aku dengan lembut. ada yang terang-terangan memanggilku “anak ingusan”. Koq jadi inget dengan sesuatu yang berbau film ya?

Ih. yang jelas gak ada yang merasa kenyang petang itu. semuanya malas makan. semuanya malas minum. Dan semuanya sepakat untuk cuti makan. dan cuti minum. selama mereka masih berada bersamaku, aku pikir selama itu pula-lah mereka tidak akan makan dan minum. Aku jamin itu!!!!

dan untuk bagian kedua, tunggu cerita berikutnya…………

Maya, Oh! Maya.

Maya, Oh! Maya.

Hampir dua jam terduduk kaku di kursi bus jurusan Pandaan-Surabaya. Bau asap rokok, kentut kenek dan ketek embah-embah ditambah pula dengan aroma keringetku menjadi ramuan obat mujarobah yang bisa menidurkan seluruh penumpang bus. Tidak termasuk aku. setelah 4 jam tertidur di emperan terminal antah berantah.

Beruntung saja, sebuah bus diciptakan dengan seperangkat jendela kaca, bayangkan saja tanpa adanya piranti itu, mungkin sepanjang perjalanan aku musti memandangi seorang nenek di sebelah yang lelap tertidur dengan stalaktit buatannya. Sebuah mahakarya nyata yang bisa diciptakan hanya dengan memejamkan mata.

Diluar hanya ada pemandangan kambing-kambing yang merumput. Jadi teringat masa lalu dengan makhluk yang bernama Maya.

Waktu itu 1996, di sebuah perkampungan yang harmonis. Hiduplah aku dan teman-teman yang gemar bergumul di lapangan rumput usai sekolah. Ada saja macam permainan yang kita lakukan. Mulai dari mencari singkong (tentunya ngambil dari ladang mbah gito), hingga ngejar layangan putus.

Boring time melanda. Main upil sampe garing udah gak nafsu. Gulung-gulung di rumput masih terlalu dini-panas maksudnya-untuk dilakukan. Kebetulan ada seekor ayam tetangga tersesat di lembah penyiksaan (sebutan untuk lapangan tempat kami bersemayam). Entah setan apa yang membisikkan ke telinga doni untuk meng“aman”kan ayam nekat itu. Taktik gerilya direncanakan. Walhasil dengan asal-asalan semua jadi tak karuan. Berhamburanlah keempat bocah ingusan menangkap ayam tak berdosa itu. ‘awas mam!’, teriak doni sambil mengangkang. Yang masih ada hubungan sodara dengan aku, bedanya dia punya wajah yang bisa dijual, sementara aku diobral pun masih meragukan.

Ayam itu lantas menerobos celah dan dalam sekejap saja tangan Ferry langsung membekap ayam tak berdaya itu.

KEOK KEOK KEOK!!!!!! Keok keok keok!!!! Dan akhirnya sang ayam terdiam bingung. Apa yang akan kalian lakukan terhadapku??? Mungkin itulah kata-kata terakhir yang pernah diucapkannya. Karena tampak sebuah wajah memelas dan minta ampun dari pelupuk matanya.

Di gorok?!, bisik doni.

Di bakar?, Edi menyarankan.

Di sate kan enak?!!, tandasku.

Jangan, terlalu rumit!, terang doni.

Di panggang ae!, Aku menyahut.

Goblok! Dipanggang sama di bakar iku podho ae!, terang ferry,

Terus?!

Beberapa jam kemudian.

DITEMUKAN SEEKOR AYAM BETINA DARI LUAR ANGKASA!!! Layaknya ayam yang dipajang untuk dijual dipasar-pasar, tanpa bulu putih mulus. Sexy? Bisa jadi. Ayam itu kebingungan, hanya tersisa beberapa helai bulu di kedua sayapnya. Sementara di kepalanya menyisakan model mohawk sama seperti Robert DeNiro di film Taxi Driver. Bener-bener futuristik style.

Baru kali ini aku melihat mata ayam yang nanar.

Bye-bye chicken….

Berlarilah Ayam DeNiro! Mengadulah pada majikanmu! Bilang padanya, bahwa sekarang kau tlah bebas. (paling tidak, yang merasa punya kamu bakalan illfill nge-liat hasil makeover-an kami)

Beberapa menit kemudian

Tak ada lagi kerjaan, kecuali tidur-tiduran di rumput alang-alang yang sudah pantas dibabat. Seekor kambing coklat, merumput tanpa malu-malu. Tampak payudara yang menggandul mencirikan kalo dia-padahal kambing-itu seekor betina. Tapi jangan bayangkan sang kambing layaknya model film BF. Karena masih bagusan si kambing dari pada asia carerra. Bagaimanapun juga, kambing nungging karena anaknya menyusu, asia carerra nungging emang siapa yang gak mau?

Eh, Bulek kana bawa clurit!’, bisik edi sambil mengendap-endap. Berempat kami meninggalkan tempat kejadian perkara. Bagaimanapun juga bukti forensik yang tertinggal di TKP masih ada, yaitu sebuah gunting dan alat cukur serta bulu-bulu unggas yang berserakan bercampur tanah.

Menyadari bahwa ayam yang baru saja di permak adalah milik bulek kana-tetanggaku yang ‘super’. Matanya belok, mulutnya lebar, telinganya besar, rambutnya keriting. Benar-benar wujud nyata dari tokoh boneka miss piggy yang memakai kemben+kutang hitam. Pengikut aliran norakisme-maka kami berusaha menyelamatkan diri dari tragedi carok massal.

Lupakan bulek kana.

Menyusuri sudut-sudut kampung mencari tempat persembunyian. Ujung-ujungnya kembali lagi ke tempat kamsiat(memang sengaja ditulis kayak gitu). Seperti pepatah aneh yang pernah menyebutkan “tempat paling aman untuk bersembunyi adalah tempat yang paling berbahaya”. Bagaimanapun juga bulek kana adalah bekas atlit gulat gaya bebas.

Pura-pura mati aja?!!”, saranku

Emang bulek kana beruang?!!”, Sahut ferry

Terus……????”, tanya edi

ya sudah. Di sini aja. Pura-pura gak tahu kan beres. Entar aku yang ngomong kalo ditanya”, terang doni menenangkan kepanikan massal kami.

Tiba-tiba doni mendekati kambing coklat itu kemudian mengelus-elusnya. Dengan mengikuti naluri perkoncoan, aku, ferry dan edi mengikuti apa yang doni lakukan. Dari seberang bulek kana celingak-celinguk. Gelagat wanita setengah beruang itu seperti layaknya sheriff di film-film koboi yang memasang pengumuman buron most wanted.

Tanpa sadar kami sudah terbawa ke alam MAYA. Nama instan yang diberikan Doni untuk kambing coklat yang telah menyelamatkan kami. Maya kini tak sendiri karena ada yang menemani. Tubuhnya yang kecil menyisakan sedikit pilu buat kami. Akhirnya berempat kami sepakat memberi makan maya biar sehat dan kuat. Itung-itung sebagai balasan atas jasanya membiarkan bulu baunya di elus-elus.

Hampir maghrib, kami pulang ke rumah masing-masing, sementara bulek kana sudah tak tercium batang hidungnya. Mungkin sudah dikandangkan dari tadi. Dengan berat hati kami meninggalkan maya sendirian di lapangan. “sampai jumpa lagi maya!”, batinku .

esok harinya setelah pulang sekolah di lembah nista…..

MAYA MASIH ADA!!!”, teriak doni padaku dari jauh. Aku langsung meghampirinya. Tampak maya sedikit gemuk dari kemarin. Daun dan ranting muda dari pohon petai itu dilahapnya. Kunyahannya yang menggemaskan membikin kami ingin ikut bergabung makan. Tapi sayangnya tidak, dan aku pikir sebaiknya tidak.

kayaknya kita harus memelihara maya, sebelum dipelihara orang lain”, Doni membuka obrolan.

oke!”, jawabku enteng sambil mengelus maya.

Tak lama berselang edi dan ferry datang. Berempat kami berunding, merencanakan kelangsungan hidup maya. Mulai dari makanannya, tempat tinggalnya, olahraganya hingga percintaannya. Yang jelas, kami berupaya agar maya enjoy menjalani hidup barunya. Pada akhirnya kami punya rutinitas baru yang menyenangkan.

Maya kami titipkan ke saudara jauh-nya, yaitu bulek kana, karena secara kebetulan ada kandang kosong di belakang rumahnya.

kalian boleh nitip, asal ada syaratnya!”, tegas bulek kana.

Opo bulek syaratnya?!”, tanya doni.

dalam jangka waktu 2 minggu, kalian harus bisa nemukan siapa yang telah menggunduli MAYA”, bulek kana menunjuk seekor ayam yang di balut dengan perban hingga menyerupai mumi. Mumi ayam atau ayam mumi?… dan yang lebih mencengangkan, ayam bugil itu namanya Maya…….. sebuah kebetulan atau TAKDIR?

Hari demi hari telah berlalu. Kehidupan kami dengan maya tampak harmonis. Kabar tentang kepemilikan maya pun tersebar kepelosok kelurahan. Ada sedikit kekhawatiran yang tersirat, namun kami berusaha untuk menutupinya.

Doni panik, Edi kikuk, Ferry bingung dan aku gak tahu harus ngapain. KENTANG, preman kampung yang keluar masuk penjara mendengar kabar hubungan kami dengan Maya (yang berkaki empat). Usut punya usut, ujung-ujungnya kami harus menyerahkan maya ke tangannya. Namanya juga preman, menjarah bukan masalah.

Bagaimanapun juga, kami terkadung cinta dengan maya. Mati-matian melindungi maya dari kejaran kentang. Mengungsikan maya dari satu tempat ke tempat lain. Hingga pernah maya hidup sehari di dalam kamarku. Namun belum genap satu jam, maya terpaksa diungsikan ketempat lain. Karena malam harinya aku terpaksa tidur di ruang tamu. Upaya melarikan maya dari kejaran kentang membuahkan hasil. Kini si preman krempeng itu gak lagi ngejar-ngejar.

genap sebulan kami berhubungan dengan kambing coklat itu. Rasa bosan muncul lagi, kami tak lagi seperti dulu lagi. Ferry sibuk dengan bimbingan belajarnya, edi yang mulai konsen dengan bisnis toko bangunan milik ayahnya, doni yang mulai dekat dengan “maya” asli dan aku yang gak ada kerjaan.

Pelajaran PMP akhirnya ada guna juga, kami bermusyawarah untuk mufakat. Mencari jalan yang terbaik buat “maya the goat”.

Ada banyak pilihan untuk menyingkirkan maya dari kehidupan kami. Mulai dari di jatuhkan ke jurang, di masukkan sumur, di cukur bulunya, di perkosa rame-rame hingga maya membunuh dirinya sendiri atau di kubur hidup-hidup.

Entah kenapa masalah tak terpecahkan. Pemikiran kami terlalu polos dan dangkal untuk sebuah perpisahan.

Pucuk di cinta ulam tiba, bulek kana ikut nimbrung bersama kami. Dan dengan entengnya dia menyarankan untuk menjual maya dengan harga pantas. Dia menawarkan harga yang menggiurkan “bagi” kami waktu itu.

Ke jurang, ke sumur, dan dikubur gak bakalan dapat uang apalagi diperkosa (malahan jadi tambah ruwet kalo entar maya minta pertanggung jawaban). Lha ini, tidak ngapa-ngapain sudah nerima uang.

DEAL!!!!!

Akhirnya bulek kana punya dua MAYA. Dan kami punya dua kemungkinan.

Benar-benar melupakan maya atau tidak.

setelah transaksi beberapa hari yang lalu, kami sudah tak pernah lagi bermain di lapangan tercinta, tempat kami dan maya bertemu. Sekarang rumah ferry-lah yang menjadi markas berkumpul. Karena di situ tersimpan karambol, papan catur, monopoli, kartu remi hingga domino, empat buah raket badminton dan mainan tidak penting lainnya. Semuanya adalah hasil dari cara kita bagaimana untuk dapat mengingat terus kenangan bersama maya.

kabarnya kini, maya sudah banyak beranak pinak, bahkan bulek kana yang kini “menciut” makin kuwalahan. Entah sebuah bentuk penghormatan atau pelecehan, keempat anak maya, dinamai DONI, EDI, FERRY dan IMAM.

Hmmm………..aku rasa tidak masalah bila dibanding dengan kasus penggundulan maya. Maya, oh! Maya.

The END

ANAK, POCONG & PERAWAN

Membicarakan mistik di malam hari. orang bilang itu adalah moment yang pas. Dan mistik pasti gak jauh dengan apa yang namanya setan. Dan lucunya, setan itu gak jauh yang namanya POCONG. Gile yee!! aku bilang pocong itu lucu. Wakakakakakkk.

tapi kenyataannya memang demikian. Bertahun-tahun selalu mendiskripsikan bahwa pocong yang selalu mereka bicarakan adalah tipikal yang ada di tivi-tivi. Why dan mengapa? mengapa di tivi-tivi, orang mendiskripsikan pocong dengan karakterisitk macam itu. Hingga perlu bagiku mengamati orang yang meninggal dunia dan di-bungkus kain kafan. Kan katanya Pocong itu adalah bentuk kehidupan setelah mati yang tidak berkesinambungan dengan alam ghaib. Kadang nongol kadang enggak. bahkan ada yang bilang “nek wes kadung dadi pocong, yo pisan medheni!!!”.

Hingga diskusi berikut ini lahir saat menonton film pocong 2 dan 3 sekaligus di malam yang senggang. senggang banget. saking senggangnya sampe bisa menonton film pocong.

AKU

lucu ya kalo-kalo ada pocong datang ikut nonton.

MBAK GUE

udah ah! gak lucu!

AKU

ya lucu toh! jarang-jarang lagi pocong ikutan nongkrong!!!

Coba bayangkan!!!

MBAK GUE

gendheng !!!!!

wes ah. buyar…. matikan aja tuh film!!!

AKU

terserah…sih.

Aku matiin film, tapi aku gak janji di rumah lama-lama.

Atau film ini tetp nyala dan aku jamin tetap ada sampe suamimu datang.

MBAK GUE

yo wes!!!! tapi ojo pake nakutin!!!

AKU

walah …. nakutin opo toh?!!

Merasa bosan dengan lakon yang diperani Ringgo rahman,akhirnya pembicaraan-pun berlanjut ke alam nyata. Dan masih tetap pocong.

katanya sih pocong

AKU

kemarin, Zaki habis ditampaki sosok pocong, Rozy juga.

katanya sih ada masalah dengan kayu yang dibawa oleh budhe Pijah.

MBAK GUE

ceritae gimana?

AKU

ya dilihati sosok pocong gitu.

MBAK GUE

opo kayak gitu (sambil nuding gambar pocong yang lompat-lompat di tangga)

AKU

ya gitu. katanya mukanya ancur.

walaupun ada struktur tengkoraknya tapi masih jelas kontur wajahnya.

MBAK GUE

terus. Siapa pocong itu?

AKU

mene ketehe!

Tanyakan sendiri sama dia, TUH ADA DIBELAKANGMU!!!!!!!!!!

MBAK GUE

IBUUUUUUUUUUUUUUKKKKKKKKKKKKKKK!!!!

AKU

walaaaaah….didengar tetangga…!!!!!

ngisin-ngisini!!!!

Dipikir aku macem-macem..

MBAK GUE

(ketakutan)

salahmu kan?

AKU

tak lanjutkan ya ceritanya………….

MBAK GUE

(takut tapi penasaran)

yo wes….

matikan aja film-nya. sekalian kan?!!!

AKU

yo wes.

dan telivisi benar-benar mati.

AKU

kalo rozy, saat dia tidur, kebetulan entah kenapa lampu kamarnya tiba-tiba mati dari sore.

hingga malamnya gak diganti lampu baru.

otomatis pake pencahayaan luar, dengan membuka jendela kamar.

hingga pemandangan luar tampak jelas.

MBAK GUE

jelas ae ditampaki, lha wong di buka blak!

AKU

asalnya sih cuman bayangan hitam gitu.

tapi koq lama kelamaan jadi jelas dan mendadak merinding.

MBAK GUE

terus rozy-nya gimana?

AKU

ya biasa aja lah. lha wong dia sering ditampaki.

malahan lebih dari itu.

MBAK GUE

terus yang Zaky gimana ceritanya?

AKU

kalo yang dia, malahan ada kontak fisik.

jadi ceritanya saat zaky tidur, dia kan tidur sama adiknya, bachtiar.

saat itu dia gak tau mungkin saking lelahnya.

koq tiba-tiba ada yang mencolek punggungnya zaky.

mungkin karena dipikirnya itu ulah bachtiar maka zaky diam aja.

tapi koq lama kelamaan dia jengah juga. akhirnya di umpatlah si bachtiar.

namun bachtiar nggak merespon. lha wong dia tidur lelap. dalam hati zaky, dia mikir.

“kalo bachtiar tidur lelap kayak gitu, terus siapa yang dari tadi colek-colek aku???”,

dalam hati pertanyaan itu akhirnya dijawab dengan tolehan zaky ke arah belakang.

MBAK GUE

ya Allah mam, aku merinding!!!

AKU

katanya zaky sih, ada pocong yang berdiri di sampingnya.

sambil memelototkan matanya. dan wajahnya memang benar-benar rusakancur gitu.

dia sempet takut juga sih. Namun pembelaannya dia atas nama orang islam,

menjadikannya ia mampu mengucap dan berdialog tunggal untuk mengatakan

“apakah aku mengganggumu? sebaiknya jangan ganggu saya.”

MBAK GUE

terusss?

AKU

ya akhirnya pocong itu lompat-lompat terus menjauh dan hilang.

tiba-tiba aja bulu kudukku berdiri. gak tau kenapa. (oh iya, saat nulis ini pun aku juga merinding sendiri..hiiiiiii)

AKU

terus….usut punya usut. ternyata budhe pijah membawa kayu dari kuburan tua yang ada di gunung.

aku juga heran sih.

hari gini koq masih musim ya ngambil ranting kayu dari hujan.

MBAK GUE

budhe pijah didatangi nggak?

AKU

katanya sih nggak.

MBAK GUE

padahal dia kan yang membawa kayu itu.

AKU

gak tau juga sih. tapi ya itu tadi….

MBAK GUE

apa?

AKU

hantu biasanya suka random.

MBAK GUE

(clingak-clinguk)

opo toh mam?

AKU

siapa tau giliran kamu malam ini.

banyak yang bilang pocong suka asal kalo nakut-nakuti.

MBAK GUE

itu namanya pocong stress!!! males ah mam!

eh kamu tau gak ada gossip vampir di daerah suci, pongangan?

AKU

opo maneh iku???

tiba-tiba keponakan aku yang masih tk kecil, Ajay datang sambil membawa makanan kecil. ikutan nimbrung dan duduk dipangkuan mbak gue.

MBAK GUE

yo semacam arwah gentayangan gitu. katanya meminta korban.

dan gak tanggung-tanggung, korbannya kudu perawan.

jadi semua perawan di daerah suci banyak yang ketakutan. gak berani keluar malam.

malahan gossip itu juga menyertakan cerita hilangnya beberapa perawan desa itu.

AKU

setan gendheng!!!

MBAK GUE

bener lho mam, berita ini heboh banget di daerah sana. semua perawan ketakutan

keponakanku yang ikut mendengarkan akhirnya ikut terbawa suasana menegangkan dan sesekali ketakutan. hingga tak sabar bibirnya untuk menyeletukkan sebuah kalimat.

KEPONAKAN GUE

Tante! Aku perawan kah? aku takut te!!!

AKU+MBAK GUE

WAKAKAKAKAKKKK!!!!!!!!

AKU

tentu saja tole! awakmu perawan. ting-ting malahan.

Sumpah mati perut aku masih kaku. dan tak bisa menahan lama-lama. Inilah bukti kepolosan seorang anak kecil yang tidak siap menampung informasi bergenre adult.

AKU

(Continued)

wes ah…buyar tenan. Filmnya di matikan aja. gak dapat feel.

MBAK GUE

wes mam, matikan aja. orangnya sudah datang.

kamu anter aja si perawan kerumahnya.

ntar kalo kemalaman bisa-bisa dibawa vampir.


dan akhirnya kami menertawai horror imitasi yang sengaja dibuat untuk menakut-nakuti. dan sekali lagi mengulang kata “lucunya,” pocong itu tak ada kesan sama sekali setelah mendapat celotehan seorang anak kecil. mungkin dengan penjabaran pocong versi aku yang ala kadarnya bisa membuat keadaan mistikisasi lebih humble. ato lebih menyenangkan lagi jika seorang anak kecil bisa memvisualkan seonggok pocong menjadi fantasi yang tak berlebihan tapi enak dipandang. WHO KNOWS?

Mr.P & Mrs. V

Mr.P & Mrs.V

Venny dan Penny adalah sepasang saudara kembar identik. Venny adalah seorang penulis novel yang pendiam dan kalem. Sementara Penny bekerja sebagai pelatih senam yang temperamental. Semasa kecil mereka sangat bertolak belakang. Namun kompak dalam menutupi kelemahan masing-masing. Venny yang anggun sering dipanggil teman-temannya “Tuan Putri”, sementara Penny yang tomboi mendapat julukan “Banci Salto’. Bahkan saking bergantungnya mereka satu sama lain, semasa SMA keduanya sering di gossipkan sebagai pasangan lesbi.

Karena Gossip lesbi itulah, akhirnya Venny memutuskan untu kuliah di tempat yang berbeda dengan Penny. Dan dikampus pilihannya itu pula, Venny bertemu dengan lelaki yang kemudian menjadi suaminya kelak. Walaupun dilain pihak ada Venny yang masih tetap melajang. Dan memilih untuk tetap melajang.

Satu tahun kemudian…

Novel Venny yang ke-3 sudah hampir mendekati deadline yang dijanjikan penerbit, namun ternyata terhenti lantaran ia mengalami kecelakaan bersama suaminya. Sebuah kecelakaan yang fatal karena mengakibatkan suami venny meninggal dunia dan dirinya mengalami patah tulang kaki dan di diagnosa Amnesia.

Selama di Rumah sakit, Venny menjalani perawatan secara bersamaan. Melatih agar dirinya bisa kembali berjalan dan belajar pengetahuan dasar dan pengenalan sekitar. Membaca dan menulis, selama satu tahun lebih, Venny didampingi oleh Dr. Adam dan dibawah pengawasan Penny. Mengingat orang tua mereka sudah meninggal, maka disarankan untuk sementara Venny tinggal dengan Penny. Akhirnya Venny dengan kursi rodanya tinggal bersama lagi dengan Penny setelah sekian tahun lamanya.

Sebenarnya dari awal Venny merasa asing dengan Penny, namun setelah treatment yang dijalaninya Venny mulai bisa menerima kehadiran penny sebagai saudaranya.

Bagaimanapun juga Venny menjadi lebih sangat pendiam. Dengan sabar Penny mulai menceritakan masa kecil mereka dengan membuka-buka kembali album foto kenangan. Mengenalkan kembali Venny kepada sahabat dan kerabat dekatnya.

Walaupun sudah rawat jalan, Dr. Adam sering mengunjungi Venny untuk memberi dukungan agar venny kembali menjadi seorang penulis. Bagaimanapun juga Dr.Adam adalah penggemar berat Ve Nee. Nama cover venny di novelnya.

Selama tinggal dirumah Penny, venny merasa bingung. Mengapa dirumah penny, banyak sekali foto-foto yang terpajang, entah itu foto penny atau fotodirinya. Yang jelas sangat tampak sama. Kebingungan venny membawanya untuk mencari tahu seberapa kembar dirinya dengan penny. Suatu ketika venny mendapati foto dirinya atau Penny yang memakai gaun pengantin yang sepertinya sengaja digunting untuk menghilangkan gambar seseorang yang berada disampingnya. Hal itu membuat venny penasaran. Tanpa sepengetahuan penny, Venny mencoba melakukan pencarian siapa sebenarnya dirinya yang sesungguhnya. Dia merasa ada yang disembunyikan oleh penny. Sampai-sampai dia meragukan penny sebagai saudara kembarnya.

Venny menemukan sebuah kunci yang memang sengaja disimpan penny di atas lemari pakaian. Ada sesuatu dengan kunci itu. Venny lantas menyimpan kunci itu.

Suatu kali venny meminta kepada penny untuk kembali pulan kerumahnya sendiri. Namun reaksi penny marah besar. Penny kalap seperti kesetanan. Penny memperingatkan venny untuk tidak mebahas hal itu lagi.
Bagaimanapun juga sikap penny yang demikian memvuat venny tambah penasaran. Tak habis akal, venny menghubungi Dr. Adam untuk mencarikan data tentang alamat rumahnya.

Setelah menemukan hari yang tepat, bersamaan dengan jadwal penny yang ketat, Venny berangkat kerumahnya dengan diantar oleh Dr.Adam. Sesampainya dirumah Venny, dia merasakan aura kerinduan yang masih asing. Yang dia herankan, mengapa rumahnya tampak asri dan bersih walaupun sekian lama ditinggalkannya. Rupanya diam-diam penny sering datang kerumah itu dan membersihkannya. Karena venny sempat mendapati penny membawa gunting rumput. Tanpa berlama-lama. Venny membuka pintu rumahnya dengan kunci yang pernah ditemukan sebelumnya. Cocok. Dan pintu rumah terbuka.

Venny menelusuri seisi rumah. Hingga ia menemukan satu kamar yang tidak bisa dibuka. Dengan bantuan Dr.Adam, akhirnya pintu itu terbuka. Keduanya langsung terkejut, banyak berantakan foto-foto venny dan beberapa lukisan kelinci. Buku-buku dan diantaranya novel yang pernah Venny tulis. Venny juga menemukan laptop yang sepertinya dulu pernah menjadi bagian dari memorinya. Saat dihidupkan, ternyata laptop itu butuh password. Venny bingung, begitu juga dengan Dr.Adam. Venny tentunya lupa dengan password-nya. Semua kata yang pernah dia jumpai dicobanya, namun tak ada yang cocok. Akhirnya venny teringat dengan tulisan yang terdapat pada gantungan kunci rumahnya. Dimasukkannya kata “AIR”, dan aksesnya terbuka. Dengan dioperasikan oleh Dr.Adam, kjeduanya menjelajahi folder demi folder.

Hingga pada satu file dokumen “life without P”, venny merasa terkenang dengan masa lalunya. Wajar saja, file itu adalah novel-autobiografi-nya sendiri. Yang ditulis dan berubah konsep setelah venny menikah, isinya menjadi semacam rasa ketakutan venny terhadap penny. Penuturan penny yang telah meracuni orang tuanya juga ditulis dengan detail di tulisan tersebut. Dan lebih lagi naluri venny yang tidak lama lagi akan kehilangan suaminya juga tertuang.

Tak terasa investigasi itu dilakukan hingga menjelang sore. Penny yang ketakutan dengan fakta yang ditemukannya mendadak lemas. Begitu juga dengan Dr. Adam yang pada akhirnya menceritakan rentetan peristiwa disaat venny mengalami kecelakaan. Dia akhirnya bisa menyimpulkan bahwa kecelakaan yang tidk wajar itu memang sengaja dilakukan oleh penny.

Tiba-tiba penny muncul dan memukul Dr.Adam dengan kayu balok hingga pingsan. Penny lantas mengikat Dr.Adam dan menyumpal mulutnya dengan kain. Dan membawa pergi Venny untuk keluar dari rumah itu. Penny sudah menginstruksikan venny untuk diam, kalau ingin Dr.Adam tetap hidup. Penny mengunci rumah venny dan meninggalkan tempat itu.

Beberapa hari kemudian……

Hujan turun dengan lebatnya. Tampak Venny dan Penny duduk di meja makan. Namun pemandangannya tampak berbeda. Venny mengenakan gaun Pengantin yang sama ia gunakan saat dia menikah. Sedangkan Penny memakai setelan Tuxedo hitam. Kelihatan dari raut wajah venny yang sangat ketakutan dan tertekan dengan sikap penny. Setelah penny memberikan isyarat, keduanya langsung memulai makan malam. Dan ditutup dengan menelan sebutir pil kotak warna putih yang dibilas dengan segelas Wine. Penny membawa venny keatas ranjang. Venny pasrah ketika di baringkan di atas ranjang. Setelah keduanya berbaring, beberapa detik kemudian, penny langsung kejang-kejang dan mengeluarkan busa. Namun berbeda dengan venny yang langsung memuntahkan pil yang sedari tadi di simpan dimulutnya. Penny mengejang hebat. Dan seketika langsung menghembuskan nafas terakhir sambil meneriakkan “Tuan Putri”!!!!! Venny histeris dan menangis meronta minta tolong. Venny lolos dari maut.

Life Without P menjadi best-seller.

The End.

IMAM OCEAN
24.04.08 04.05pm
warnet DZ

Ayat ayat Cin……….(Sialan…….)

Morning Darling………….

Ngomongin cinta pagi-pagi. ada yang bilang gak pas waktunya. Cinta itu enaknya menjelang petang, atau tepatnya malam hari. Tapi whatever waktunya cinta itu seringkali pernah membuatku gila. GILA dalam arti yang sebenarnya. Malahan Cinta itu tak bisa membuat kita menjadi gila dengan tanda kutip.

Dan ngomongin tentang cinta. Ada penggalan kisah yang menyangkut cinta dan nyatanya ini memang ada hubungannya dengan Ayat ayat cinta yang katanya masih booming itu. Walaupun memang usang, tapi kan wajar saja, lha wong ceritanya baru saja ada. Baru saja kualami sendiri di ranah Gresik yang tercinta ini…

Kala itu aku pulang dari rumah makan masakan padang. biasalah explorasi rasa. Nyampe dirumah secara tiba-tiba emak gue menyodorkan sebuah bungkusan plastik kresek hitam.

EMAK GUE

kamu puter ya!!!

AKU

(bingung)

Apa ini?

EMAK GUE

wes ta….Pokoke kamu puter. Aku mau bikin BALI dulu.

AKU

Males ah. Kalo pake nyambi masak.

Kalo niat nonton ya nonton, kalau niat masak ya masak. pilih salah satu.

EMAK GUE

Walah! awakmu iku, isuk-isuk wes ngoceh!!!

(Walah! Kamu itu, pagi-pagi udah berkicau!!!)

AKU

Lha terus aku harus ngomong opo?

Dengan santainya emak gue memilah-milah bumbu dapur yang hendak digunakan untuk membuat Bali ayam.

EMAK GUE

memangnya aku tadi nyuruh kamu ngomong?

aku kan nyuruh kamu muter tuh VCD!!! Apa susahnya sih tinggal muter tok!!!!

AKU

(kaget melihat isi bungkusan kresek)

Walah mak!!! lha koq VCD bajakan. dapet dari mana?

Setelah aku teliti lagi, ternyata VCD bajakannya film AYAT AYAT CINTA.

Ayat ayat cinta

AKU

(ngakak)

Owalah….ini toh biang keroknya!!!

Pasti gara-gara Bulek Rowun ya?? Kasian deh. Ketinggalan jaman.

EMAK GUE

(marah sambil memukulkan pisau daging ke talenan)

Kamu itu ya!!!!!! wong dikongkon nyetel ae kakean lambe!!!!

engkok nek lambemu wes tak eres kanggo masak, ojo nggoleki maneh!!!

(kamu itu ya!!!!! disuruh muter aja kok banyak omong!!!

nanti kalau mulutmu udah ku iris buat masak, jangan nyari lagi!!!)

AKU

(terhenyak oleh suara pisau yang beradu dengan talenan dari kayu)

iyo-iyo. bentar!!

sesekali aku meraba-raba bibirku yang merekah. dalam benakku sempat terucap kata “gila”.

EMAK GUE

Kalo udah mulai, bilang!!! Entar kamu gantiin masaknya!!!

AKU

WHAAAAT?!!!!

EMAK GUE

Entar sore ada arisan. Kayaknya yang dibahas pasti bakalan film itu.

AKU

(memegang remote dan menekan tombol PLAY)

ini lho sudah mulai.

Aku berjalan lemas ke dapur yang memang letaknya berdekatan dengan tempat dimana Televisi berada. Padahal bentar lagi, aku kudu ke warnet. Kalo gak pagi-pagi biasanya tempatnya udah full. Nasib-nasib…..!!!!

Dengan duduk di atas kursi, emak gue menyeruput secangkir teh manis panas.

EMAK GUE

mam!!! suaranya gak kedengeran!!!!

Aku bangkit dan mengambil remote. menaikkan volume suara dan kembali lagi melanjutkan ritual “masakan merah”. Dan emak gue mulai enjoy dengan Ayat-ayat cinta-nya.

Dan gak berlangsung lama………….

EMAK GUE

(teriak)

MAM!!!!! ini daerah mana, koq tempatnya kayak di arab-arab gitu?

AKU

(dengan sabar)

Itu ceritanya di mesir, kan Fahri kuliah di Al-Ashar……

EMAK GUE

Ow, gitu ya? Makanya orang-orang disitu koq pada pake jubah.

Dagingnya kamu iris kecil-kecil aja!!!! entar ada keponakanmu datang.

Atau kamu ke pasar lagi aja, beli ayam setengah kilo.

AKU

(nyeletuk gak nyadar)

enggak ah!!! pasar kan lagi tutup.

EMAK GUE

koq bisa. emangnya ada apa?

AKU

iya. Kan pedagangnya semua lagi nonton Ayat ayat cinta!!!!!

EMAK GUE

Ow….Tau gitu tadi gak usah minjem vcd ini.

Layar tancap-nya emang bisa di puter pagi ya mam?

AKU

Ya Allah….

EMAK GUE

(beranjak bangkit dari kursi)

AKU

MAK!!!! layar tancapnya tuh gak ada. Gak sekarang mainnya!!!! Lagian…….

EMAK GUE

yo wes. lagipula wes terlanjur minjem.

Aku mulai menumis bumbu dan memasukkan ayam ke penggorengan.

EMAK GUE

Ya Allah mam!!!! Ayu bener ya si Aisha!!!

Koq gak di gresik aja!!!

AKU

(bingung dengan apa yang diomongin emak)

Sopo???

EMAK GUE

Aisha.

AKU

ada apa dengan aisha?

EMAK GUE

Ayu!!!

AKU

yo iyo lah! Jenenge ae artis… Dia tuh kan aslinya orang indonesia,

cuman salah satu orang tuanya ada yang jerman.

EMAK GUE

Wong Jerman yaa?!! jerman kan gak jauh beda sama londo(sebutan untuk orang bule)?

AKU

iya juga. emangnya kenapa?

EMAK GUE

tau gitu. dulu waktu ada jamannya londo,

mending dikawin sama orang londo aja.

Biar anak-anakku Ayu-ayu dan ganteng-ganteng.

AKU

didengar bapak gak enak, mak!!!

EMAK GUE

(cuek)

Tapi gak masalah sih, anak-anakku yang enam masih lumayan.

Gak kayak kamu mam, wes terakhir, tinggal sisa, udah item, pendek, gemuk, banyak makan, pokoke komplit min-e(minus-nya).

AKU

Jelek-jelek gini, keluarnya juga dari perut sampeyan!!

EMAK GUE

lhaaa!!! Kalo tau hasilnya sekarang kamu kayak gitu. Mending emak buang dari dulu.

AKU

(emosi)

kenapa gak dibuang?

EMAK GUE

(sambil terus menyaksikan adegan maria bersedih ditinggal kawin fahri)

Sayang. Susah payah ngintil 9 bulan koq udah mbrojol di buang percuma.

Lumayan buat “tolak bala”.

AKU

Lucu!!!

EMAK GUE

Apanya?

AKU

Bukan apa-apa!!!

Aku pun akhirnya menyelesaikan ritual dengan sadis dan penuh amarah. Daging ayam itu terpotong dengan ukuran kecil-kecil. melebihi ukuran kecil biasanya. Selesai berbenah. Cuci tangan dan segera meninggalkan wanita tua yang “manis” itu.

AKU

aku mau keluar dulu!!!

EMAK GUE

kalo Ganti VCD yang satunya bagaimana? Tunggu dulu. Jangan keluar dulu.

Kebetulan ada Mas Fuad datang dengan anak dan istrinya.

AKU

minta bantuan mas fuad aja. aku udah terlambat.

….

Dalam hati, aku ingin cepat pergi. pergi meninggalkan Aisha yang berjuang untuk menyelamatkan suaminya. Itulah film, segala sesuatunya bisa terjadi. Tapi yang kualami adalah nyata. aku berjuang untuk menyelamatkan diriku sendiri. dari apa yang namanya KEBOSANAN. Siapa tau aku bisa menemukan ayat ayat cinta di persinggahanku yang akan ku tuju kala pagi itu.

ROMEO AND JULIAN

ROMEO AND JULIAN

Dua sahabat, bertemu dalam sebuah workshop pembuatan film. Romeo(21) yang terobsesi untuk menjadi penulis skenario handal dan Julian(19) yang ingin sekali membuat film dokumenter. Semenjak perjumpaan itu, keduanya sering bertemu dan membahas berbagai macam hal. Termasuk saling curhat akan jalan hidup mereka yang tampaknya biasa-biasa saja.

Akhirnya, berdua mereka berkomitmen bahwa harus ada perubahan dalam diri mereka. Dengan semangat menggebu mereka memutuskan untuk melanjutkan obsesi mereka masing-masing. Rome dengan skenario-nya dan Julian dengan film dokumenter-nya.

Mereka kemudian jalan sendiri-sendiri untuk memfokuskannya. Dan menyelesaikan misinya masing-masing tanpa ketergantungan. Hampir tiga bulan keduanya tidak saling kabar.

Dan pada hari H-nya, dua pemuda itu bertemu untuk saling mengabari hasil dari “perenungannya”. Romeo sudah menyelesaikan skenarionya yang dia beri judul sementara “Banci salto”. Dan ternyata Julian belum menemukan topik yang pas yang akan didokumenterkannya. Romeo yang kadung percaya dirinya meluap-luap untuk mengantarkan naskah-nya ke PH-PH langsung tak enak hati melihat sahabatnya tidak berhasil menyelesaikan misinya. Namun seketika itu juga dari sikap dan prilaku Romeo, Julian langsung mendapatkan ide yang dirasanya sangat brilian. Buat apa susah-susah mencari obyek, padahal obyek dokumenter sudah di depan mata. Maka dimulai-lah saat itu juga. Julian mendokumenter-kan garis hidup Romeo untuk menjadi penulis skenario. Gaya pengambilan gambar julian yang terbilang ekstrim dan beberapa fakta-fakta yang mengejutkan yang dijumpai romeo saat mengajukan naskahnya ke PH-PH besar maupun yang terbilang masih baru. Dari penolakan yang halus hingga yang kasar bahkan berbuntut pelecehan moral. Liku laku romeo terekam semua kedalam kamera julian. Sampai-sampai julian terlarut dalam emosi romeo yang terdalam. Sempat romeo menyerah, namun julian tetap menyemangatinya. Bahkan tanpa sepengetahuan romeo, julian juga ikut membantu mengirimkan naskahnya ke PH yang belum di datangi romeo. Saking frustasinya, romeo mengakhiri hidupnya dengan terjun dari bangunan gedung tempat dia terakhir ditolak naskahnya. Dalam pikiran julian, bahwa semula romeo hanya pura-pura bunuh diri, namun ternyata benar-benar dilakukan romeo. Lima hari setelah kematian Romeo, Julian mendapat kabar bahwa naskah romeo yang pernah julian kirim ke salah satu PH, siap untuk di teken kontrak. Dengan dalih meneruskan obsesi romeo, julian pun akhirnya menyetujui.

8 bulan kemudian, skenario romeo benar-benar sudah menjadi film. Namun judulnya berganti menjadi “Mr.P. & Mrs.V.”. itupun julian yang mengganti judulnya. Dan diluar dugaan, film itu meledak luar biasa. Begitu juga film dokumenter julian yang diberi judul “Romeo killed by Juliet”, film yang kontroversi dan menjadi sasaran empuk para kritikus film dan paling banyak direquest di beberapa film festival mancanegara. Bahkan akhirnya menjadi satu-satunya film indonesia yang pertama kali masuk nominasi di ajang academy award.

Julian mendadak menjadi selebritas. Ekspos besar-besaran terhadap dirinya membuat julian tidak tahan dan mengalami tekanan mental. Apalagi setelah film dokumenternya di gugat oleh LSM HAM, mengenai sikap julian yang memanfaatkan kematian seseorang untuk popularitas. Bahkan ada yang menyebutkan terdapat konspirasi di balik film dokumenter-nya julian.

Ternyata Julian tanpa romeo tidak bisa berbuat banyak, Tanpa romeo julian bukan siapa-siapa dimatanya sendiri. Julian akhirnya mengakhiri hidupnya dengan meminum pil obat-obatan hingga Over Dosis. Ia dinyatakan tewas di bak mandi di apartement-nya dengan wajah yang tampak ceria dan bahagia.

MOTHER ROYALE

Siang itu ternyata panas. Bener-bener panas. Beruntung gak sampe buka-bukaan, karena masih ada kipas angin yang bisa difungsikan. Apalagi saat itu rumah bener-bener dalam keadaan sepi. Hanya tinggal aku dan emak-ku. Semua anggota keluarga yang lain(yang kebetulan masih membutuhkan rumah) pada ad kepentingan. Jadinya kami berdua memanfatkan moment ini untuk memadu kasih. Saling memandang dan saling menerawang, apa yang hendak kami kerjakan. Jangan gila ah, masak Tragedi dayang sumbi harus terjadi lagi. Tapi kalau dipikir-pikir emak aku gak secantik dayang sumbi. Minimal Liz Taylor aja deh.

Hingga kebingungan tak berujung ini, akhirnya menggerakkan nuraniku untuk menonton DVD film. Sebelumnya aku sempat berunding dengan Liz Taylor wannabe, apa yang dia ingin lihat.

EMAK

Mam, ada gak ya film yang ceritanya tuh anak sekolah yang asalnya baik menjadi jahat?

AKU

(berfikir sejenak sambil menerawang)

ada. Tapi ada sadisnya sedikit.

EMAK

gak masalah. Gak ada porno-nya kan?

AKU

kayaknya gak ada koq.

EMAK

(mengangguk)

yo wes gak apa apa. itu aja.

Dengan tanpa berperasaan, diriku menyodorkan DVD film Battle Royale kepada emak-ku. dia hanya sempat melihat covernya sekilas, lantas dengan menyegerakan diriku untuk segera memutarnya.

Dan show begin……

1 menit………aman.

5 menit……………………aman.

10 menit…………………………….sedkit aman.

dan kemudian

EMAK

iki film opo toh mam?

AKU

film Battle royale…..

EMAK

maksude opo toh?

AKU

katanya film sadis!!!

ya ini!!!!

EMAK

(bingung)

enggak. Lha koq ceritanya kayak begini????

AKU

katanya yang baik menjadi jahat?

EMAK

iya. Tapi jahatnya itu kebangeten!!!

Jahat yang nggak jahat aja, jangan jahat yang sangat jahat!!!!

AKU

walah mak, wes terlanjur!!!!

battle royale

Beberapa menit kemudian……….

EMAK

itu orang cina ya????

AKU

bukan. Itu orang jepang. Bangsanya Doraemon.

EMAK

Lha koq ngono? (lha koq begitu?)

AKU

ngono opone? (begitu apanya?)

EMAK

perasan film Doraemon gak pake bunuh-bunuhan,lha koq yang ini kebacut!!

mosok ono’, arek sekolah dikongkon paten-patenan karo gurune!

(masak ada, anak sekolah disuruh bunuh-bunuhan sama gurunya!)

Biyen wong jepang yo ngono iku nek perang!!! gak dhuwe roso!!!

(Dulu orang jepang ya begitu kalau perang!!! gak punya perasaan!!!)

AKU

walah mak!!! ini kan cuman film. gak beneran.

udahlah tonton aja!!!

EMAK

Kamu tuh ngerti apa!!!

ini tuh film nggak bener. ngajari gak bener.

Aku hanya bisa tertunduk lesu. Mendengar salah satu jebolan LSF yang tidak lulus seleksi.

EMAK

wes pokoke kamu jangan kawin sama orang jepang!!!!

AKU

&^%^$#&*&^%%

(please deeh!!!!)

EMAK (Cont’d)

Ojo-ojo bapake podho karo guru sing nang film iki!!!

(Jangan-jangan bapaknya sama dengan guru yang ada di film ini!!!)

AKU

(kesel)

Wes mak!!!! buyar ae acara nontonnya!!!!!!

EMAK

Ojo!!!! Aku jek penasaran karo arek wedhok iku (noriko)!!!!

(Jangan!!!! Aku masih penasaran sama gadis itu (noriko)!!!!)

AKU

Komentarnya, entar aja kalo filmnya udah selesai……

Emak pun akhirnya terdiam dan meng-awas-kan kedua matanya untuk mengamati darah demi darah yang mengucur dari setiap adegan demi adegan.

dan akhirnya cerita kesadisan itu lebih alami ketika tidak ada celoteh-celoteh gak masuk akal yang bercampur dengan sound di film itu.

Entah naluri apa yang membuat air mata emak-ku mengalir di pipi.

EMAK

wes mam!!! gak usah angan-angan ke Jepang!!! Wes cukup di sini ae!!!

mengelap air matanya yang memang sangat menyayat hati.

EMAK (Cont’d)

Awakmu kalo diculik orang jepang, bakalan nggak ada yang mau nolong.

Lagian kamu gak bisa bahasa jepang kan?

AKU

??????

EMAK

Kalo awakmu mau ke Jepang.

mending gak usah.

Lebih baik tonton aja film Doraemon atau

film setan (sebutan emak aku kalo menyebut film kartun) lainnya.

Langsung seketika jiwa ke-normal-an aku terhenyak. hilang sudah rasa kemanusiaanku. Kuingatkan wanita tua itu untuk bergegas sholat Ashar. lantunan Adzan ashar itupun akhirnya membantu untuk membuyarkan suasana hatiku yang akhirnya kembali bingung.

AKU

ayo mak, aku yang ng-imam-i!!!!!!

Ya Allah. Jauhkan kami dari amarah dan bahaya. Lindungi kami dari ganggauan-gangguan yang senantiasa datang tuk menguji. Amin!!!

Susahnya jadi AKTOR

SUSAHNYA JADI AKTOR

Jumat malam, pulang dari Pakuwon Trade Center. tampak lelah gak ketahan. Pingin rasanya tidur nyenyak. tetapi keadaannya lain. aku harus meneruskan jalur hidup dengan mencampur adonan jajan. Kebetulan malam itu harus ada 120 biji pastel yang sudah siap diambil besok paginya jam 6. Otomatis harus begadang agar pastel tak basi di tengah jalan. semuanya berjalan dengan lancar. kebetulan TV dirumah sedang asyik-asyiknya menyala. Emak-ku juga asyik pencet-pencet remote dan gak taunya nyanggong di channel bernomor 2. tepat jam 9.30 malam, tayangan di channel itu menampilkan sebuah film yang ternyata di pas-kan dengan tema hari itu juga yaitu paskah. Passion of the christ.

Christ2

film yang sangat kristen banget. Dan dari awal ternyata mripat emak gue jatuh hati dengan film ini. walaupun dari awal emak sudah tau ini film apa, dan bergenre apa. akhirnya, terjadilah perbincanganku dengan emak gue.

Christ01

 

EMAK GUE

Mam, itu orang koq mau-maunya di paku ya?

GUE

(sambil meremas-remas adonan)

Enggak, itu cuman bohong-bohongan!

EMAK GUE

tapi koq ada darahnya…..

mata emak gue menatap miris ketika melihat tokoh utama sedang dipaku di kayu salib.

EMAK GUE(Cont’d)

Coba kamu liat, bener kan ada darahnya!!!

GUE

Ya Allah Maaak!!!! itu tuh cuman bohong-bohongan.

darahnya juga darah bohongan.

palsu….!

EMAK GUE

(Cuek dengan omongan gue)

kasian ya, orang itu…. dibayar berapa ya mau di paku kayak gitu….?

GUE

Maaaaaaaaaaaak!!!! itu cuman film. Bukan beneran!!!

EMAK GUE

(masih tetep cuek)

Pasti mahal tuh bayarannya……

GUE

(meremas erat adonan yang sudah mulai pulen)

iya…..mahal. Karena buat biaya berobatnya juga.

EMAK GUE

(manggut-manggut)

mmmmm….berarti benerkan kalo orang itu bener-bener dipaku!!!

GUE

iya…bener. kalo gak salah orang itu juga bakalan mati.

jadi orang itu gak bakalan nerima bayaran.

aku pikir emak gue bakalan selesai ngomongnya. dan ternyata…

EMAK GUE

(penasaran)

Lha…kalo gitu yang nerima bayarannya siapa entar? emaknya?

sumpah, gue gak mau denger hal itu.

EMAK GUE(Cont’d)

Mam, kamu nggak nyoba jadi artis, bayarannya gedhe kan???

GUE

…%&$#%$#^&

dan dengan berat hati, aku pergi ke kamar mandi. membenamkan kepalaku ke bak mandi dan berteriak……aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaargh!!!!!!!

Dan malam itu aku meneruskan lintingan pastel dengan tangan “berdarah-darah”.

The Djin’s Choice

The Djin’s Choice 

Gempar, Lingga(37) seorang pedagang emas di pasar tiba-tiba mendapati anaknya Gilang(4) dalam keadaan “disunat”. Mengingat gilang belum disunat semenjak lahir. Sesuai dengan wasiat mendiang ibunya gilang. Bahwa gilang harus disunat ketika sudah duduk dikelas empat SD. Melihat kenyataan bahwa gilang masih umur 4 tahun dan mulai masuk di playgroup, membuat lingga kalang kabut. Gilang-pun ketika ditanya lingga siapa yang telah “memotong pipis”nya, jawabnya hanya “mbah putri…..mbah putri…..” berulang ulang.

Lingga yang sudah ditinggal istrinya sejak 3 tahun yang lalu, tampak kalut. Dia merasa telah mengkhianati wasiat istrinya. Semua merasa hampa bagi lingga. Dia menyalahkan keadaan. Bahkan dia tidak bisa menerima kondisi Gilang saat ini. Namun bagaimanapun juga lingga yang dulunya seorang santri, akhirnya tersadar bahwa kejadian ini ada kaitannya dengan Nenek Gumira(50), yang biasa dipanggil mbah putri oleh gilang. Bagaimanapun juga, nama yang pertama kali disebut oleh gilang adalah nama neneknya.

Lingga pun akhirnya menghubungi sang nenek. Ibu kandungnya. Ternyata nenek Gumira tidak tahu menahu soal kejadian yang menimpa gilang. Akhirnya orang tua Lingga datang ke rumah lingga untuk melihat kondisi gilang.

Ternyata prediksi nenek gumira benar. Bahwa gilang telah di sunat jin. Antara percaya dan tidak percaya, lingga sebenarnya tidak mau menjurus ke dalam situasi seperti itu. Namun pada akhirnya dia pasrah (walaupun dalam hatinya menolak). Sesuai dengan adat jawa, nenek gumira langsung membuat bubur merah dan dibagi-bagikan ke tetangga. Meminta doa dan keselamatan. Pada waktu membuatnya pun sang nenek juga menyelipkan semacam do’a atau orang jaman dahulu menyebutnya mantra. Kakek gumira(55) hanya bisa memeluk Gilang yang sempat terbawa bingung melihat kelakuan ayahnya. Hubungan yang erat antara kakek gumira dan gilang memang sudah terlihat sejak gilang lahir. Sang kakek sangat menyayangi gilang. Sebenarnya pun kakek gumira juga sudah merasakan firasat, namun ia berusaha untuk menutupinya. Bagaimanapun juga tidak ada salahnya jika tiba-tiba gilang ada yang “menyunatnya”.

Lingga akhirnya berusaha untuk menerima keadaannya itu dan mencari titik aman dengan menghubungi guru ngajinya dulu semasa kecil. Yaitu pak Ridwan. Seorang ustadz dan guru ngaji yang seingat Lingga dulu sering menangani hal-hal di luar nalar.

Lingga mencoba mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang kejadian yang dialami anaknya. Ternyata pak ridwan memberikan informasi yang lebih. Melebihi informasi yang diinginkan Lingga.

Bahwa kota tempat lingga tempati adalah merupakan titik temu dan berkumpulnya jin-jin sakti dari berbagai daerah. Terlebih lagi gunung prapen. Kerajaannya para jin. Setiap beberapa tahun sekali selalu ada unjuk kesaktian oleh para jin di daerah keramat itu. Karena jin di daerah tersebut mayoritas islam, maka adu ilmu pun tidak menyalahi aturan islam. Yaitu meng-khitan instan. Dan dari jaman dulu hingga sekarang peristiwa itu masih saja berlangsung. Kenapa yang dipilih adalah anak-anak, karena mereka adalah yang terpilih. Dan sudah ada dalam daftar “perhitungan” mereka. Jadi jangan heran, jika yang mengalami hal seperti gilang lebih dari 5 anak yang menyebar di daerah sini. Semuanya terjadi berturut-turut dan kesemuanya masih anak-anak.

Pak ridwan menjelaskan dengan seksama. Dan menyarankan kepada Lingga agar bisa menerima takdir. Dan semua itu harus disyukuri. Bagaimanapun juga tidak ada yang salah dengan disunat jin.

Pak ridwan juga mengingatkan, kadang ada juga kejadian seorang anak yang sempat disunat jin, namun keesokan harinya mendadak kembali utuh normal. Usut punya usut ternyata si orang tua tidak menginginkan anaknya disunat jin. Dan yang terjadi berikutnya dikemudian hari, sang anak menjadi “terbelakang mental”. Ada yang bilang itu adalah ulah sang jin yang merasa kesaktiannya tidak diakui oleh para jin yang lain. Apabila sang jin yang bersangkutan menyalahkan anak “pilihan”, tak ayal jin tersebut menuntut balas dan bisa jadi si anak itu akan mendapat ‘celaka’.

Bersyukurlah lingga yang menyadari bahwa tindakan ibunya, bisa menyelamatkan gilang. Lingga akhirnya mengambil libur tidak bekerja selama seminggu guna menghabiskan waktu bersama gilang. Dia juga sempat menggelar acara aqiqah buat gilang.

15 hari kemudian.

Tiba-tiba lingga mendapati anaknya sudah tidak ada di playgroup. Padahal lingga bermaksud untuk menjemputnya. Setelah ditanya-tanya kepada beberapa orang yang berada di playgroup, ternyata ada seorang kakek-kakek yang membawa gilang pulang. Sebelumnya gilang meminta guru pembimbingnya untuk diantar pulang. Tetapi tidak diperbolehkan. Lantas gilang menangis, dan disaat itulah ada kakek yang menjemputnya dan mengantar gilang pulang. Dan kelihatannya sang kakek misterius itu kenal dekat dengan gilang.

Mendengar cerita itu, lingga langsung bergegas kerumah kakek gumira. Sesampainya disana, lingga mendapati gilang sudah ada dipelukan kakek yang sudah meninggal dunia beberapa menit yang lalu. Gilang menangis sesenggukan memanggil-manggil nama “mbah kakung”. Lingga lemas. Dan tidak berdaya. Nenek gumira yang baru datang dari pasar pun langsung histeris dan kaget. Karena tidak ada tanda-tanda atau sakit sebelumnya.

Lingga masih bingung dengan kejadian yang dialami gilang sekali lagi. Bagaimana dia bisa sampai rumah kakeknya, siapa yang menjemputnya.

Setelah berkonsultasi dengan pak ridwan. Bahwa rupanya yang menjemput gilang waktu itu adalah roh pelindung kakek gumira. Yang menyamar menjadi kakek gumira. Adapun tujuannya menjemput gilang adalah karena itu adalah keinginan kakek gumira sendiri menjelang ajalnya untuk bertemu gilang yang ke-terakhir kalinya. Dan sekalian menyerahkan roh pelindung yang selama ini menyertai kakek gumira ke gilang. Lingga hanya bisa pasrah. Dan berdoa semoga keselamatan dan kebahagiaan selalu menyertai dia dan keluarganya.

Maaf, Saya Tidak Akan Menghamilimu Lagi!

Maaf, saya tidak akan menghamilimu lagi!

Sebuah skenario film pendek

FADE IN

Sc.01 INT. HUTAN – SIANG

BARGOWO (45) melihat ke atas mencari-cari monyet yang diinginkannya. Sementara WITO (48), sang anak buah membuntutuinya dari belakang sambil membawa kerangkeng kecil yang masih kosong.

Muncul tulisan (SUBTITLE):

Hutan Merawan, Jember.

Senin, 13 Maret 2000.

13.13 WIB

BARGOWO

(memandang ke atas)

Wit!! Kalo begini ceritanya, sampai kiamatpun kita nggak bakalan dapat-dapat.

WITO

(gugup)

lha bagaimana lagi bos! Lha wong nyari monyet pinter saja mesti harus telaten, apalagi ini!

wito memungut sebatang ranting kecil di sampingnya.

BARGOWO

Ya lihat saja wit, mungkin kelakuannya berbeda dari monyet yang biasanya.

WITO

(menggigit ujung ranting)

Kelakuan yang bagaimana bos?!

BARGOWO

Ya…..yang ga biasanya. Mungkin kalo yang normal makannya daun ato biji-bijian, bisa jadi yang idiot ini makannya kayu ato bisa jadi batu.

WITO

Tahu dari mana bos, kalo monyet idiot makannya kayu?

Bargowo memandang wito yang mulai asyik menemukan ranting kayu yang mulai di kunyahnya. Kemudian wito sadar kalau dirinya terlihat seperti memakan kayu.

Bargowo melihat-lihat atas pepohonan yang sepi tidak ada monyetnya sama sekali. Wito turut mengamati dan tampak serius.

WITO

(serius)

Bukannya saya nggak yakin, cuman koq nggak sreeg aja ya bos!

BARGOWO

Sudahlah!!! Monyet bukan tuhan, dan kamu nggak perlu repot-repot untuk meyakininya.

WITO

Tapi bos?!

FADE TO BLACK

Sc.02 INT. HUTAN – SIANG

MONTAGE – seisi hutan, semut berbaris, rusa memamah rumput, ular bergelantungan di dahan besar, burung-burung berkicau bersahutan hingga monyet-monyet yang bergelayutan. (suara tabuhan genderang seperti di film tarzan) Yang melatar-belakangi CREDIT TITLE. Sampai penyebutan nama sutradara

FADE OUT / FADE IN

Sc.03 INT. HUTAN – SIANG

Bargowo dan wito duduk-duduk di bawah pohon besar. Keduanya tampak kelelahan.

WITO

Kayaknya nggak ada bos!

Bargowo mengangguk pelan.

WITO

(Cont’d)

tapi apa nggak bisa diakali bos?!

Bargowo menatap wito seakan menunggu keterangan selanjutnya dari wito.

WITO

(Cont’d)

begini bos. Bos kan tau sendiri, nyonya tuh orangnya kayak gimana.

BARGOWO

Maksudmu wit?!!

WITO

Sorry ya bos, bukannya menghina nyonya, apa benar, nyonya bisa membedakan mana monyet yang normal dan yang idiot?

Bargowo mengernyitkan dahi

(Cont.d)

Lha wong bos yang sarjana bingung, apalagi nyonya yang….

Wito menggaruk-garuk kepalanya sambil tersenyum nyindir.

Bargowo memegang kerangkeng lalu mengangkatnya.

BARGOWO

Wit! Kalau caranya begitu, kenapa juga saya mesti jauh-jauh datang kemari, lebih baik berburu di pasar gelap. Pasti dapatnya. Yang idiot mungkin banyak. Kayak kamu.

WITO

Bos bisa saja!

Bargowo melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 2. wito ikut melihatnya.

WITO

Ada apa bos?

BARGOWO

Nggak ada cara lain wit! Kalo begini terus, ntar kita yang dianggapnya monyet idiot. Kalo kamu sih nggak masalah.

WITO

(sedikit kesal)

sekarang kita kemana?

Bargowo menyerahkan kerangkeng pada wito. Keduanya beranjak berdiri dan meninggalkan hutan itu.

(Point of View BURUNG YANG BERTENGGER DI POHON YANG TINGGI) - ZOOM OUT: bargowo dan wito berjalan meninggalkan hutan.

BARGOWO (VO)

Kita makan dulu.

WITO (VO)

Memangnya disini ada yang buka warung bos?

Bargowo diam tak menjawab. Wito membuntuti bargowo yang berjalan cepat sambil tergopoh-gopoh karena membawa beban yang cukup banyak.

WITO (VO)

kita kemana sih bos?

Bargowo tetap diam tak memberi respon.

WITO (VO)

Bos marah ya??

Wito mencoba untuk membalap laju jalannya bargowo untuk bisa melihat wajahnya bargowo, namun tidak bisa karena kalah cepat.

Hingga tak sadar wito jatuh tersungkur. Barang-barang yang di bawanya berhamburan ke udara.

Bargowo semakin mempercepat langkahnya.

Wito memungut kembali barang bawaannya.

WITO (VO)

Bos tunggu bos!!

Bargowo menoleh ke arah wito sepintas. Kemudian ia menghilang di balik semak-semak.

WITO (VO)

(berteriak)

BOOOOOOSSS!!!!!!!!!

FADE TO

Sc.04 EXT. TERAS RUMAH BARGOWO – SORE

ASTRID (30) memandangi seekor makhluk berbulu di dalam sangkar. Sesekali monyet itu menjerit-jerit. Hingga lama kelamaan diam dengan sendirinya. Astrid semakin tajam menatap mata monyet itu. Sangat dekat

(CU. Mata astrid yang terperangah heran)

bargowo hanya bisa melihat ulah istrinya dari belakang. Sementara si wito hanya bisa melongo.

Astrid melambaikan tangannya ke bargowo seraya untuk segera mendekatinya.

Bargowo berdiri di samping astrid

BARGOWO

(berbisik)

ada apa?

ASTRID

(berbisik dan tetap fokus pada monyet)

Kamu yakin?

BARGOWO

(berbisik dan setengah gugup)

iya.. aku yakin. Kenapa?!

Dari jauh wito menyorongkan kepalanya kepingin tahu apa yang dibicarakan.

ASTRID

(berbisik sambil mengernyitkan dahi)

Aku koq nggak begitu yakin!

Wito menutup mulutnya. Seakan-akan dia pernah mengucapkan kalimat itu.

BARGOWO

(berbisik+meremas-remas tangannya)

bener koq, ini sama seperti yang kamu mau.

Astrid mundur perlahan kebelakang. Di ikuti bargowo.

BARGOWO

Apa kamu nggak takut ada apa-apa dengan bayimu nanti?

Bargowo memeluk astrid dari belakang sambil mengelus perut astrid yang membuncit.

Astrid geleng-geleng kepala.

ASTRID

Justru kalo ini nggak kamu turuti, mungkin aku takut terjadi apa-apa pada bayiku.

Astrid mengelus perutnya bersama dengan bargowo.

WITO

Ehem!! Kayaknya semua urusan sudah selesai. Jadi saya pergi dulu. Kalo ada apa-apa…

BARGOWO

(tersinggung)

ya sudah, pergi sana.

Bargowo mengusir wito

BARGOWO

(Cont’d)

sekalian kamu suruh Aji untuk kirim barang secepatnya. Stok-nya sudah hampir habis.

Wito tak menjawab. Hanya berlalu begitu saja dan menuju ke mobil sedan yang diparkir di garasi.

BARGOWO

Setelah ini monyetnya diapakan?

ASTRID

Terserahlah. Dilepas juga nggak apa-apa. Tapi jangan dilepas di sini.

BARGOWO

Kalo boleh tahu, maksudnya kamu menyuruh aku nyari monyet idiot ini sebenarnya untuk apa?

Astrid mengangkat bahunya. Dengan kemudian bargowo melepas pelukannya dan membalikkan badan astrid.

BARGOWO

(heran+meniru mengangkat bahu)

maksudnya apa begini?

Bargowo menirukan astrid yang mengangkat bahunya.

ASTRID

Ya nggak tahu.

BARGOWO

Setidaknya kan ada alasannya?!!

ASTRID

Tapi kalo aku nggak tahu, masak di paksa harus tahu!

BARGOWO

(sedikit keras)

Bukan gitu. Maksud aku, dari mana kamu bisa-bisanya kepikiran untuk menyuruh aku mencari monyet! Harus idiot pula!!

Astrid menunduk.

Bargowo lantas memeluk astrid tak tega karena telah berbicara keras padanya.

BARGOWO

(lirih)

maafkan aku!

ASTRID

Sebenarnya semua ini terlintas begitu saja. tidak ada maksud apa-apa.

Bargowo semakin erat memeluk astrid sambil membelai rambut astrid yang panjang.

ASTRID

Tapi ada satu hal yang membuat aku bingung sampai detik ini. Dari mana kamu tahu kalau monyet itu idiot?

Bargowo kebingungan menjawabnya. Hanya bisa memandangi monyet idiot yang lompat-lompat di dalam sangkar.

FADE OUT.

Sc. 05 EXT. TEMPAT PARKIR SUATU MALL – DAWN

Muncul tulisan (Subtitle):

2 tahun kemudian

CUT / DISSOLVE TO:

Sc. 06 INT. MOBIL SEDAN – DAWN

(point of view bargowo) Wito berjalan terburu-buru keluar dari mall sambil membawa bungkusan tas belanjaan. Dan segera masuk ke dalam mobil.

WITO

(nafas tersengal-sengal)

semuanya beres! Tapi…saya nggak bisa membayangkan, seperti apa tampang bos nantinya?

Wito merasa sangsi. Sementara bargowo melihat-lihat isi bungkusan.

BARGOWO

CD lagunya?

WITO

(menepuk keningnya)

waduh bos!! Saya lupa!

Wito keluar mobil. Belum sempat keluar, bargowo sudah memeganginya.

BARGOWO

Nggak perlu wit! Kayaknya CD ini sudah cukup.

Bargowo memilah-milah CD koleksi wito di laci dashboard, dan mengambil CD album disko dangdut.

Wito masuk ke mobil dan menutup pintu.

WITO

Ya sudah bos kalau begitu.

Wito mulai menjalankan mobilnya.

WITO

Bos! Saya jadi penasaran kepingin melihatnya.

Bargowo hanya menatap tajam wito penuh ancaman.

(Ext. Tempat Parkir Suatu Mall). ZOOM OUT: Mobil bargowo melaju dan meninggalkan tempat itu. Di selingi tawa dari Wito yang menggoda bos-nya.

FADE TO

Sc. 07 EXT. TERAS RUMAH BARGOWO – DAWN

Mobil terparkir di pinggir jalan. Wito mengusung barang belanjaan ke dalam rumah. Selesai mengusung, wito keluar rumah sambil menggendong MITHA (2)(yang diketahui anak dari bargowo dan astrid) yang menempel erat. Sementara bargowo dan astrid membuntutinya dari belakang.

Astrid mencium kening mitha saat berada di depan pagar rumah. Namun saat bargowo hendak mencium, tangan mitha langsung menonjok wajah ayahnya keras. Hingga sontak Bargowo kaget kesakitan. Mitha tertawa. Di sambung wito. Di tambahi astrid. Dengan kesal bargowo “mengusir” tangan kanan dan anaknya.

Wito menuju ke mobil dan segera berlalu. Bargowo dan astrid masuk kedalam rumah.

CUT TO

Sc. 08 EXT/INT. RUMAH BARGOWO – MALAM

CAMERA MOVEMENT FOLLOWING SUBJECT - Bargowo memasang gembok pada pagar rumah. Kemudian masuk rumah mengunci pintu serta jendela dan menutup semua tirai. Sehingga jalan keluar-masuk rumah dalam keadaan terkunci.

MOVE TO: Astrid berpapasan dengan bargowo lantas menyerahkan bungkusan padanya.

CLOSE SHOT: Astrid mengelus perutnya.

MOVE TO: bargowo kesal dan segera masuk ke dalam kamar. Diikuti astrid dari belakang. Dan belum sempat masuk, pintu kamar sudah ditutup.

ASTRID

Ya sudah! Kutunggu di ruang tamu!!

Bargowo tidak menjawab.

FADE TO BLACK.

Sc. 09 INT. RUANG TENGAH – MALAM

Alunan lagu disko dangdut menghiasi seisi ruangan (melatari selama scene ini). Astrid meletakkan segelas es jus jeruk di meja tamu. Kemudian duduk di Sebuah sofa yang panjang. Sesekali mencoba mencari posisi yang nyaman.

Astrid beranjak dari duduknya dan menuju ke alat pemutar cd untuk mengeraskan volume-nya. Dirasa pas, astrid kembali ke duduk di sofa. Mencoba meraih majalah yang ada di meja. Namun segera-nya di kembalikan lagi.

Hendak mengambil gelas, tiba-tiba astrid menjerit setelah melihat seseorang berdiri di sudut ruang.

MOVE TO: Bargowo menggunakan kostum dari kulit berwarna hitam mengkilat. Seperti yang biasa dijumpai di film-film porno bergenre hardcore. Bargowo tampak malu-malu namun sedikit percaya diri. Bargowo lantas menuju meja tempat astrid menaruh gelas.

Dengan refleks astrid langsung mengambil gelas jus-nya dan kemudian menyapu semua benda yang berada di atas meja hingga berserakan ke lantai.

Bargowo berdiri di atas meja sambil sesekali meringis malu.

ASTRID

Goyangnya mana?

Bargowo pelan-pelan menggoyangkan pinggulnya. Tampak kaku dan dipaksakan.

MOVE TO: Astrid menyiul dengan menggunakan tangan kanan, sementara tangan kirinya mengelus perutnya yang buncit.

ASTRID

(berteriak)

I LOVE YOU!!!

CUT TO:

Sc. 10 EXT. RUMAH BARGOWO – MALAM

Siluet seseorang (yang pada akhirnya diketahui sebagai PATREM(60) mertua bargowo) berdiri di luar depan pagar.

EXTREME CLOSE UP: sebuah tangan yang mengeluarkan beberapa kunci yang ditali menjadi satu. Memilah-milah kunci dan mendapatkan satu kunci. Kemudian tangan itu meraba-raba gembok pagar dan memasukkan kunci.

CUT TO:

Sc. 11 INT. RUANG TENGAH – MALAM

Masih dengan sound-latar musik disko dangdut. Bargowo sudah tidak risih dan malu. Astrid menyoraki suaminya. Bargowo sudah tidak terlihat kaku lagi.

ASTRID

(keras)

Mana janjinya?!!

Bargowo memberi isyarat jempol pada astrid tanda menyetujuinya.

CUT TO:

Sc. 12 EXT. RUMAH BARGOWO – MALAM

Siluet seseorang berjalan setapak menuju ke pint