and the nominees are:
-
Muse – Unintended
Lagu dimana saat masih kuliah, tidur di kost-an temen, diiringi lagu ini yang diputer berulang-ulang. Selain lagu ini juga ada lagunya Britney, jet dan lagu muse lainnya yang sing for absolution. Dan sampai sekarang, lagu ini masih sering bergema ditelinga. Walau masih kurang bisa begitu memaknai arti dan pesan dari lagu ini. Namun lagu ini juga membawa gue ke alam dimana cinta dan asmara itu ternyata masih serumpun.
-
Aerosmith – I don’t wanna miss thing
Ini adalah lagu soundtracknya Armageddon, film yang menceritakan tentang keberanian dan tanggung jawab. Beruntung ada soundtrack-soundtrack yang mengena banget, walaupun effect visual-nya sudah oke di tahun-nya, film ini masih menjual mimpi Hollywood tentang HERO. Mungkin kalo inul sudah terkenal ditaon film ini dibuat, dia bakalan jadi pemeran pendukung, bisa-bisa menggantikan posisinya liv tylor. Balik lagi ke lagu ini, menjadikan andalan gue kalo pengen mengungkapkan sesuatu yang mustahil bakal tercapai. Dari jualan jajan, dengan mendengarkan lagu ini, siapa tahu gue bisa menjadi pimpinan franchise makanan cepat saji di planet mars.
-
Ungu – Dengan Nafasmu
Ada kisah lucu dibalik lagu ini, saat itu pas gue lagi dijakarta untuk mengikuti workshop jiffest, kebetulan gue nginep sementara di kost-an temen, sebut saja denny.

Lokasinya yang lumayan strategis membuat akses kemana aja jadi gampang. Di daerah fatmawati tepatnya. Namun untuk awal-awal masih ada istilah tersesatnya juga. Bagaimanapun juga jalanan untuk memasuki kost-kostan itu musti kudu melewati gorong-gorong (lho koq kayak tikus yaaa?), uuppss bukan gorong-gorong, lebih tepatnya lorong-lorong kecil yang berliku. Butuh lima hari untuk bisa menghapal jalan itu.
Ah, gue gak mau ngebahas itu, yang gue bahas disini tuh lagu ungu. Yang uniknya setiap kali gue bangun pagi, selalu saja disambut dengan lagu ini. Tetangga kost-an denny rupanya tipikal orang yang gemar music, setidaknya. Karena bagaimana enggak, lagu ini di puter berulang-ulang. Dan gue hamper jadi gila dengan lagu ini. Dan gue bisa pastikan bahwa lagu ini adalah lagu jam setengah tujuh. Setiap jam itu, selalu berkumandang. Dan tak terkecuali lagu dangdut koplo jingkrak cumin gue lupa apa judulnya. Gue tinggal di kost-an denny kalo gak salah sih cumin seminggu, sisanya numpang di tempat teman-teman yg laen. Namun yang paling berkesan tuh ya dikost-an denny, selain karena lagu ini, juga karena gue bisa berpura-pura bego tidak bisa berbahasa sunda. Karena si empu-nya kost-an asli bandung euy. Wakakakakakkk
Jadinya kalo ngedengerin nih lagu jadi inget banyak hal tentang Jakarta. Gimana gue harus ngantri buat mandi, sementara penghuni kost-an lain sedang nyuci baju segunung. Namanya juga tamu, akhirnya ngalah enggak mandi selama sehari.
-
Rolling Stones – Paint it black
Yupe…benul. Ini lagu adalah theme song dari film serial amrik yang judulnya “tour of duty”. (Baca: to-ur of duti, berhubung jaman sd dulu masih belum ada pelajaran bahasa inggris) film ini cukup sukses untuk membuatku percaya, bahwa actor yang maen diserial ini, memang bener-bener sedang berperang. Dan namanya juga masih anak-anak, jadi siapa yang nyanyi nih lagu ya gak begitu tau, jadi pas tau kalo yang nyanyi nih lagu adalah rolling stones ya langsung paham. Oowww!!!!!!
-
Britney spears – everytime
Lagu dimana saat masih kuliah, tidur di kost-an temen, diiringi lagu ini yang diputer berulang-ulang sampe komputernya “hang”. Selain lagu ini juga ada lagunya jet dan lagu muse yang sing for absolution dan unintended. Dan sampai sekarang, lagu ini masih sering bergema ditelinga. Walau masih kurang bisa begitu memaknai arti dan pesan dari lagu ini. Namun lagu ini juga membawa gue ke alam dimana cinta dan asmara itu ternyata masih serumpun.
-
Gloria gaynor – I will survive
Tanpa batasan tahun, lagu ini selalu menemani telinga dan jiwa gue jikalau hati sedang kacaw. Minimal bisa membuat arah hidup ini tidak limbung dan lumayan terarah.
-
Chantal Kreviazuk — Leaving On A Jet Plane
Masih jaman kuliah dulu, kalo lagi nonton film unyil, back sound-nya selalu lagu ini. Jadi kalo ada orang luar yang gak sengaja ngedengerin nih lagu, mereka pasti nyadar, oh imam pasti tertidur, karena lagu ini di repeat terus. Dan karena udah kebiasaan, dan lagunya pun membekas, dan WOOEEIII, bukan berarti gue pecandu film unyil, gue hanya pengamat saja, tidak ada motif laen. Makanya gue sering kali ketakutan kalo ngedengerin nih lagu sendirian, takutnya kebawa suasana. Apalagi pas rame-rame…………..
-
Switchfoot – Only hope
I love mandy moore, but I hate her songs. Very hate it. But, walk to remember membuatku merubah semuanya. Lebih suka melihat dia berakting dari pada dia bernyanyi. Dan sejauh ini entah kenapa lagu ini menggambarkan sosok mandy moore yang jauh lebih baik ketimbang artis sepantarannya yang laen.
-
Madonna – frozen
Lagu ini sebenarnya lagu yang gak begitu mengena banget, namun kalo ngeliat video clip-nya gue langsung ngakak. Entah kenapa angan-angan gue langsung larinya ke MTV land puluhan tahun yang lalu (jadi kesannya MTV yang tua, ato gue yang ketuaan yaa?!!), saat itu masih digawangi sama sarah sechan. Ada suatu moment dimana sarah menirukan gaya Madonna saat berhitam-hitam ria menirukan adegan bergumul di lantai, eh dia malah umbah-umbah(nyuci baju). Anjritt gue suka banget session itu. I love sarah sechan. Wanita “terbodoh” sepanjang masa…………..sssst terbodoh bukannya paling bodoh, tapi terbodoh maksudnya adalah terlalu jenius sehingga terlihat bodoh…wakakakakakakkk!!!!! Beruntunglah sarah sechan, gue sejajarkan dengan Madonna……two thumbs up for you!!!!
-
Missy Elliot – Get you’re freak on
Lagu-gila-gilaan. Tapi merasa normal deh kalo ngedengerin nih lagu. Ceritanya sih pas awal-awal kuliah semester 1. Jamannya gue awal-awal ngebongkar komputer(dalam arti sebenarnya). Waktu itu praktek dasar komputer(kalau gak salah), dan ternyata di ruang praktek tidak ada audio entertaining. Kalaupun ada itu pun lagunya iwan fals. Dan dalam benak gue ada terbersit pertanyaan, mengapa anak kampus suka lagunya iwan fals ya????? Dan iseng mencari tau jawabannya mengapa di ruang praktek di pasang hanya lagu iwan fals. Usut punya usut, ternyata jawaban asisten dosen ternyata simpel.
“ya lagunya cuman itu, dari pada gak ada lagu”.
Whatzzz??? So simple. Jawabannya cuman gitu aja toh, pikiran gue sih melambung tinggi, mungkin saja berhubungan dengan filosofi kampus atao apalah. Ceileh, filosofi kampus. Apapula itu. Kalo gue sih taunya ayam kampus!…..
Melihat kesederhanaan itu, yaaa…..kesederhanaan(bahasanya), dengan kesadaran tingkat tinggi, gue mengikhlaskan untuk mendonor lagu-lagu import. Salah satunya ya lagu ini. Dan gue masih inget, jaman dulu masih belum nge-trend istilah flashdisk. Paling-paling cuman disket. Yang kapasitasnya cuman sebatas 1.44mb. dan tau sendirikan rata-rata lagu mp3 kapasitasnya berapa. Sekitar 3 sampai 5 mb. Jadinya dengan bermodal 3 sampai 5 disket gue meng-WINZIP tuh lagu dalam disket. Makanya jangan heran kalo dulu, disket gue selalu ada nomor-nomornya. Dan rutinitas gue mengimport mp3 itu tiap seminggu sekali. Dan walhasil, tempat praktek gue jadi lumayan rame. Ya iyalah, lagunya iwan fals dibandingkan dengan hip rapp hop style-nya missy. Kalo denger lagu ini jadi inget kawan-kawan lama. Yang setiap orangnya berharga satu juta rupiah. Well!!!!
-
Mono – life in mono
Sebenarnya ini lagu adalah lagu soundtrack dari filmnya paltrow, great expectation. Namun awal munculnya lagu ini sangat menarik perhatian telinga gue. Mungkin karena tempo lagu ini yang entah, sehingga merasa cocok di telinga gue.
-
Bjork – I have seen it all
Wuuiih, wanita eksentrik asal Iceland ini bener bener membuat diriku membeku. Koq ada ya wanita kayak dia. Aku pernah menyebutnya wanita luar angkasa yang dikirim oleh penguasanya untuk membuat diriku tersepona(bahasa aliennya terpesona), bahkan sewaktu gue melihat penampilan ASTRID si gadis manis madu(ya iyalah, lha wong dia lho pengen di madu alias dijadikan yang ke dua)nongol di tV, langsung aja gue judge dia nge-bjork banget. And walhasil si astrid emang ngakui kalo dia inspired dari sang diva jagat raya. Bahkan denger-denger nih, ada sekumpulan ilmuan yang berencana untuk meneliti otak bjork, bahkan ada yang bilang bjork adalah cyborg. Dan ada lagi yang lebih gila kalo bjork adalah mutant. Ahh whatever!!!! Asalkan bjork gak nemu batu petir aja deh biar dia bisa eksis nyanyi terus. Kebayang gak sih kalo bjork nyanyi sambil tangannya mencelupkan batu yang dipegangnya ke dalam wadah yang di bawa penggemarnya. Ah gilaaaa!!!!!
-
Sheila on seven – Dan
Gue STM, anjriiit!!!! Gue suka lagunya tapi gak suka band-nya. Makanya dulu gue sering nyentelin radio ketimbang tv ke telinga gue. Ah tapi laen dulu laen sekarang, buktinya sekarang gue semakin gak banget sama tuh band. Wakakakakakakkkk!!!!!!! Lebih baek jadi band jadul aja deh. Ikuti jejaknya si STINKY aja…lumayan kan entar lagunya bisa di daur ulang.
-
Richard marx – right here waiting
(1996)Ketika itu disekolah ada mata pelajaran bahasa inggris. Dan memang kayaknya semua sekolah juga ada mata pelajaran bahasa inggris. Kebetulan guru pengajarnya adalah seorang cewek. Sebut saja bu endang. Dia di kenal sebagai guru yang binal. Gossipnya sih yang beredar emang kayak gitu. Bagaimana tidak, fakta kalau dia mengajar, gaya bicaranya yang mendesah dan manja, menjadikan dia di kenal oleh para murid menjadi guru “waiting list”lah. Namanya juga STM, gak heran deh kalo kelakuan temen-temen melebihi batas kewajaran. Sempat juga di kelas lain(beruntung bukan kelas gue)ada salah satu murid, yang dengan teganya melakukan pembunuhan biang kehidupan di dalam kelas, gara-gara horny ngeliat bu Endang. Dengan berbekal “tembok” teman-teman yang duduk di bangku depan, dia melakukan brutally onani di balik meja belajarnya. Dan gilanya dia dengan sukses menyemburkan tuh cairan surge ke lantai. Anjrit!!!! Gue aja yang tidak sekelas sama dia aja negbayanginnya terlalu rumit, apalagi yang duduk sebangku dengan dia. Ah back to topic….. kebetulan saat pelajaran bu ending, ada tugas untuk menyanyikan lagu bahasa inggris. Tiap kelompok terdiri dari empat orang. Dan lagunya bebas, asal berbahasa inggris. (beruntung I just wanna say I love you-nya melly baru muncul belakangan ini). Dan singkat kata gue menawarkan lagunya Backstreet boys yang larger than life. Semuanya setuju. Asalkan gue juga yang nyanyi, oh iya, kelompok gue terdiri dari Insaf, Qomar dan baidowi. Berempat kami setuju, karena diharuskan menyanyi dua orang maka, insaf-lah yang mendampingi aku menyanyikan tuh lagu. Dan 2 hari menjelang test, insap menyarankan untuk mengganti lagu menjadi lagunya Richard marx yang right here waiting. Wah kebetulan gue juga sudah hafal di luar kepala. Dan bersamaan itu juga, insap memang lagi gandrungnya sama tuh lagu. Jadinya klop deh. Dan hari H-pun kami sambut dengan santai tanpa ketegangan. Saat giliran kelompok gue di panggil, gue dan insap langsung ambil ancang-ancang. Dan……..”BAIDOWI dan QOMAR maju kedepan”, jedhak!!!!! Gila…..kenapa mereka????? Gue dan insap hanya bisa bengong. “APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?”, pertanyaan itu sepertinya terus berngiang di telinga kami berdua. Dengan langkah gontai Qomar dan Baidowi maju ke depan sambil membawa buku tulis yang berisi teks lagu Richard marx. Dan gue pun menutup mata dan telinga. Karena gue dan insap tau apa jadinya jika duo maut itu berbagi kedahsyatan di depan kelas. Dan……gue gak bisa menceritakan apa kelanjutannya. Intinya seisi kelas gue hancur bagaikan ada terjangan tsunami yang mampir. Malah kalo gue bisa berharap, kelas gue lebih baik terkena tsunami dari pada ada duo maut mendendangkan lagu Richard marx. Jadinya kalo gue ngedengerin nih lagu, bawaannya pingin nangis sambil ketawa. I LOVE YOU GUYS!!!!!MISS YOU!!!!!
-
Roxette – It Must’ve Been Love
Lagu yang pertama kali menerangkan pada jiwa gue bahwa love is cinta. Cinta is monyet. Dan monyet is monkey. Dan monkey is berbulu. Dan berbulu is menggelikan. Jadi lagu ini menggambarkan bahwa saat gue masih kanak-kanak dulu, kalo cinta itu menggelikan. 1990 is monkey love year.
-
Muse – Sing for Absolution
Lagu dimana saat masih kuliah, tidur di kost-an temen, diiringi lagu ini yang diputer berulang-ulang. Selain lagu ini juga ada lagunya jet dan britney. Dan sampai sekarang, lagu ini masih sering bergema ditelinga. Walau masih kurang bisa begitu memaknai arti dan pesan dari lagu ini. Namun lagu ini juga membawa gue ke alam dimana cinta dan asmara itu ternyata masih serumpun.
-
Michael Jackson – black and white
I love this song, like I love my skin. Termasuk video klip-nya. Untuk ukuran jaman dulu, terbilang keren. Awesome!!!! Apalagi pas detik-detik terakhir adegan perpindahan karakter wajah orang, dari yang hitam ke yang putih, dari yang gemuk ke yang kurus dan many more. Dan lucunya saat itu ada si Alan McCalister(Bocah dirumah sendirian) yang nge-rapp atau sok-sok nge-rapp. Apalagi pas scene awal dia meng-genjreng ayahnya dengan sound speaker maha dahsyat lewat gitar listriknya sehingga sang ayah mental ke padang afrika.
The king of pope????
Well!!!
-
Joey Mcintyre – Stay the same
(1997)Ketika itu ada lomba karaoke di sekolah. Kebetulan saat itu masih menduduki kelas baru, jadinya masih belum begitu terkenal. Who am i?, jadinya dengan pedenya memproklamirkan diri untuk tampil di pentas(di bangun diatas bangku belajar yang disusun menyerupai panggung). Memang sih, sebelum hari H-nya gue udah lebih dahulu menghafalkan liriknya. Dan gak butuh waktu tiga hari udah sip. Detik-detik awal berjalan lancar dan terdengar enak, namun kemudian oleh panitia lomba disuruh turun karena ternyata kaset yang gue beri ke pada panitia bukan kaset karaoke melainkan kaset biasa. Jadinya gak salah kalo suara gue terdengar enak. Beruntungnya kejadian memalukan itu tertutupi oleh kejadian yang lebih memalukan lagi. Salah satu adik kelas gue yang juga peserta, mengalami musibah “gempa”. Bangku-bangku yang menjadi panggung ambyar gara-gara bobot-nya yang melebihi kapasitas. Adik kelas gue yang kalo gak salah nyanyi lagu judulnya “ayah”, nyungsep di tengah-tengah bongkahan bangku yang numplek. Tetapi dengan sikap professional-nya dia tetep melanjutkan nyanyinya dengan semangat. Salut buanget buat si adik kelas……
-
Frente – Open Up Your Heart and Let the Sun Shine In
(2007)Lagu yang menjadi soundtrack film indie pertama gue. “Sinar Mentari Pagi”, sungguh pengalaman membuat film yang sangat konyol, gila, menyenangkan, dan sangat berkesan.

Dan lucunya walaupun berulang kali untuk menghafalkan lagu itu, tetep saja tidak bisa menghafal. Entah karena factor apa. Yang jelas lagu ini hanya bisa aku nikmati saja tanpa bisa menirukan word-word yang terlontar dari mulut frente. Dan sampai saat ini, jikalau mendengar lagu ini, bulu kuduk ini rasanya merinding. Entah kenapa?
-
Helloween – Forever And One
(1990-2007)Jaman gue masih SD, dan gue tuh gak tau lagu ini tuh yang nyanyi siapa-judulnya apa. Hanya menyenandungkan saja, tanpa tahu tuh lagu ini milik siapa. Soalnya lagu ini sering dinyanyikan oleh kakak gue yang saat itu masih SMA. Dulu aku yang bahasa inggrisnya acrakadut, hanya bisa mencocokkan notasinya aja. Paling pool ya menirukan reff-nya aja. Dan gak tau kalau ternyata lagu ini bisa membekas banget, mungkin karena saking seringnya kakak gue menembangkan lagu ini. Jadinya gue yang gak tau jadi tau tapi gak tau-tau siapa yang nyanyi tuh lagu. Dan akhir tahun 2007an gue mendengar lagu ini di salah satu warnet. Dan pada saat lagu ini berkumandang dan nyetrum di telingaku, gue sadar, bahwa ini lagu adalah lagu misteri. Dengan girangnya aku minta nih lagu ke operator warnet. Dan barulah gue tau, kalau penyanyinya adalah HELLOWEEN dan judulnya Forever and one. Gila, padahal helloween sudah familiar banget, tapi koq gak nyadar juga. Tapi kepuasan itu tersalurkan selang 17 tahun kurang lebih. Gila yaaa!!! Butuh waktu selama itu hanya untuk mengetahui siapa penyanyinya dan judulnya. Karena kerap kali kalo nanya temen atau orang, mesti gue yang menyenandungkan gitu. Dan jadinya bukan mereka nangkep tuh lagu, malahan mereka ngakak karena senandungan gue yang kedengarannya sih acrakadut juga (nyadar, bersenandung aja amburadul apalagi nyanyi). Kegembiraan gue yang berlarut-larut nampaknya menimbulkan pertanyaan pada beberapa ponakan gue. Setelah gue kabar-kabari, eh gak taunya dia malah ketawa. Dengan santainya dia menunjukkan henpon-nya dan memutar lagu mp3-nya dan terdengarlah lagu “forever and one”. “GLODHAK”, Dan bodohnya dia tau siapa yang nyanyi lagu ini dan begitu juga dengan judulnya dan bangsatnya dia diam saja saat-saat dimana om-nya kebingungan mencari si empunya lagu. Kalau bukan karena operator warnet jagung di gresik, pastinya gue masih bingung mencari identitas nih lagu. Mati penasaran dan arwahnya gentayangan menyenandungkan lagu forever and one yang amburadul. Waduh!!!! Orang gak pada takut sama gue malah bingung dan marah karena merusak tuh citra lagu.
Jangan heran kalo nomernya satu semua……hihihihihihiii!!!!